×
×

Search in Mata Mata Musik

David Coverdale: Rocker Sepanjang Zaman, Dari Deep Purple Hingga Whitesnake

Posted on: 02/9/20 at 10:00 am

DAVID COVERSDALE (WHITESNAKE)
David Coverdale, ular putih yang berbisa (Foto: Classic Rock)

David Coverdale adalah salah satu legenda hidup musik rock dunia yang masuk dalam catatan sejarah tonggak awal genre hard rock sebagai cikal bakal heavy metal yang lahir di Inggris pada 1970. Sebelum Whitesnake, David Coverdale dikenal terlebih dahulu saat menjabat sebagai vokalis Deep Purple dari 1973 hingga 1976. Setelah itu ia membangun karier solonya. Kolaborasi dengan Jimmy Page menghasilkan album 1993 yang sukses secara komersial. Pada 2016, David Coverdale dilantik ke dalam “Rock and Roll Hall of Fame” sebagai anggota Deep Purple dan memberikan salah satu pidato induksi band. Ia dikenal khususnya karena jangkauan suaranya yang kuat dan bernuansa blues. So let’s get rocked!

Awal Karier

Dilahirkan pada 22 September 1951 di Saltburn-by-the-Sea, North Yorkshire, Inggris, David Coverdale mulai menyukai musik pada saat kanak-kanak. Lahir di keluarga yang menggemari musik, dia pertama kali tertarik dengan gitar, kemudian berubah ingin menjadi vokalis. Pada saat berusia 14 tahun, dia mulai tampil secara profesional dan membangun karakter suaranya yang terkenal hingga kini.

Pada 1968, David Coverdale didekati oleh band ‘cover’ lokal The Skyliners, untuk bergabung dengan mereka sebagai vokalis. Mereka bermain di seputaran wilayah, dari klub malam kabaret hingga kampus lokal, dan menjadi pembuka bagi nama-nama besar saat itu seperti Elkie Brooks dan The Paper Dolls. Kemudian mereka merubah nama band menjadi The Government, band ini menikmati kesuksesan tapi akhirnya memutuskan untuk tidak menjadi profesional. Kemudian David Coverdale menemukan sebuah tambatan karir baru dengan grup lokal, The Fabulosa Brothers.

Deep Purple

Pada 1972, David Coverdale mulai mendapatkan ketenarannya saat dia melihat di majalah musik Inggris, Melody Maker, iklan band Deep Purple yang sedang mencari seorang vokalis. Band itu, yang telah terbentuk sejak 1968, sedang mengadakan audisi vokalis baru untuk menggantikan vokalis lamanya, Ian Gillan. David Coverdale telah akrab dengan Deep Purple saat dia masih dengan The Government, dan memutuskan untuk mencoba audisi itu. Setelah mengirimkan rekaman The Fabulosa Brothers, dia diundang untuk audisi. Band itu sangat terkesan dengan suara dan kemampuan menulis lagunya, alhasil dia kemudian berhasil didaulat sebagai vokalis utama baru. Pada 8 Desember 1973, David Coverdale manggung dengan Deep Purple untuk pertama kalinya di Swedia.

DEEP PURPLE 'MARK IV'
Deep Purple ‘Mark IV’ (ki-ka): Jon Lord, Glenn Hughes, Ian Paice, David Coverdale, Richie Blackmore, berpose foto pada 9 Desember 1973 di Copenhagen, Denmark (Foto: Jorgen Angel/Redferns)

Saat tahun-tahun pertamanya dengan band itu, David Coverdale telah melakukan tur ke seluruh Amerika Serikat (AS), manggung di Madison Square Garden, the Nassau Coliseum dan, yang paling tenar, California Jam festival di the Ontario Motor Speedway. Pertunjukan yang disiarkan ke TV, yang meliputi band-band terkenal seperti The Eagles dan Earth, Wind & Fire, menarik lebih dari 250.000 penggemar, mengekspos band ke khalayak yang lebih luas.

Pada Februari 1974, Deep Purple merilis album studionya yang ke-8, Burn, yang pertama dengan line-up baru bersama David Coverdale. Album itu mendapatkan Sertifikasi Emas di AS, dan masih merupakan hasil terbaik bagi band. Lagu-lagunya, dengan dua rekrutan baru, David Coverdale dan bassis merangkap vokalis Glenn Hughes, memiliki sound baru yang soulful. Trek penutup, ‘Mistreated’, menampilkan penampilan solo dari David Coverdale. Lagu yang nge-blues dan penuh penjiwaan menjadi ciri khasnya, di masa-masa setelah bersama dengan Deep Purple.

Cover album ‘Burn’ milik Deep Purple (1974).

Pada Desember 1974, Deep Purple merilis album berikutnya, Stormbringer, yang juga mendapatkan Sertifikat Emas, baik di AS maupun Inggris. Pengaruh funk dan soul dari David Coverdale terlihat jelas di album ini. Hal ini mengakibatkan keluarnya gitaris Ritchie Blackmore, yang memilik ketertarikan musikal pribadi yang berbeda dengan sound baru mereka. Setelah kepergiannya, David Coverdale membujuk anggota band ini untuk berlanjut dengan gitaris baru, Tommy Bolin dari The James Gang, di mana dengan Tommy Bolin, mereka merilis satu album lagi, Come Taste the Band (1975). Album ini ternyata tidak sukses seperti album sebelumnya, yang berbuntut kepada pembubaran band ini pada tahun berikutnya. 

Solo Karier

Mengalami rasa takut, tapi siap untuk melanjutkan kariernya, David Coverdale mulai bekerja keras sebagai artis solo. Meskipun era itu perkembangan musik punk rock sedang tumbuh subur, dia mantap dengan akar blues dan rock n’ roll-nya. Pada Februari 1977, dia merilis album pertamanya dengan judul White Snake, dengan semua lagu ditulisnya bersama gitaris Micky Moody. Pada 1978, dia merilis album solo keduanya, Nortwinds, dengan memperoleh respons yang lebih bagus dibandingkan album sebelumnya. Kedua album tersebut mencerminkan rasa percaya dirinya yang makin tumbuh untuk karier masa depannya di luar Deep Purple.

Cover album solo debut David Coverdale, ‘White Snake’ (1977).

Whitesnake

Sebelum album keduanya dirilis, David Coverdale sudah mulai membentuk band barunya, Whitesnake. Aslinya hanya sebagai sebuah nama band tur untuk album solo pertamanya yang berjudul sama, Whitesnake lantas menjadi grup rock sepenuhnya yang terdiri dari David Coverdale, gitaris Bernie Marsden dan Micky Moody, dramer David “Duck” Dowle, dan kibordis Brian Johnston.

WHITESNAKE, 1978
Whitesnake, 1978 (Foto: Brian Griffin)

Mini album perdana Whitesnake, Snakebite (1978), langsung cepat terkenal di Inggris. Tentu saja, David Coverdale bukanlah nama yang perlu diperkenalkan lagi di negeri sistem kerajaaan itu. Album full length debut mereka, Trouble (1978), dirilis pada musim gugur tahun itu, mencapai No. 50 di UK album charts. Kemudian disusul Lovehunter (1979), meskipun membuat geleng-geleng kepala dengan sampul album yang agak beresiko, menjadi album Top 30 di Inggris. Kesuksesan album pertama mereka membantu Whitesnake mendapatkan pengikut yang besar di seantero Eropa.

WHITESNAKE - LOVEHUNTER
Cover album ‘Lovehunter’ Whitesnake yang keren banget, koleksi piringan hitam seorang penggemar (Foto: Twitter @HaraldKvassheim)

Band ini pertama kali menarik minat publik Amerika pada 1980 dengan hit ‘Fool for Your Loving’, ditarik dari album ketiga mereka, Ready an’ Willing (1980). Lagu itu mencapai No. 53 di Billboard Hot 100 chart. Band ini kemudian menyeberang laut Atlantik untuk menjadi aksi pembuka untuk raksasa hard rock Australia AC/DC dan Jethro Tull, sebuah penyesuaian yang besar, saat band ini didaulat sebagai pembuka bagi pertunjukan para selebriti Amerika. Whitesnake melanjutkan kesuksesan mereka dengan tiga rekaman berikutnya, Live in the Heart of the City, Come An’ Get It dan Saints & Sinners, yang semuanya mendarat di daftar Top 10 di Inggris.

Pada 1982, menurut majalah rock Inggris Kerrang!, David Coverdale pernah diminta untuk mengambil posisi vokalis dengan Black Sabbath menyusul kepergian Ronnie James Dio. Namun David Coverdale menolak. Wow! Gila, Black Sabbath ditolak. Penawaran yang menarik dan impian bagi tiap musisi rock, namun keputusan itu yang terbaik untuk karier David Coverdale sang pawang ‘Ular Putih’ yang sedang mekar popularitasnya.

Whitesnake mengambil sebuah direksi musikal baru pada 1982, dengan memasukkan beberapa anggota baru, antara lain dramer Cozy Powell dan bassis Colin Hodkinson. Pada 1984, album Slide It In masuk ke US Charts (mencapai No. 40), tapi dianggap tidak cukup menjadi hit. Pada 1987, album self-titled milik band ini menjadi tanda kesuksesan mainstream pertama mereka di AS. Album itu tetap terjual selama 1987 dan 1988, dan memuncaki No. 2 di US album charts. Lagu yang paling terkenal antara lain balada ‘Is This Love’, ‘Still of the Night’ dan single hit No. 1, ‘Here I Go Again’.

WHITESNAKE (1987)
Cover album self-titled alias ‘Whitesnake’ (1987) yang dinobatkan oleh semua media mainstream sebagai salah satu album rock terbaik di dekade ’80an.

Pada 1989, David Coverdale merekrut gitaris Adrian Vandenberg untuk merekam album baru, Slip of the Tongue. Adrian Vandenberg ikut menulis keseluruhan album dengan David Coverdale, tapi mengalami cedera pergelangan tangan yang membuatnya tidak bisa melakukan solo gitar. Kemudian gitaris virtuoso Steve Vai direkrut, merekam ulang sebagian besar bagian Adrian Vandenberg dan menyelesaikan album. Saat dirilis, album itu meraih kesuksesan komersil besar di Eropa dan AS. Album itu mencapai No. 10 di AS, dan menerima status Platinum.

WHITESNAKE (1989)
Whitesnake, 1989 (ki-ka): Adrian Vandenberg (gitar), Tommy Aldridge (dram), Steve Vai (gitar), Rudy Sarzo (bass), David Coverdale (vokal). (Foto: Classic Rock)

Pada 1990, di tengah aktivitas Whitesnake, David Coverdale menyanyikan dan ikut menulis (dengan Hans Zimmer dan Billy Idol) lagu ‘The Last Note of Freedom’ untuk film yang disutradarai Tony Scott dan dibintangi aktor Tom Cruise, berjudul Days of Thunder.

Demikian pula saat David Coverdale melakukan sebuah kolaborasi dengan sesama legenda hidup musik rock, Jimmy Page, gitaris ‘the mighty’ Led Zeppelin, bernama Coverdale-Page, yang albumnya dirilis pada Maret 1993 dan mendapatkan kesuksesan secara komersil dan menuai pujian kritik.

COVERDALE-PAGE
Coverdale-Page, duo rock maut yang sukses besar (Foto: Pinterest.com)

Setelah bertahun-tahun mereguk kesuksesan, David Coverdale mengambil istirahat sejenak dari musik pada 1997 dan membubarkan Whitesnake. Namun kembali melakukan tur reuni pada 2002 dengan line-up band baru. Pada 2008, band merilis Good to Be Bad, bersama gitaris Doug Aldrich dan Reb Beach (Winger), album studio pertamanya dalam 10 tahun lebih.

Pada 2000, David Coverdale merilis album solo pertamanya dalam 22 tahun, berjudul Into the Light. Meski album ini bukan sebuah hit, ini menandakan kembalinya David Coverdake ke bisnis musik.

WHITESNAKE, 2018
Whitesnake saat konser, 2018 (Foto: Ultimate Classic Rock)

Pada 25 Maret 2011, album studio Forevermore dirilis. Pada Mei 2015, Whitesnake merilis The Purple Album, sebuah album studio yang berisi lagu-lagu milik Deep Purple di mana David Coverdale pernah menyanyikannya. Wah…wajib punya nih, album yang menyatukan para penggemar Whitesnake dan Deep Purple!

Terakhir, Whitesnake merilis album studio ke-13, Flesh & Blood pada 10 Mei 2019 melalui Frontiers Records. Video klip lagu andalannya, ‘Shut Up & Kiss Me’ telah dirilis terlebih dahulu via YouTube. Selain musiknya yang masih bertenaga seperti di era ’80an, vokal David Coverdale pun tidak termakan usia senjanya yang kini 68 tahun. Saksikan sendiri videonya di bawah ini:

Kehidupan Pribadi

David Coverdale telah menikah sebanyak 3 kali. Dia mempunyai seorang putri, Jessica (lahir 1978) dari istri pertamanya, Julia Borkowski asal Jerman. Pernikahan keduanya adalah dengan aktris dan model Tawny Kitaen dari 1989-1991, yang dikenal karena kemunculannya sebagai gadis model di beberapa video klip Whitesnake (‘Here I Go Again’, ‘Is This Love’ dan ‘Still of the Night’). Sejak 1997, dia menikah dengan istrinya yang bertahan hingga kini, Cindy Barker, seorang penulis (The Food That Rocks), mereka mempunyai seorang putra, Jasper, lahir pada 1996.

David Coverdale bersama istrinya, Cindy (Foto: David Coverdale Facebook).

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi
Sumber: Berbagai Literatur

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Scorpions

Pengamen Pejuang Konser SCORPIONS Telah Ditemukan Promotor!

Pak Novian, pengamen pejuang konser Scorpions yang videonya viral di media sosial. Tim dari Rajawali Indonesia, promotor yang menggelar JogjaROCKarta Festiv

on Feb 23, 2020
Scorpions

Vokalis SCORPIONS, Klaus Meine Jalani Operasi Batu Ginjal Di Tengah Tu...

Klaus Meine di kamar rumah sakit di Melbourne, Victoria, Australia (Foto: Scorpions.com) Vokalis Scorpions, Klaus Meine telah berbicara untuk pertama kaliny

on Feb 23, 2020
Pengamen Scorpions

Seorang Pengamen Akan Dipertemukan Dengan SCORPIONS Karena Usahanya

Pengamen yang viral karena perjuangannya untuk menonton konser Scorpions. Video seorang pria paruh baya yang mengamen demi bisa menyaksikan band idolanya,

on Feb 15, 2020
JogjaROCKarta 2020

Line-Up JogjaROCKarta Festival 2020 Sudah Komplit, Bersiaplah Rock Man...

Pergelaran akbar festival musik rock internasional JogjaROCKarta yang ke-4 ini telah mengumumkan line-up komplitnya pada Minggu (9 Februari) kemarin melalu

on Feb 10, 2020