×
×

Search in Mata Mata Musik

Dave Grohl Bela Para Guru dan Kritik Rencana Trump Buka Kembali Sekolah

Posted on: 07/24/20 at 9:30 am

Dave Grohl Bela Para Guru dan Kritik Rencana Trump Buka Kembali Sekolah
Dave Grohl bersama ibunya, Virginia. (Foto: Andreas Neumann).

Meskipun masih ada lonjakan dalam kasus virus Corona di Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan pemerintahannya malah tertarik untuk membuka kembali sekolah. Langkah (yang katanya) berbahaya ini tidak diragukan lagi akan menempatkan guru dan anak-anak (yang katanya) dalam bahaya, terutama siswa dengan kulit berwarna, menurut salah satu mantan direktur CDC (Center for Disease Control). Para guru telah menanggapi langkah ini dengan keprihatinan, kemarahan, dan bahkan tuntutan hukum yang ditujukan kepada pemerintah. Belum lama ini, Dave Grohl, yang juga mantan siswa dan putra dari seorang guru, angkat bicara untuk membela para guru.

Baca juga: Urutan Peringkat 9 Album Foo Fighters Berdasarkan Musikalitasnya

Vokalis Foo Fighters itu telah berdebat atas nama guru dalam versi audio baru dari seri Instagram True Stories-nya, serta dalam bentuk esai panjang yang ditulis untuk The Atlantic. Bersama dengan wawasan bermanfaat dari ibunya yang juga mantan gurunya, Virginia, Dave Grohl menguraikan betapa pentingnya para guru sang “pekerja penting” dan menekankan bahaya yang mereka hadapi sebagai akibat dari tindakan presiden AS yang tidak bertanggung jawab.

Episode audio True Stories berdurasi delapan menit Dave Grohl dimulai dengan menceritakan hari-hari awalnya di sistem sekolah Fairfax County, Virginia sebelum dia memutuskan untuk keluar dari sekolah. “Sampai hari ini, gue dihantui mimpi berulang-ulang bahwa gue akan kembali di lorong yang penuh sesak itu, berjuang untuk lulus sebagai pria berusia 51 tahun, dan dengan cemas bangun dalam genangan keringat gue sendiri,” kenang rockstar kawakan itu.

Dave Grohl juga ingat menyaksikan komitmen abadi dan kepedulian yang ibunya miliki terhadap murid-muridnya, bahkan ketika dia harus mengurus anak kandungnya dan banyak pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. “Sebagai ibu tunggal dari dua anak, dia tanpa lelah mengabdikan hidupnya untuk melayani orang lain, baik di rumah maupun di tempat kerja,” tutur Dave Grohl, seraya mencatat bahwa HAIM, Tom Morello, dan Josh Groban juga merupakan anak dari seorang guru.

“Yang nggak mengagetkan lagi, jiwa mengasuhi anaknya yang setia mencerminkan tekniknya sebagai seorang guru,” lanjut Dave Grohl. “Jangan pernah hanya menunjuk pada papan tulis dan membacakan pelajaran untuk anak-anak untuk dihafalkan tanpa berpikir, dia adalah seorang pendidik yang tekun, berinvestasi dalam kesejahteraan setiap siswa yang duduk di kelasnya”. Virginia juga merupakan “salah satu guru yang menjadi mentor bagi banyak orang dan murid-muridnya bahkan terus mengingatnya setelah mereka lulus”.

Di era virus Corona dan ancaman Trump untuk membuka kembali sekolah, para guru sekarang “dihadapkan dengan serangkaian dilema yang sama sekali baru yang tidak akan dipertimbangkan oleh kebanyakan orang. Ada banyak hal yang harus diatasi daripada hanya membuka pintu dan mengirim (anak-anak) kembali ke sekolah, kata ibu gue tuh di telepon,” kata Dave Grohl. Dia kemudian melanjutkan,

“Sekarang berusia 82 tahun dan pensiun, dia menjelaskan daftar keprihatinannya berdasarkan 35 tahun pengalamannya sebagai guru: Masker dan saling jaga jarak, pemeriksaan suhu, bus (sekolah) yang ramai, lorong penuh sesak, olahraga, sistem pendingin udara, ruang makan siang, toilet umum, staf kebersihan. Sebagian besar sekolah sudah harus berjuang dengan kekurangan sumber daya. Bagaimana mereka bisa membayar segunung biaya keselamatan yang perlu dilakukan itu?”.

Dave Grohl mengakui bahwa solusi “pembelajaran jarak jauh memang tidak nyaman”, tetapi juga tahu bahwa rencana alternatif yang diusulkan oleh Trump jauh lebih buruk:

“Tetapi sesenang-senangnya orkestra tanpa konduktor Donald Trump untuk melihat negara itu membuka kembali sekolah atas nama kepamoran, tanyakan kepada seorang guru sains apa yang mereka pikirkan tentang komentar Sekretaris Pers Gedung Putih Kayleigh McEnany bahwa ‘Sains seharusnya tidak menghalangi upaya kami’. Akan sangat bodoh untuk melakukan itu dengan mengorbankan siswa, guru, dan sekolah kami”.

“Ketika saatnya menghadapi pertanyaan yang menakutkan dan terus dipolitisasi mengenai pembukaan kembali sekolah kami dalam pandemi virus Corona, kekhawatiran terhadap kesejahteraan anak-anak kita adalah yang terpenting,” tambah mantan dramer Nirvana itu.

Baca juga: Sebelum ‘Nevermind’ Rilis, Dave Grohl Akui Sempat Takut Dipecat Dari Nirvana

Dave Grohl membuat poin serupa dalam esainya untuk The Atlantic. Dalam satu paragraf tertentu dia lagi-lagi mempertanyakan keahlian para pemimpin AS, berargumen bahwa dia tidak akan “mempercayai sekretaris perkusi AS untuk memberi tahu gue cara memainkan lagu ‘Smells Like Teen Spirit’ jika mereka nggak pernah duduk di belakang set dram, jadi mengapa harus ada guru yang mempercayai Sekretaris Pendidikan Betsy DeVos untuk memberi tahu mereka cara mengajar, tanpa dia pernah duduk sebagai pemimpin kelas? (Mungkin dia harus beralih bermain dram)”.

Dave Grohl kemudian menambahkan:

“Sampai lo telah menghabiskan waktu berhari-hari di ruang kelas dengan mencurahkan waktu dan energi lo untuk menjadi mentor seumur hidup bagi generasi-generasi siswa yang cenderung tidak fokus, lo harus mendengarkan mereka yang sudah pernah. Para guru ingin mengajar, bukan mati, dan kita harus mendukung dan melindungi mereka seperti harta nasional. Karena tanpa mereka, di mana kita akan berada?”.

Lo bisa dengar episode audio baru dari seri True Stories di bawah ini. Kemudian silakan kunjungi situs web The Atlantic untuk membaca esai lengkap Dave Grohl.

Catatan Penting:

Sungguh ironis. Di AS, banyak orang yang ketakutan karena pemerintahnya akan membuka sekolah kembali supaya bisa belajar secara normal, bukan daring. Sedangkan di Indonesia terjadi sebaliknya. Pemerintah memaksa sekolah daring yang sangat menyulitkan para murid dan orang tua, terutama kalangan ekonomi lemah. Perkantoran, pusat perbelanjaan seperti pasar dan mall telah dibuka. Jika tempat-tempat keramaian tersebut bisa dibuka dengan diberlakukan protokol “new normal”, kenapa sekolah harus tetap di rumah saja? Tanya ke hati nurani kamu masing-masing.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    For Revenge & Stereo Wall

    For Revenge & Stereo Wall Lebur Energi Emo Via Collab Single 'Jakarta ...

    Dua band yang dikenal sebagai pengusung gaya emo/modern rock, For Revenge dan Stereo Wall berkolaborasi dalam sebuah lagu yang menyatukan energi dan karakt

    on Mar 1, 2021
    Grrrl Gang

    Grrrl Gang Bagikan Kisahnya Di Amerika Dalam MV 'Honey, Baby', Single ...

    Grrrl Gang. (Foto: Carkultera). Setelah lama enggak merilis musik baru, akhirnya trio alternative pop rock asal Yogyakarta, Grrrl Gang kembali menyuguhkan s

    on Feb 17, 2021
    BIAS

    Alt-Rocker Bias Angkat Kesetaraan Gender Via Single 'Selir Pemberontak...

    Bias. (Foto: dok. Bias). Semua orang enggak wajib jadi Feminis, tapi semua orang wajib jadi Humanis. Kesetaraan, keharmonisan, dan simbiosis mutualisme anta

    on Feb 1, 2021
    Album Rock & Metal Paling Diantisipasi 2021

    30 Album Hard Rock & Heavy Metal Paling Diantisipasi Di Tahun 2021

    Tahun 2020 enggak cuma meluluh-lantakkan industri musik, melainkan semua lini kehidupan di dunia. Sementara ini kita memang masih berada di masa pandemi Co

    on Jan 31, 2021