×
×

Search in Mata Mata Musik

Di Single Baru ‘Bad Girl’, DAYA Dobrak Batasan Gender, Seksualitas & Ekspresi

Posted on: 02/11/21 at 10:30 am

Di Single Baru 'Bad Girl', DAYA Dobrak Batasan Gender, Seksualitas & Ekspresi
Daya. (Foto: Clyde Monroe).

Pemenang Grammy Awards sekaligus musisi multi-platinum Daya melanjutkan kiprahnya di belantika musik lewat single terbarunya, ‘Bad Girl’ via AWAL/Sandlot & Kasher Records yang kini dapat didengarkan di berbagai platform musik digital. Lagu ini ditulis Daya bersama JKash, Michael Pollack, Madison Love and Andrew Goldstein. ‘Bad Girl’ diproduseri oleh Goldstein dan Charlie Puth. Lagu ini akan mulai tayang di Top 40 radio pada 16 Februari dan juga merupakan salah satu lagu dari album Daya yang akan dirilis tahun ini.

Baca juga: The Chainsmokers Konser Tanpa Terapkan Social Distancing Dibully Netizen

Karier Daya meroket pada tahun 2016 lewat album debut bersertifikasi emas miliknya, Sit Still, Look Pretty. Doi juga pertama kali mendapatkan Grammy Awards untuk lagu hits multi-platinum-nya bersama The Chainsmokers, ‘Don’t Let Me Down’. Setelah kesibukannya di tahun itu, Daya mengambil waktu untuk rehat sejenak dan fokus pada dirinya sendiri, mengalihkan diri pada seni yang sesuai kata hatinya. Hasilnya adalah musik paling percaya diri sepanjang kariernya, penuh dengan semangat independen khasnya, seperti di lagu ‘Bad Girl’ ini.

“Menurutku, lirik ‘Bad Girl’ enggak hanya tentang ‘anak bermasalah’ atau pemberontak, tetapi ‘Bad Girl’ bisa jadi siapa pun yang percaya diri dan menampilkan diri mereka terus terang ke seluruh dunia, enggak melulu harus tampil seperti ‘Bad Girl’ umumnya,” ujar musisi berusia 22 tahun ini. “Siapa pun bisa jadi adalah seorang ‘Bad Girl’, dan penampilannya bisa bervariasi dari jaket kulit dan boot hingga gaun dan permata”.

Video klip untuk lagu ini disutradarai oleh Clyde Monroe, menampilkan estetika Hollywood era “jadoel” untuk mempertegas pernyataan Daya tentang femininitasnya. Latar club yang digunakan merupakan simbol utopis di mana enggak ada tekanan untuk ikut arus dan semua orang bebas untuk mengeksplorasi dan mendobrak batasan-batasan gender, seksualitas, dan ekspresi. 

“Aku enggak mudah menerima femininitasku. Ketika aku masih muda, aku enggak suka dipanggil ‘cantik’ dan aku enggak mau ikut trend kecantikan yang standar,” ungkap Daya. “Tapi seiring aku memahami seksualitasku, dan melalui berbagai hubungan, aku mulai menyukai femininitasku, secara fisik maupun mental, terutama karena femininitasku engak lagi merupakan ‘keharusan’ dan didefinisikan dengan bersama seorang lelaki”.

Baca juga: MV Single Pale Waves ‘She’s My Religion’ Soroti Romansa Lesbian Sang Vokalis

‘Bad Girl’ menlanjutkan single terakhirnya ‘First Time’ yang kini sudah mengumpulkan lebih dari 6,6 juta stream di seluruh dunia, serta masuk ke lebih dari 40 playlist manca negara sejak rilis di bulan Oktober 2020 lalu. Lagu tersebut ditulis Daya bersama SHY Martin dan duo produser-penulis lagu multi-platinum asal Swedia Jack & Coke, yang juga memproduseri lagu tersebut. 

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Post Malone X The Chainsmokers

    Post Malone Nilai The Chainsmokers Tidak Salah Walau Konsernya Langgar...

    Post Malone (Foto: Adam Degross), The Chainsmokers (Foto: via Spotify). Post Malone dan podcaster Joe Rogan telah berbicara tentang banyak hal selama sesi p

    on Aug 3, 2020
    The Chainsmokers

    The Chainsmokers Konser Tanpa Terapkan Social Distancing Dibully Netiz...

    The Chainsmokers saat beraksi di Ultra Music Festival 2019. The Chainsmokers ikut serta dalam trend konser drive-in pada hari Sabtu lalu ketika mereka memut

    on Jul 28, 2020
    Coachella

    20 Tahun Coachella Festival: Dari RATM Hingga Ke BLACKPINK

    Film dokumenter untuk memperingati dua dekade salah satu festival seni dan musik terbesar dan prestisius di Amerika Serikat (AS), Coachella Valley Music an

    on May 1, 2020
    THE CHAINSMOKERS

    The Chainsmokers Dipastikan Menjadi Headliner Pada Festival Creamfield...

    The Chainsmokers (Foto: Danilo Lewis) The Chainsmokers menjadi headliner keempat yang diumumkan untuk festival musim panas ini. Creamfields telah membiar

    on Jan 20, 2020