×
×

Search in Mata Mata Musik

Damon Albarn: Musisi Harus Diizinkan Konser Selama Pandemi Sebagai Obat Stres

Posted on: 11/4/20 at 10:00 am

Damon Albarn: Musisi Harus Diizinkan Konser Selama Pandemi Sebagai Obat Stres
Damon Albarn. (Foto: Linda Brown Lee).

Pada akhir pekan lalu, Damon Albarn berbagi pemikirannya tentang pentingnya konser selama pandemi yang sedang berlangsung. Dalam suatu wawancara dengan Sky News, mastermind band animasi virtual Gorillaz dan band alternative rock Blur ini mengatakan bahwa musik live adalah “resep” obat untuk tekanan mental akibat Covid-19, dan menyatakan pendapatnya bahwa artis atau musisi nggak bisa dilarang secara hukum untuk tampil di sebuah konser jika mereka ingin bermain di hadapan orang banyak.

Baca juga: Damon Albarn (Blur, Gorillaz) Debutkan Proyek Orkestra Baru Saat Livestream

“Jika orang mau tampil, mereka harus diizinkan,” kata cowok berusia 52 tahun itu. “Nggak seorang pun bisa dipaksa untuk melakukan apa pun, tetapi jika orang-orang mau, entah bagaimana kita bisa membuatnya berhasil sehingga semua orang dapat merasa nyaman dan berpartisipasi”.

Ide untuk mengadaptasi konser atau pertunjukan live agar sesuai dengan pembatasan fisik selama pandemi bukanlah ide yang buruk, dan artis-artis seperti The Flaming Lips dan The Chainsmokers telah mencoba konser berjarak sosial (dengan berbagai tingkat keberhasilannya). Namun, karena kasus Covid-19 terus meningkat secara internasional, anggapan bahwa konser dapat dilaksanakan dengan aman tampaknya semakin kecil kemungkinannya. Terlepas dari itu, artis peraih Grammy ini tampaknya menganggap kegembiraan merasakan musik dalam suasana live adalah bagian penting dari proses penyembuhan Covid-19.

“Lo harus mengizinkan (konser) musik berlanjut,” katanya kepada Sky News. “Kami berusaha untuk menjaga kesehatan semua orang saat ini dengan penuh semangat, kita nggak boleh mengabaikan musik live dalam resep itu”.

Damon Albarn juga meluangkan waktu dalam wawancara untuk mengkritik pemerintah Inggris karena “mengurangi nilai seni” dan salah menangani respons ekonomi terhadap pandemi. Pada satu titik, doi secara khusus merujuk Cyber First, kampanye iklan yang didukung pemerintah yang menyarankan artis meninggalkan karier kreatif mereka dan beralih ke industri yang lebih pragmatis seperti teknologi.

“Gue kesal banget dengan pernyataan itu,” katanya. “Itu adalah sinyal yang buruk untuk dikirim kepada orang-orang yang berjuang untuk mempertahankan impian mereka, gue benar-benar merasa (pernyataan itu) hampir nggak berperasaan (seperti) meledakkan sesuatu di wajah orang-orang tersebut”.

Bersama dengan Cyber First, dalam suatu wawancara kontroversial awal bulan ini, Kanselir Inggris Rishi Sunak menyarankan agar para artis mencari pekerjaan baru daripada bergantung pada dukungan ekonomi yang disediakan pemerintah selama pandemi.

Dalam pikiran Damon Albarn, sikap “anti-seni” semacam itu telah mewabah di kalangan konservatif Inggris selama beberapa generasi. “Sayangnya, ini adalah sesuatu yang telah ada dalam DNA semua pemerintah Konservatif sejak (Margaret) Thatcher, berkurangnya nilai seni, berpandangan sangat pendek dan benar-benar bertentangan dengan sesuatu yang sangat gue banggakan… Identitas Inggris kami adalah industri kreatif kami dan kami sejarah kreatif”.

Dalam obrolan dengan Sky News, Damon Albarn berbagi cerita bagaimana rasanya mengerjakan album baru Gorillaz, Song Machine Season 1 —Strange Timez, melalui Zoom alih-alih secara langsung. “Gue nggak pernah bekerja seperti itu, selalu prosesnya di dalam ruangan, tetapi pada akhirnya hal itu nggak menghalangi musik,” katanya.

Damon Albarn akan segera mendapatkan kesempatan untuk tampil live – meski tanpa penonton – saat Gorillaz mempersembahkan Song Machine Live. Konser virtual global ini akan menampilkan tiga penampilan panggung band ini secara live dan langsung dari London pada 12 dan 13 Desember mendatang.

Baca juga: Rilis Single Baru Fitur Robert Smith (The Cure), Gorillaz Umumkan Album Spesial

Selain itu, minggu lalu Damon Albarn mengonfirmasi bahwa film animasi Gorillaz sedang dalam pengerjaan, dan doi juga mempertimbangkan untuk bikin album lanjutan dari album Plastic Beach tahun 2010 milik Gorillaz.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Industri Hiburan

    Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi Tentang Lumpuhnya Industri Hiburan

    JogjaROCKarta Festival, salah satu ikon industri hiburan kota Yogyakarta. (Foto: dok. Rajawali Indonesia). Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Setahun

    on Mar 3, 2021
    Konser

    Uji Konser Tanpa Social Distancing Primavera Sound Hasilkan 0% Terinfe...

    PRIMA-CoV. (Foto: via Primavera Sound). Pakar penyakit menular Dr. Anthony Fauci berharap konser di Amerika Serikat (AS) bisa kembali digelar pada musim gug

    on Jan 19, 2021
    Konser

    Pakar Penyakit Menular Dr. Fauci Optimis Konser Kembali Digelar Pada T...

    Dr. Fauci. (Foto: dok. Consequence of Sound). Pada konferensi virtual yang diselenggarakan oleh Association of Performing Arts Professionals, Dr. Anthony Fa

    on Jan 12, 2021
    Boss Metal Zone

    Diagram Efek Gitar Metal Zone Dirumorkan Sebagai Chip 5G Dalam Vaksin ...

    "5G chip diagram" dan pedal efek Boss Metal Zone. Kita telah memasuki era di mana realitas yang nggak masuk akal adalah hal yang masuk akal. Hal yang non-lo

    on Jan 6, 2021