×
×

Search in Mata Mata Musik

Dari Queen Sampai Michael Jackson, Biopik Pendongkrak Streaming

Posted on: 12/30/19 at 9:13 pm

Di 2019, berbagai perayaan film biopik dan serial dokumenter revolusional telah mengangkat beberapa artis legendaris kembali dalam sorotan publik secara baik maupun buruk. Sementara beberapa di antaranya disambut dengan suka-cita dan sebagian dengan duka-cita. Rilisan ini memiliki satu efek konsisten yaitu angka streaming musiknya yang tetap meningkat. Apa pun kesan yang diberikan dan reaksi yang dihasilkan film-film genre ini.

Tahun lalu, Bohemian Rhapsody (yang meraup 900 juta US Dollar secara global) menggiring katalog berisi lagu-lagu hit milik Queen kepada generasi milenial yang menjadi pemuja baru. Meskipun film tersebut tayang pada November 2018, diskografi band ini menjalani popularitas terbarunya hingga 2019. Pada penghujung tahun ini, Universal Music Group mengumumkan bahwa Bohemian Rhapsody resmi menjadi lagu dengan stream terbanyak di abad 20, mengumpulkan 1.6 milyar stream dari seluruh dunia, menurut UMG. Legenda klasik rock tersebut memang selalu dikenal sebagai “raksasa”, dan performa akting Rami Malek yang menyandang gelar Academy Awards ini telah memberinya kehidupan baru.

Rami Malek pemeran mendiang Freddie Mercury di film Bohemian Rhapsody (Foto: Twitter)

Film ini memiliki dampak yang melebihi judul lagunya: dalam 6 bulan setelah rilisnya Bohemian Rhapsody, stream musik on-demand Queen meningkat tiga kali lipat, dari 588 juta ke 1.9 milyar. Penjualannya pun juga, meningkat 483% dari tahun sebelumnya. Saking besarnya dampak yang disebabkan Bohemian Rhapsody, pada pertengahan tahun, Queen menduduki dua posisi teratas di tangga lagu Top Rock Album Billboard, mengalahkan artis-artis kontemporer seperti Imagine Dragons dan Panic! at the Disco.

Pada saat yang sama, album koleksi hits Elton John, Diamonds, menempati posisi No. 4 berkat dorongan film biopik tahun 2019, Rocketman. Di Juni, album kompilasi ini juga melambung ke No. 7 di Billboard 200, menjadikannya album ke-20 Elton John yang masuk Top 10 Album. Meski tidak mencapai kesuksesan komersil yang setara dengan Bohemian Rhapsody, secara terhormat Rocketman tetap menghasilkan 195 juta US Dollar di seluruh dunia.

Taron Egerton pemeran Elton John di film Rocketman (Foto: Empire)

“Mungkin saya mengalami tahun terbesar dalam karir saya pada usia 72 tahun,” ucap Elton John, yang juga sedang menjalani tur perpisahan 300 hari dan merilis autobiografi terlaris New York Times tahun ini, baru-baru ini mengatakan kepada Billboard. “Saya senang”.

Bahkan film Mötley Crüe rilisan Netflix pada tahun 2019, The Dirt, meningkatkan stream mereka sebesar 329%, meskipun juga mendapat review buruk (Netflix jarang berbagi data viewership, meskipun pada bulan April kepala bagian kontennya mengumumkan rencana untuk lebih transparan ke depannya). Tidak sedikit yang menduga The Dirt dibuat sebagai ‘tes ombak’ dari band heavy metal glam paling berandal ini ketika di masa bubar sejak tahun 2015. Hal itu terjawab dengan ‘comeback’-nya Motley Crue yang diumumkan pada 18 November lalu dan tur 2020 bareng Def Leppard, Poison dan Joan Jett and the Blackhearts mulai Juli tahun depan.

Motley Crue dalam biopik The Dirt (Foto: Time)

Tetapi Bohemian Rhapsody dan Rocketman terbukti cukup menguntungkan di box office dan layanan streaming sehingga memungkinkan banyaknya studio film yang terus bertaruh pada nostalgia rock selama tahun 2020 dan seterusnya. Dua proyek sudah dijadwalkan untuk rilis tahun depan termasuk film musikal David Bowie, Stardust, dan film biopik Aretha Franklin yang dibintangi pemenang Oscar, Jennifer Hudson.

Di ujung lain spektrum, dua serial dokumenter yang terbilang kontroversial, yakni Surviving R. Kelly, ditayangkan di Lifetime pada bulan Januari, dan Leaving Neverland, disiarkan di HBO pada bulan Maret – menarik perhatian baru terhadap reputasi R. Kelly dan Michael Jackson. Di tengah sengitnya tuduhan pelecehan seksual, para aktivis di media sosial menuntut pendengar dengan tagar #MuteRKelly (bungkam Kelly), dan beberapa stasiun radio juga menarik musik-musik Michael Jackson. Tetapi serial dokumenter kontroversial ini faktanya telah meningkatkan streaming musik kedua artis tersebut.

Surviving R. Kelly (Foto: Twitter)

Selama tiga hari rilis, Surviving R. Kelly sebenarnya memacu peningkatan stream R. Kelly sebesar 116% pada hari terakhir (5 Januari). Dan pada akhir pekan, 10 Januari, dua dari katalog hits terbesarnya ‘Ignition (Remix)’ dan ‘I Believe I Can Fly’, sementara kembali ke tangga Digital Song Sales R&B Billboard. Sama halnya dengan basis penggemar Michael Jackson yang telah ‘vokal’ di media sosial tentang melanjutkan streaming dan membeli musiknya sebagai cara mempertahankan citra publiknya yang dulu pernah positif. Selama periode 31 minggu setelah ditayangkannya film dokumenter tersebut, streams on-demand katalog Michael Jackson meningkat 22,1%, melampaui angka pertumbuhan industri 21,8%. Dan saat Halloween, ‘Thriller’ masih mendapat manfaat dari dampak musimannya, dengan kembali muncul pada Billboard Hot 100 dengan peringkat No. 44.

Michael Jackson dan James Safechuck di Leaving Neverland (Foto: Imdb)

Pada beberapa kasus, review film yang bagus atau jelek tidak berpengaruh, keduanya sama-sama mendongkrak popularitas yang berdampak pada naiknya penjualan musik, merchandise dan lain-lain.

Tidak seperti film-film di atas, Lords of Chaos arahan sutradara Johan Akerlund ini boro-boro mendongkrak streaming di platform digital. Film biopik kisah awal karir band Black Metal Norwegia, Mayhem ini justru diserang habis-habisan oleh sebagian para fans Mayhem dan metalhead, bahkan oleh para personil dan mantan personil Mayhem sendiri. Alasan ketidaksukaannya bervariasi, mulai dari karena banyak adegan dalam film ini tidak sesuai dengan fakta sejarahnya hingga para aktor utamanya seperti Rory Culkin, Emory Cohen, Jack Kilmer, Sky Ferreira yang bukan penggemar metal atau metalhead.

Ya elah, namanya juga film, tujuannya menghibur dan ada tujuan komersil. Kalau mau tahu kisah historis aslinya baca saja buku ‘Lords of Chaos’ karangan oleh Michael Moynihan dan Didrik Sderlind atau film dokumenter ‘Until the Light Takes Us’ arahan sutradara Aaron Aites dan Audrey Ewell. Hehehe.

Jack Kilmer, Anthony De La Torre, Rory Culkin, dan Jonathan Barnwell di film Lords of Chaos (Foto: Rollingstone)

Oleh Dharma Samyayogi dari berbagai literatur.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Sir Elton John.

Elton John Ungkap ‘Upaya Susah Payah’ Ingin Dikenal Pakai Kokain D...

Elton John. (Foto: Doug Peters). Elton John telah berbicara tentang penggunaan narkobanya di masa lalu saat baru-baru ini memimpin pesta nobar (nonton baren

on Jun 1, 2020
Brian May

Apakah Akan Ada Sekuel Film Biopik ‘Bohemian Rhapsody’? Brian May ...

Brian May (Queen) saat tampil di Global Citizen Festival, Central Park, New York, AS, pada pada 8 September 2019. (Foto: Photo by Erik Pendzich/Shutterstock).

on May 8, 2020
Sir Elton John

Elton John Menerima Penghargaan Tahun Baru 2020

Sir Elton John bersama Dame Olivia Newton-John ada di antara beberapa bintang yang menerima New Year's Honours (Penghargaan Tahun Baru) untuk 2020, yang di

on Dec 29, 2019
Queen

Queen & YouTube Rilis 3 Video Kompilasi Buatan Fans

YouTube bekerja sama dengan Queen untuk menghadirkan video musik baru untuk tiga lagu hit klasik band yang dikompilasi dari kreasi penggemar mereka.  Baca

on Oct 25, 2019