×
×

Search in Mata Mata Musik

Co-Founder Lollapalooza Prediksikan Konser Tidak Akan Kembali Hingga 2022

Posted on: 07/19/20 at 6:00 am

Co-Founder Lollapalooza Prediksikan Konser Tidak Akan Kembali Hingga 2022
Lollapalooza 2019, Berlin, Jerman saat Billie Eilish mengentak panggung. (Foto: Felipe Trueba/EPA-EFE/Shuttersto).

Salah satu eksekutif terbaik di industri konser musik percaya bahwa musik live tidak akan sepenuhnya kembali hingga tahun 2022. WTF!?

Marc Geiger, mantan kepala staf musik global di talent agency William Morris Entertainment dan salah satu pendiri festival musik Lollapalooza, membuat prediksi yang mengejutkan selama penampilannya di podcast The Bob Lefsetz. Saat ditanya kapan dia pikir konser musik akan kembali normal selama era virus Corona, Marc Geiger menjawab, “Menurut pendapat sederhana saya, itu akan terjadi pada tahun 2022”.

Menurut estimasi Marc Geiger, “Butuh waktu yang lama sebelum, apa yang saya sebut sebagai, ekonomi germafobik yang perlahan-lahan mati dan digantikan oleh ekonomi klaustrofobia, saat itulah orang-orang ingin keluar dan pergi makan malam dan menjalani hidup seperti biasa, dan pergi ke berbagai festival dan acara”.

“Ini insting saya, itu akan memakan waktu cukup lama karena acara yang berpotensi menyebar (virus); olahraga, pertunjukan, festival, dll, tidak akan berjalan dengan baik ketika virus masih hadir,” tambah Marc Geiger.

Marc Geiger mengatakan bahwa ada “kemungkinan 20” hambatan yang perlu diatasi sebelum musik live dapat kembali. “Virus dan penyakit adalah satu, jarak dan kepadatan” sebagai faktor yang lainnya, ia menjelaskan. Yang ketiga, Marc Geiger mencatat, akan menjadi asuransi dan kewajiban. “Dengan (virus Corona), ada tanggung jawab yang tidak terbatas,” katanya, mencatat tantangan yang akan dihadapi berbagai venue dan promotor dalam menemukan perusahaan asuransi yang bersedia untuk menjamin acara mereka.

Dengan demikian, Marc Geiger percaya bahwa “enam bulan ke depan mungkin lebih menyakitkan daripada enam bulan terakhir, dan mungkin enam bulan berikutnya bahkan akan lebih (menyakitkan) dari itu”.

Jika musik live non-aktif selama itu, itu lebih penting daripada sebelumnya untuk mendukung organisasi-organisasi seperti The National Independent Venue Association, yang bekerja untuk mendapatkan bantuan finansial jangka panjang untuk berbagai venue independen. Tanpa bantuan itu, mereka mengatakan bahwa 90% venue akan menghadapi penutupan permanen.

Juga pertimbangkan untuk menyumbang ke organisasi amal seperti COVID-19 Artist Relief Fund milik MusiCares, Sweet Relief, dan Artist Relief Project, yang memberikan bantuan finansial kepada musisi-musisi independen.

Melawan virus Corona bukan dengan masker dan jaga jarak, tapi dengan politik, bongkar! #truenormal

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Live Nation

    Saham Live Nation Capai Titik Tertinggi Saat Pendapatannya Capai Titik...

    Live Nation Entertainment baru-baru ini mempublikasikan hasil laporan finansial tutup tahun 2020 mereka. Pendapatannya menurun 92% pada kuartal keempat dib

    on Feb 26, 2021
    Konser

    Uji Konser Tanpa Social Distancing Primavera Sound Hasilkan 0% Terinfe...

    PRIMA-CoV. (Foto: via Primavera Sound). Pakar penyakit menular Dr. Anthony Fauci berharap konser di Amerika Serikat (AS) bisa kembali digelar pada musim gug

    on Jan 19, 2021
    Konser

    Pakar Penyakit Menular Dr. Fauci Optimis Konser Kembali Digelar Pada T...

    Dr. Fauci. (Foto: dok. Consequence of Sound). Pada konferensi virtual yang diselenggarakan oleh Association of Performing Arts Professionals, Dr. Anthony Fa

    on Jan 12, 2021
    Boss Metal Zone

    Diagram Efek Gitar Metal Zone Dirumorkan Sebagai Chip 5G Dalam Vaksin ...

    "5G chip diagram" dan pedal efek Boss Metal Zone. Kita telah memasuki era di mana realitas yang nggak masuk akal adalah hal yang masuk akal. Hal yang non-lo

    on Jan 6, 2021