×
×

Search in Mata Mata Musik

Deborah Dugan Resmi Dipecat Dari Jabatan CEO Oleh Recording Academy

Posted on: 03/3/20 at 11:32 am

Deborah Dugan.

Dewan pengawas dari perusahaan yang menciptakan Grammy Awards, Recording Academy, secara resmi telah menghentikan pekerjaan Deborah Dugan sebagai presiden/CEO pada hari Senin (2 Maret) kemarin setelah menempatkannya pada cuti administratif berbayar sejak 16 Januari.

Keputusan itu diumumkan setelah dua proses investigasi independen terkait Deborah Dugan: Satu penyelidikan mendalami tuduhannya terhadap Recording Academy dan satu lagi mendalami berbagai keluhan yang telah diajukan terhadap Deborah Dugan oleh anggota staf Recording Academy, termasuk mantan asistennya. Pekerjaan Deborah Dugan dihentikan tanpa bentuk penyelesaian atau pembayaran apa pun dari Recording Academy.

Recording Academy atau yang biasa disebut The Academy juga mengutip “kampanye media yang tidak beralasan dan merusak yang ia luncurkan dalam upayanya, tanpa pembenaran, untuk menggagalkan acara Grammy Awards” dan “kekurangan dan kegagalannya dalam segi manajemen yang konsisten” sebagai faktor pengambilan keputusan.

“Semua ini membuat para pemimpin The Academy yang terpilih untuk menyimpulkan bahwa keputusan ini adalah demi kepentingan perusahaan ini yang terbaik,” tertulis sebuah pernyataan dari sang organisasi non-profit itu, yang menyelenggarakan acara tahunan Grammy Awards.

Menurut sebuah pernyataan dari The Academy, berbagai investigasi dilakukan oleh individu yang tidak memiliki hubungan sebelumnya dengan The Academy dan diwawancarai oleh total 37 saksi mata.

Pemecatan resmi Deborah Dugan adalah langkah terbaru dalam pertempuran yang semakin buruk antara Recording Academy dan mantan pemimpinnya, yang bergabung pada Agustus 2019 lalu.

Setelah ditempatkan dalam cuti administratif pada 16 Januari – hanya 10 hari sebelum acara tahunan Grammy Awards yang ke-62 – di tengah tuduhan mengenai kasus bullying di tempat kerja, Deborah Dugan mengajukan sebuah keluhan diskriminasi dengan Equal Employment Opportunity Commission (EEOC) terhadap The Academy pada 21 Januari, menyebut The Academy sebagai sebuah “klub (khusus) laki-laki” dengan prosedur pemilihan pemenang Grammy yang “korup”. The Academy dengan keras membantah klaim tersebut, terutama ketika berkaitan dengan pemilihan pemenang Grammy.

Dalam keluhan yang setebal 44 halaman itu, Deborah Dugan juga menuduh penasihat umum organisasi itu, Joel Katz, atas tindakan pelecehan seksual, dan mengungkap tuduhan kasus pemerkosaan sebelumnya yang diajukan terhadap pendahulunya, Neil Portnow. Katz dan Portnow sama-sama menyangkal tuduhan itu.

Sementara kedua belah pihak pada awalnya mencoba untuk menyelesaikan perselisihan mereka dengan tenang, sebelum masa hukuman Deborah Dugan, The Academy menuduh bahwa proses negosiasinya gagal setelah Deborah Dugan meminta US$ 22 juta (Rp 313 miliar) untuk pergi dari kasus ini. The Academy membalas dengan tawaran sebesar jutaan dolar, dua sumber mengatakan pada Billboard, tetapi Deborah Dugan menolaknya.

Baca juga: The Recording Academy Majukan Grammy Awards 2020?

Bulan lalu, Deborah Dugan meminta The Academy untuk membebaskannya dari klausul arbitrase yang dia tandatangani sebagai bagian dari perjanjian kerja ketika dia mengambil jabatan itu. The Academy menolak permintaannya, meskipun ia bersedia untuk melepaskan ketentuan kerahasiaannya, yang memungkinkan proses hukum ini untuk dijalankan secara publik.

Deborah Dugan dan The Academy memasuki fase mediasi untuk merundingkan penyelesaian pada 20 Februari.

“Meskipun kami memang berpartisipasi dalam beberapa diskusi penyelesaian atas permintaan Ms. Dugan setelah dia menyatakan bahwa itu adalah keinginannya untuk meninggalkan The Academy dan dibeli dari kontrak kerjanya, kami akhirnya terpaksa untuk memberhentikan Ms. Dugan sebagai Presiden/CEO kami,” kata komite eksekutif Recording Academy dalam bentuk surat kepada para anggota yang mengumumkan pemberhentian Deborah Dugan. “Dengan tidak mengeluarkan Nona Dugan dari organisasi ini pada saat itu akan menyebabkan kami untuk melanggar nilai-nilai kami. Kami tidak bisa menghadiahinya dengan penyelesaian yang menguntungkan dan dengan demikian menetapkan preseden bahwa perilaku seperti miliknya tidak memiliki bentuk konsekuensi. Para anggota dan karyawan kami, dan seluruh industri musik, patut diperlakukan lebih baik dari itu”.

Menurut surat itu, The Academy akan mulai mencari presiden/CEO baru dalam beberapa hari mendatang, “yang akan memanfaatkan keanggotaan The Academy yang beragam dan penuh nilai sejarah dan dapat membantu kami mengubahnya untuk melayani anggota kami dengan lebih baik hari ini dan di masa depan”. Sang ketua dewan Harvey Mason Jr. telah menjabat sebagai CEO sementara.

“Kami menyadari bahwa kami tidak sempurna, tetapi kami ingin Anda tahu bahwa perhatian dan energi kami akan tetap tertuju pada Anda dan pada perubahan positif yang kami buat bersama,” bunyi bagian penutup pada surat itu. “Kami tidak akan terganggu dari ini. Kami akan menggunakan momen ini untuk merenungkan di mana kami bisa menjadi lebih baik, dan berjanji untuk mewujudkan masa depan di mana organisasi kami dikenal dengan keanekaragaman, transparansi, kreativitas, rasa saling menghormati, dan keunggulan secara keseluruhan”.

Sementara itu, Deborah Dugan terus menuduh bahwa upayanya untuk mengubah The Academy dan budayanya disambut dengan perlawanan sengit. Pengangkatannya dipandang sebagai awal dari era baru untuk The Academy, yang masa jabatan sang mantan pemimpinnya Portnow ternoda oleh komentar kontroversial di acara Grammy Awards 2017 ketika ia mengatakan bahwa wanita dalam musik harus “melangkah lebih” untuk bisa diakui.

Dalam sebuah pernyataan kepada Billboard, pengacara dari Deborah Dugan, Douglas H. Wigdor dan Michael J. Willemin dari Wigdor LLP mengatakan: “Keputusan The Academy untuk menghentikan Deborah. Dugan dan segera membocorkan informasi kepada pers lebih lanjut menunjukkan bahwa mereka tidak akan berhenti untuk melindungi dan mempertahankan budaya kebencian terhadap wanita, diskriminasi, pelecehan seksual, korupsi dan konflik kepentingan. Keputusan itu tercela dan, pada waktunya, The Academy, kepemimpinannya dan pengacaranya akan bertanggung jawab di bawah hukum”.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Recording Academy dan MusicCares

Recording Academy dan MusiCares Siapkan Dana Bantuan Virus Corona Untu...

(Foto: Instagrsm.com/@recordingacademy). Banyaknya industri musik yang terhuyung-huyung akibat wabah virus Corona yang sedang merebak. Recording Academy dan

on Mar 19, 2020
BTS

Absennya BTS di Nominasi Grammy 2020 Tuai Berbagai Tanda Tanya

Setiap tahun, Grammy merilis daftar nominasi mereka. Dan setiap tahun, fans mengutarakan kemarahan mereka atas ‘ketidakadilan’ yang dirasa. Tapi daftar nom

on Nov 21, 2019
The Recording Academy Majukan Grammy Awards 2020

The Recording Academy Majukan Grammy Awards 2020?

Organisasi yang menggelar ajang Grammy Awards ini mengambil rencana tersebut untuk memberi jarak antara penanyangan Grammy dan Oscar di TV. Oleh: Hugh McInt

on Mar 27, 2019