<-- Google Tag Manager -->
×
×

Search in Mata Mata Musik

Dialog Dini Hari Jelajahi Hal Baru Lewat Parahidup!

Posted on: 07/22/19 at 6:37 am

Setelah lima tahun, akhirnya Dialog Dini Hari melahirkan adik untuk album Tentang Rumahku.

Dalam waktu lima tahun nampaknya banyak yang terjadi pada Dadang Pranoto alias Pohon Tua, Brozio Orah dan Deny Surya. “Sebagai band, kami cukup sibuk. Umur album Tentang Rumahku cukup panjang dan membuat kami agak terlena, santai banget menjalaninya. Plus, masing-masing personil punya kesibukan sendiri, itu nggak bisa dipungkiri mempengaruhi waktu bertemu. Klasik ya?” kata si Pohon Tua, vokalis dan gitaris sekaligus penulis lirik utama Dialog Dini Hari.

Rabu kemarin (17/7), Parahidup secara resmi mendarat di beberapa platform pemutar musik digital. Sedangkan format fisiknya akan hadir dalam bentuk deluxe set yang disertai dengan merchandise khusus, dijadwalkan akan meluncur pada Agustus 2019 melalui pesta peluncuran untuk Parahidup.

Dialog Dini Hari menawarkan pendekatan musikal yang baru lewat Parahidup. Kalau kalian dengarkan dengan seksama, ada beberapa kesegaran yang ditampilkan oleh trio ini, seperti peran keyboard dan sampling yang nampaknya mulai mendapat tempat. “Kami memadukan apa yang terjadi hari ini, yang kita pegang sebagai influence dan beberapa alat instrumen yang kita punya dan harus kita gunakan secara maksimal.”

“Kami mengajak pendengar menjejalah batas-batas bermusik tiap personil. Didobraknya sekat-sekat mental harus begini, harus begitu. Kami memilih untuk tidak peduli lagi, biarkan lepas saja.”

Dialog Dini Hari daratkan Parahidup pada 17 Juli 2019 lewat Rain Dogs Records.

Walaupun ada sedikit perubahan secara komposisi musik, Dialog Dini Hari tidak banyak mengutak-atik bagian liriknya. “Bisa dibilang masih sama kok, mental kami folk. Musik folk itu kan bicara tentang sensitivitas sosial. Kebiasan manusia pada umumnya, kami tetap berbicara itu. Kami merekam kejadian manusia, alam dan permasalahannya yang membuat saya sebagai penulis lirik tidak pernah kehilangan ide. Masalah kita sebagai manusia itu banyak sekali,” canda si Pohon Tua.

Proses rekaman untuk Parahidup dilakukan sepanjang bulan September sampai Oktober tahun 2018 lalu di Antida Studio dan Straw Sound Studio yang berada di Denpasar. Menggandeng beberapa musisi lain, seperti Aik Krisnayanti, proses mixing dan masteringParahidup sepenuhnya dilakukan oleh sang pemain drum, Deny Surya.

Keterangan Foto Utama: Dialog Dini Hari menghadirkan Parahidup di platform digital. (Foto: dok. Dialog Dini Hari)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Phum Viphurit

Phum Viphurit Umumkan EP Baru, Bangkok Balter Club

EP yang ditulis di Bangkok ini akan rilis pada 8 September. Baca Juga: Summer Noise 2019 Umumkan Line-up Fase Pertama Phum Viphurit beri penghormatan kepad

on Aug 27, 2019
Pusakata

Pusakata Rilis Debut Album, Dua Buku

Setelah tak lagi menjadi bagian dari Payung Teduh, Pusakata rilis debut albumnya. Baca Juga: “Jalan Pulang” Single Pemanasan dari Pusakata Tepat pa

on Aug 1, 2019
Bon Iver Luncurkan Dokumenter Baru Jelang Album Baru & Tur Arena

Bon Iver Luncurkan Dokumenter Baru Jelang Album Baru & Tur

Autumn—dokumenter garapan Andrew Swant—membahas persiapan tur besar Bon Iver dan evolusinya dalam musik. Bon Iver akan meluncurkan i, i pada 30 Agustus

on Aug 1, 2019
Bon Iver Kembali Hadirkan 2 Single Baru Dari i,i

Bon Iver Kembali Hadirkan 2 Single Baru Dari i,i

Justin Vernon dan bandnya akan merilis lanjutan dari album 22, A Million ini pada 30 Agustus mendatang via Jagjaguwar. Menyambut album barunya tersebut, Bo

on Jul 15, 2019