×
×

Search in Mata Mata Musik

Demi Warisan Yang Teratur, The Beach Boys Menjual Hak Kekayaan Intelektualnya

Posted on: 02/20/21 at 8:00 am

Demi Warisan Yang Teratur, The Beach Boys Menjual Hak Kekayaan Intelektualnya
The Beach Boys.

Entah itu untuk menopang warisan mereka atau untuk memberi kompensasi hilangnya pendapatan tur konser selama pandemi, tahun lalu kita telah melihat deretan artis lawas nan legendaris seperti Bob Dylan, Neil Young, Stevie Nicks yang menjual hak cipta katalog lagu mereka. The Beach Boys adalah artis dari angkatan lawas terbaru yang mengikuti trend menjual hak cipta, bahkan mereka telah mengambil langkah yang lebih besar dengan menjual seluruh kendali kepentingan dalam hak kekayaan intelektual mereka.

Baca juga: Neil Young Menjual Separuh Hak Cipta Dari 1.180 Lagu Asli Yang Ditulisnya

Pemain lama bisnis musik yang kuat, Irving Azoff, dari perusahaan Iconic Artists Group yang baru diluncurkan telah menandatangani kesepakatan dengan The Beach Boys untuk sejumlah nilai transaksi yang tidak diungkapkan. Dengan perjanjian tersebut, Iconic sekarang memiliki semua master rekaman album The Beach Boys, bagian dari hak penerbitan, memorabilia, dan – yang paling menarik – seluruh brand The Beach Boys, termasuk kemiripan fisik para anggota bandnya.

Keputusan untuk menjual hak-hak The Beach Boys tersebut dibuat oleh anggota band yang masih hidup, yakni Brian Wilson, Mike Love, dan Al Jardine, bersama dengan dua putra dari Carl Wilson, Jonah dan Justyn, yang mengambil alih warisan milik ayah mereka setelah meninggal pada tahun 1998. Semua orang tetap memiliki kepentingan terpada aset-asetnya, hanya sekarang Iconic yang memiliki kendali atas semua keputusan bisnis utama di bawah bendera The Beach Boys.

Ini mungkin tampak seperti langkah yang drastis – dan memang demikian – tetapi ini juga menyelesaikan masalah lama di dalam band The Beach Boys. Sejak Brian, Dennis, dan ayah Carl, Murry Wilson, menjual perusahaan penerbitan band pada tahun 1969 ke A&M Records hanya dengan US$ 700.000, perselisihan telah mendominasi karier band rock and roll ini. Para anggota band menyewa manajer individu dan sering membawa satu sama lain dan label mereka ke pengadilan untuk menuntut kredit dan royalti mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, Mike telah melakukan tur di bawah bendera The Beach Boys sementara Brian bermain solo.

Dengan menyerahkan haknya kepada Iconic, harapannya brand band ini bisa lebih sukses dari sebelumnya. “Mereka dapat membuat keputusan akhir tentang keputusan bisnis, yang benar-benar kami butuhkan – apa yang kami butuhkan, saya harus katakan,” kata Jardine kepada Rolling Stone.

Di masa lalu, The Beach Boys telah mencoba meluncurkan hal-hal seperti restoran dan lini pakaian, tetapi seperti yang dikatakan Jardine, semuanya “hancur total”. “Menurut saya, kami hebat dalam musik, tapi mungkin kami enggak sehebat itu dalam memajukan brand (band) kami,” tambahnya.

Iconic bermaksud untuk memperbaikinya. “Dalam banyak hal, itulah yang dilakukan Jimmy Buffett dengan Margaritaville sebelum Margaritaville. Itu tidenggak pernah selesai,” kata CEO Iconic Artists Group, Olivier Chastan kepada Rolling Stone. “The Beach Boys, dalam arti tertentu, bukan hanya sebuah band. Mereka adalah gaya hidup. Mereka adalah brand konsumen. Dan mereka enggak pernah benar-benar memanfaatkannya”.

Iconic berencana untuk mengembangkan dan memonetisasi brand The Beach Boys di mana saja, memanfaatkan media sosial untuk memanfaatkan penggemar baru dan memanfaatkan keuntungan dari film dokumenter, biopik, dan penempatan soundtrack. Anggota band itu sendiri mengarahkan pandangan mereka pada berbagai kemungkinan.

“Enggak ada batu yang terlewat,” kata Mike. “Mungkin ada musikal di Broadway, hal-hal yang belum kami lakukan. Lihatlah apa yang terjadi dengan Four Seasons dan Jersey Boys, sukses besar di seluruh dunia. Enggak ada alasan mengapa hal yang sama enggak berlaku untuk Beach Boys”.

Jardine mengatakan dia “ingin bersenang-senang” dengan melestarikan warisan band melalui pencitraan brand band yang terlalu besar. “Kamu sampai pada titik di mana itu menjadi sangat serius, bisnis memiliki warisan. Mungkin kita akan memiliki taman hiburan kecil di suatu tempat, atau, saya enggak tahu, restoran. Saya selalu ingin memiliki restoran Beach Boys di suatu tempat,” katanya.

Oliver Chastan dari Iconic melihat lebih jauh ke masa depan. “Dalam lima tahun, saya bisa mengirimi kamu SMS dan mengatakan, ‘Pada jam 2 siang, mari kita kenakan kacamata Oculus Rift kami, dan mari kita lihat Beach Boys merekam ‘Good Vibrations’ di Western Recorders’,” tuturnya membayangkan. “Studio itu masih ada, jadi kami bisa memindai studio secara 3D. Wajah The Beach Boys dapat direplikasi secara digital dengan cukup mudah”.

Satu-satunya kendala untuk semua ini adalah bahwa materi tahun 1960-an yang dijual Murry Wilson sekarang dimiliki oleh Universal. Namun presiden/CEO Universal Music Enterprises, Bruce Resnikoff menyadari bahwa “kemampuan kami untuk melakukan yang terbaik dengan band ini bergantung pada kemampuan untuk bekerja dengan band. Iconic akan mewakili band dengan cara yang hanya akan meningkatkan, menurut saya, nilai untuk semua orang”.

The Beach Boys sendiri tampaknya lebih fokus pada hal-hal yang langsung terjadi, yaitu hari jadi mereka yang ke-60 tahun ini. Mungkin yang paling menarik, Brian Wilson terbuka untuk kemungkinan bergabung kembali dengan rekan bandnya di tur konser. “Ini akan menjadi perjalanan yang luar biasa, sensasi yang luar biasa,” kata Brian, mencatat bahwa dia baru saja mendapatkan dosis pertama dari vaksin Covid-19 dan telah melatih tubuh dan suaranya setiap hari. “Saat kami melakukan tur untuk perayaan 50 tahun kami bersenang-senang. Sungguh menyenangkan bisa bernyanyi bersama Beach Boys lagi”.

Mike Love setuju, mengatakan dia merasa “sangat baik” untuk seorang yang berusia hampir 80 tahun, dan “enggak akan mengesampingkan apa pun” dalam hal reuni. Namun, dia mencatat bahwa kesepakatan baru enggak akan memengaruhi kemampuannya untuk melanjutkan tur dengan nama The Beach Boys sendirian. Tentu saja, setiap perjalanan darat bergantung pada sifat pandemi, tetapi Azoff sendiri “berharap untuk kuartal keempat”.

Baca juga: Bob Dylan Menjual Seluruh Katalog Lagu Yang Ditulisnya Senilai Rp 4,2 Triliun!

Penjualan hak kekayaan intelektual The Beach Boys ke perusahaan seperti Iconic enggak pernah terdengar oleh artis yang masih hidup. Harapannya adalah dengan membereskan urusan bisnis mereka sebelum mereka meninggal. Dengan demikian mereka akan terhindar dari banyak drama hukum yang mengelilingi pasca kematian para legenda seperti Tom Petty dan Prince. Pada saat yang sama, semua orang yang terlibat memiliki kesempatan untuk memanfaatkan warisan band ini semaksimal mungkin sementara band itu sendiri masih ada untuk menikmatinya.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Gelora Saparua

    Gelora Saparua: Episentrum Sejarah Geliat Rock & Metal Indonesia

    Gelora Saparua. Sesuai namanya, Gelora adalah akronim dari Gelanggang Olahraga. Selain lapangan atletik dan taman sarana umum, salah satu tempat di dalam a

    on Jun 7, 2021
    AC/DC

    AC/DC 'Highway To Hell' Dicover Sempurna Bocah 7 Tahun, Keren Gila!

    AC/DC cover? Lagu-lagunya tentu sudah ribuan kali di-cover oleh ribuan orang di dunia. Tetapi akan menarik ceritanya jika yang meng-cover adalah seorang bo

    on Jun 4, 2021
    God Bless

    God Bless Ungkap Arti Rayakan 48 Tahun Karier Via Lagu 'Mulai Hari Ini...

    Tonggak awal bagi legenda hidup rock Indonesia God Bless dimulai pada tanggal 4 dan 5 Mei 1973. Pada 5 Mei, nama God Bless disepakati oleh para personelnya

    on May 5, 2021
    The Brandals

    The Brandals Setia Dengan Nuansa Punk Rock Via Single 'Belum Padam'

    The Brandals. (Foto: Ade Branuza). Gerombolan rocker sejati The Brandals merilis single terbaru bertajuk 'Belum Padam'. Sejak 21 Maret, lagu ini resmi diril

    on Mar 22, 2021