×
×

Search in Mata Mata Musik

CHVRCHES Lebih Berani dan Lebih Hambar di Album Love Is Dead

Posted on: 05/25/18 at 6:16 pm

Sumber: https://consequenceofsound.net/2018/05/album-review-chvrches-love-is-dead/

Posted on May 25, 2018, 3:00 am

chvrches-lebih-berani-dan-lebih-hambar-di-love-is-dead

Sampul album terbaru Chvrches, Love is Dead. (Foto via Consequence of Sound)

Di album terbarunya, Chvrches kehilangan sikap dan keanehan yang membuat musik mereka terdahulu unik

Oleh Kayleigh Hughes (Consequence of Sound)

Intisari: Nama CHVRCHES melambung di ranah musik mainstream di tahun 2013 dengan synth yang besar, hook yang lebih besar, dan kesuksesan internasional yang hampir seketika. Namun ada juga semacam hasrat tekun nan konfrontasi terhadap album pertama mereka dan kelanjutannya, Every Open Eye, terutama yang hadir di penyampaian vokal sang penyanyi utama Lauren Mayberry, yang membuat musik mereka bertahan dengan cara yang melampaui lagu pop catchy biasanya. Pada album ketiga mereka, Love Is Dead, band pop synth asal Skotlandia ini menjadi lebih berani dari sebelumnya, merangkul semua keunggulan single pop sukses dan meninggalkan banyak keganasan, sikap, dan keanehan yang membuat musik terdahulunya terasa unik dan mendesak.

Plus: Lagu “Graffiti” yang penuh semangat dan nostalgia dan  “Graves” yang politis dan berani memiliki daya tarik paling organik, dan mereka juga diuntungkan dari menjadi lagu yang paling diperhatikan di album ini. “Graffiti” menyampaikan gambaran yang ceria dan konkrit, tentang remaja yang menumpahkan emosi mereka di dinding kamar mandi. “Graves” menampilkan adegan mayat yang tergeletak di pinggir pantai sementara orang-orang yang berkuasa dan tak berperasaan bersembunyi, dan chorus-nya yang bergelombang menjadikannya soundtrack yang sempurna untuk perlawanan.

Minus: Lagu-lagu yang penuh dengan keumuman dan pengulangan yang membosankan seperti “Never Say Die”, “Forever”, dan “Deliverance” menjadi memudar sangat jauh ke latar belakang. Di sisi lain, “Miracle” dimulai dengan salah satu melodi dan aransemen yang paling menjanjikan, tetapi menjadi sangat condong ke impuls terburuknya tepat ketika suara bass diturunkan, yang membuatnya menonjol dengan cara yang kurang diinginkan.

Salah satu kekecewaan terbesar pada Love Is Dead adalah duet ‘melempem’ di lagu “My Enemy”, menampilkan Matt Berninger dari The National. Tidak menyenangkan bagi saya mengatakan hal ini, mengingat Mayberry dan Berninger adalah dua vokalis paling menarik saat ini, dan kolaborasi CHVRCHES-The National dengan kedua pihak di puncak yang suram, asam dan tajam ini membuat hati saya berdebar. Tapi bukan itu yang ditangkap para pendengar dengan “My Enemy”. Mayberry tidak kurang ajar, dan Berninger tidak secara besar-besaran memiliki tendensi merusak diri. Dengan irama yang hambar, mereka berdua bernyanyi seperti mereka membawakan penampilan solo tanpa emosi di kelompok paduan suara sekolah.

Kesimpulan: Love Is Dead adalah kumpulan lagu tentang konsep besar seperti keterbukaan, patah hati, kekecewaan, dan pertumbuhan secara umum. Namun tanpa kejelasan atau perspektif yang tajam, hasilnya adalah album ini mungkin menjadi album yang paling impersonal yang pernah CHVRCHES produksi. Rasa sakit tanpa kejelasan lebih terdengar seperti kehambaran.

Banyak dari lagu-lagu ini akan naik ke atas arena dan panggung utama acara festival. Lagu-lagu tersebut ekspansif, epik, dan suara bertenaga Mayberry tidak pernah goyah. Tetapi keterbukaan itu ada konsekuensinya, dan di sepanjang Love Is Dead, setiap kali CHVRCHES memiliki kesempatan untuk menjadi lebih aneh, berantakan, dan lebih unik, mereka justru mempertahankan keeksentrikan mereka dengan menjadi lebih bersih dan lebih umum.

Lagu Utama: “Get Out”, “Graffiti”, dan “Graves”

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Jason Ranti

Ulasan Album: Sekilas Info - Jason Ranti

“Iwan fals tak perlu cemas lagi karena (dirinya) telah teregenerasi,” cetus seorang warganet di kolom komentar Youtube. Baca Juga: 3 Musisi 3 Kota Berka

on Sep 3, 2019
Jamie Aditya

Ulasan Album: LMNOPOP! - Jamie Aditya

Do you have soul? Oleh: Rio Tantomo. Terakhir kali saya berbincang dengan Jamie Aditya, dia mengaku mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (

on Sep 2, 2019

Ulasan Album: Grayscale-Diskoteq

Diskoteq, pertama mengetahui mereka lewat seorang teman. Dalam bayangan saya, Diskoteq adalah band elektronic disco yang sarat dengan keribetan perkabelan sana

on Aug 20, 2019
Ulasan Album" The Sailor-Rich Brian

Ulasan Album: The Sailor-Rich Brian

Rich Brian atau Brian Imanuel Soewarno di tahun ke-19 hidupnya; melepas ‘Chigga’-nya dan tidak lagi mencari kontroversi demi jumlah klik di Youtube. Ol

on Aug 14, 2019