×
×

Search in Mata Mata Musik

Debbie Harry Bahas Saat Lagu ‘Call Me’ Blondie Puncaki Chart Selama 6 Minggu

Posted on: 04/1/20 at 6:30 am

Debbie Harry (Foto” Gettyimages).

Sebagai vokalis dari band rock legendaris Blondie, Debbie Harry telah menjadi ikon tetap dalam budaya pop selama hampir setengah abad. Band pionir new wave yang telah dilantik oleh Rock & Roll Hall of Fame itu telah merilis 11 album studio hingga saat ini, dan telah menjual sekitar 40 juta album di seluruh dunia, menurut Sony Music. Lagu-lagu ciptaan Blondie juga telah empat kali muncul di posisi No. 1 dalam chart Billboard Hot 100: ‘Heart of Glass’, ‘Call Me’, ‘The Tide is High’ dan ‘Rapture’.

Baca juga: Debbie Harry Kupas Detail Memilukan Di Face It, Memoar Barunya

“Segera setelah saya mendengar Debora (nama asli Debbie Harry) menyanyikan versi mentah dari lagu ‘Call Me’, saya tahu kami telah mendapatkan sebuah lagu hit,” kata Giorgio Moroder, yang ikut menulis dan memproduksi lagu hit terbesar Blondie bersama Debbie Harry untuk film ciptaan Paul Schrader, American Gigolo. Lagu itu menguasai chart Billboard Hot 100 selama enam minggu dimulai pada April 1980, dan mengakhiri tahun sebagai single terbaik tahun 1980 dalam edisi akhir tahun dari majalah Billboard. Blondie unggul di depan lagu ‘Another Brick in the Wall (Part II)’ oleh Pink Floyd, ‘Magic’ oleh Olivia Newton-John dan ‘Rock With You’ oleh Michael Jackson. Tahun berikutnya, lagu tersebut berhasil menghasilkan beberapa nominasi bagi Blondie di Grammy Awards dan Golden Globes, masing-masing untuk Best Rock Performance dan untuk Best Original Song.

Pada tahun 2019, Debbie Harry merilis otobiografinya, Face It, di mana dia menceritakan hari-hari awal Blondie di kota New York dan menjadi performer di klub punk yang ikonik, CBGBs, di mana mereka tampil bersama David Bowie, The Ramones, Television, Talking Heads, Iggy Pop dan banyak artis lainnya.

Di bawah ini, Debbie Harry mengingat kesuksesan yang tidak terduga dari lagu ‘Call Me’ 40 tahun lalu.

“Chart Billboard Hot 100 waktu itu dianggap sebagai patokan dasar untuk industri musik pada saat bisnis label sedang berjaya. Mendapatkan Airplay adalah tujuan utama untuk sebuah band komersial, dan pada saat itu yang sangat disukai chart adalah suara blues-rock. Kami telah keluar dari nuansa musik klub, tapi selera musik pada umumnya perlahan-lahan berubah. Pada saat itu, orang bereksperimen dengan ide ‘crossover’ dan menggunakan gaya musik yang berbeda-beda, dengan cara yang dianggap normal dan dilakukan dengan sangat santai pada masa sekarang”.

Baca juga: Debbie Harry Umumkan Autobiografinya!

“Ketika ‘Call Me’ mencapai No. 1 pada April 1980, kami sedang melaksanakan tur. Saya melakukan banyak promo, pergi ke stasiun radio, dan kami melakukan banyak penampilan untuk lagu itu, yang terasa benar-benar menarik dan luar biasa. Mereka membagikan banyak piringan hitam pada waktu itu, dan saya ingat berbicara dengan Giorgio Moroder yang sangat antusias dan melompat kegirangan. Dia memiliki begitu banyak lagu hit saat itu, tetapi yang ini jauh lebih penting baginya, karena masuknya itu lagu di industri film juga”.

“Untuk bisa menghabiskan enam minggu di No. 1 adalah amplifikasi lengkap dari semua yang telah kami capai di luar Amerika Serikat (AS). Kami tidak mengharapkannya, tetapi itu melegitimasi kami di negara ini dan membuat orang-orang menyadari bahwa kami berjiwa petualang dan memiliki visi yang dapat melampaui gaya musik pada masa itu. Kami sangat mendalami jiwa punk kami, dan kami merasa senang tapi berperang pada saat yang sama. Saya mendengar sedikit pengaruh lagu ‘Call Me’ dalam karya artis-artis lain bahkan hingga hari ini, bukan penjiplakan, tetapi hanya kesamaan. Musik terkadang sukses dan terkadang tidak. Itu hanyalah momen yang tepat, waktu yang tepat, dan suara yang tepat. Lagu itu terasa cocok dengan satu sama lain. Apa yang bisa dibuat lebih baik? Apa lagi yang kalian mau minta?”.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Megan Thee Stallion dan Beyonce.

Lagu ‘Savage’ Megan Thee Stallion dan Beyoncé Tembus No. 1 di Cha...

Megan Thee Stallion dan Beyonce. (Foto: Urban Islandz). ‘Savage’, lagu viral milik rapper Megan Thee Stallion yang menampilkan sang superstar Beyoncé,

on May 28, 2020
6ix9ine

Tekashi 6ix9ine Tuduh Ariana Grande dan Justin Bieber Sogok Chart Bill...

Justin Bieber, Ariana Grande, Tekashi 6ix9ine. (Foto: Yahoo). Tekashi 6ix9ine sepertinya baru mengerti bahwa fanbase Ariana Grande dan Justin Bieber memilik

on May 20, 2020
Doja Cat dan Nicki Minaj

Lagu Kolab Doja Cat dan Nicki Minaj Tembus No. 1 di Chart Billboard Ho...

Doja Cat dan Nicki Minaj. (Foto: MTV). Agak sulit dipercaya tetapi, sejak merilis album debutnya, Pink Friday, rapper jagoan twerking Nicki Minaj telah menc

on May 13, 2020
Travis Scott dan Kid Cudi

Lagu ‘The Scotts’ Travis Scott dan Kid Cudi Debut No. 1 Di Chart B...

Travis Scott dan Kid Cudi. (Foto: Matt Baron/Shutterstock; Chris Pizzello/Invision/AP/Shutterstock). Hanya satu minggu setelah pertama kali dirilis secara p

on May 5, 2020