×
×

Search in Mata Mata Musik

Comeback Via ‘Wasting Time’, Kuartet Metalcore AFTERLIFE Menerjang Gerai Digital

Posted on: 09/18/20 at 7:30 am

Comeback Via 'Wasting Time', Kuartet Metalcore AFTERLIFE Menerjang Gerai Digital
Afterlife. (Foto: Hopeless Records).

Mungkin lo pernah dengar beberapa band bernama Afterlife sebelumnya dengan genre dan geografis asal yang berbeda-beda. Makanya perlu ditegaskan, Afterlife yang satu ini adalah band metalcore asal West Palm Beach, Florida, Amerika Serikat yang terdiri dari Tyler Levenson (vokal), Andrew McGuire (gitar), Tristan Edwards (bass) dan Luke Walkinshaw (dram). Bayangkan jika kegarangan Slipknot dan Linkin Park dilebur dan diracik, hasilnya adalah Afterlife, yang mengakui pernah menyebut kedua raksasa nu-metal tersebut sebagai pengaruh musikal utamanya.

Setelah berminggu-minggu memposting teaser, Afterlife akhirnya mendebutkan single barunya, ‘Wasting Time’ sejak hari Kamis, 14 September. “Kami sangat bersemangat untuk memberi tahu semua orang cuplikan dari lagu baru yang sedang kami kerjakan! Saat menulis lagu ini, ada banyak hal yang terjadi di dalam negara kami dan juga dunia, yang menciptakan energi yang kuat di studio,” kata Tyler Levenson, sang frontman band.

“Secara kolektif kami frustrasi dengan masyarakat dan kami semua menginginkan perubahan. Kami mau lagu ini terasa memberdayakan sekaligus anthemic. Kami ingin lagu itu menjadi pernyataan yang memotivasi serta menginspirasi orang. Gue benar-benar merasa kami berhasil melakukannya dengan ‘Wasting Time’ dan kami harap lo juga menikmatinya!”.

Cover single Afterlife 'Wasting Time'. (Gambar: Hopeless Records).
Cover single Afterlife ‘Wasting Time’. (Gambar: Hopeless Records).

Lagu ini adalah rilisan baru pertama dari Afterlife sejak album debut mereka, Breaking Point, yang dirilis melalui Hopeless Records awal tahun lalu. Album ini menuai banyak pujian yang luar biasa dari para fans seraya berhasil masuk ke dalam playlist Spotify seperti Rock Hard, New Core, dan New Blood, Amazon’s Fresh serta playlist Hard Rock dan The Forge UK serta program stasiun radio Pandora, New Rock. Plus, dukungan dari BBC Radio 1, Kerrang!, idobi Howl dan Alternative Press serta beberapa posisi nomor 1 di tangga lagu Sirius XM Octane yang telah membantu mendorong Afterlife menjadi “headphone” pendengar musik cadas ke seluruh dunia.

Album Breaking Point secara ambisius mencakup berbagai topik yang memiliki dampak positif, dari kesehatan mental dan kekerasan dalam rumah tangga hingga sikap apatis politik dan beban rasa bersalah yang membelenggu jiwa melalui 10 lagu yang sukses memadukan agresi metal, hardcore, hip-hop ke dalam lanskap melodi dan bunyi-bunyian yang unik serta lirik penyadaran sosial kemanusiaan.

Ok, selamat mendengarkan dan headbanging bersama ‘Wasting Time’ dari Afterlife!

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Max Portnoy

    Max Portnoy, Putra Mike Portnoy, Menjadi Dramer Baru Code Orange

    Foto: Max Portnoy (via Instagram). Max Portnoy, putra kandung dramer metal legendaris Mike Portnoy, sekarang resmi menjabat sebagai dramer Code Orange. Band

    on Oct 17, 2021
    Burgerkill

    Burgerkill Ft. Ahmad Dhani 'Satu Sisi', Kolaborasi Terepik Sepanjang M...

    Kenapa bisa dibilang kolaborasi paling epik? Yang pertama, karena kolaborasi ini menampilkan mesin metal nomor wahid Indonesia BURGERKILL (BK) dan salah sa

    on Oct 15, 2021
    Knocked Loose

    Knocked Loose Rilis EP "A Tear in the Fabric of Life" Dan Film Animasi...

    Foto: Perri Leigh. Knocked Loose telah merilis EP baru yang mengejutkan, judulnya A Tear in the Fabric of Life, bersama dengan film pendek animasi yang meny

    on Oct 14, 2021
    Bullet For My Valentine

    Bullet For My Valentine Lepas MV 'Rainbow Veins' Dari Album "Self-Titl...

    Foto: dok. Spinefarm Records. Bullet For My Valentine baru saja merilis 'Rainbow Veins', single keempat dari album studio ketujuh mereka yang akan datang. S

    on Oct 5, 2021