×
×

Search in Mata Mata Musik

Dialog Dini Hari Sebar Optimisme Lewat Single ‘Kulminasi II’ Di Tengah Pandemi

Posted on: 04/21/20 at 11:00 am

Dialog Dini Hari.
Dialog Dini Hari. (Foto: Guswib).

Berada di rumah sehari-hari menunggu tanpa melihat garis ujung dari pandemi Covid-19, membuat tiga orang personil Dialog Dini Hari mencari jalan untuk tetap berbuat sesuatu sekaligus berkontribusi pada hidup orang banyak lewat karya.

Baca juga: Dialog Dini Hari Jelajahi Hal Baru Lewat Parahidup!

Pasca dirilisnya album penuh terbaru mereka pada Juli 2019, Parahidup, trio folk asal Bali ini kembali dengan single ‘Kulminasi II’. Secara khusus, single ini, mendokumentasikan perjalanan umat manusia menghadapi pandemi yang secara global mengubah cara hidup kita semua.

Kendati menghadapi kehidupan yang mencekam, ketiganya masih bergerak untuk menciptakan sebuah karya.

“Masing-masing dari kami punya peralatan rekaman yang mumpuni. Jadi, produksi bisa dikerjakan dari jauh, di rumah masing-masing,” cerita Pohon Tua (vokal dan gitar), penulis lagu utama Dialog Dini Hari. Selain Pohon Tua yang bernama asli Dadang S.H. Pranoto, dua orang personil band yang lain, Brozio Orah (bass dan synthesizer) dan Putu Deny Surya (dram) juga merupakan produser musik. Pohon Tua atau juga biasa dipanggil Dankie ini lebih dahulu dikenal sebagai gitaris band alternative rock, Navicula.

Single ‘Kulminasi II’ ini juga membawa pesan untuk terus bersolidaritas membantu penyediaan APD bagi tim medis yang beraksi di garis depan menghadapi pandemi ini.

Baca juga: Dialog Dini Hari Lepas Single dan tanggal Rilis Album Baru

Bersama dengan single ini, Dialog Dini Hari mengajak berdonasi yang diinisiasi oleh para pelaku kesenian Bali yang didukung BaleBengong & Taman Baca Kesiman lewat rekening BPD Bali 0200 2151 09141 a/n Ni Wayan Desy Lestari, atau Ovo/gopay 0895 3787 3600 0 a/n Fenty Lilian.

“Sebagai seniman, ini yang bisa kami lakukan. Ini yang paling masuk akal bisa kami kerjakan dari rumah,” lanjut Pohon Tua.

Perjalanan kolektif manusia menjalani peristiwa yang belum kelihatan ujungnya ini, juga membuat mereka melakukan refleksi sekaligus menyelami pertanyaan besar akan seperti apa peradaban setelah semuanya berlalu.

“Mungkin ada tatanan yang berubah, tentang bagaimana manusia satu melihat manusia lainnya. Aku antara penasaran dan khawatir juga. Kita yang orang Timur pada dasarnya ‘kan sulit untuk menerima social distancing. Akan seperti apa, itu yang buat aku curiga. Rasanya akan terbawa terus sampai ini semua selesai. Aku pikir, kita akan berubah secara tatanan sosial. Dan ini akan terjadi di berbagai sektor, termasuk ekonomi. Perlu waktu lama. Yang bisa kita lakukan ya, perlu bahu membahu,” terangnya tentang gejala yang coba direkam.

Ia melanjutkan, “Aku masih yakin tetap ada hal baik yang menunggu kita semua di depan nanti,” pungkasnya.

‘Kulminasi II’ rilis pada 17 April 2020 dan sudah bisa didengar di gerai musik digital. Yuk kita dengarkan, gaes.

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Grrrl Gang

    Grrrl Gang Bagikan Kisahnya Di Amerika Dalam MV 'Honey, Baby', Single ...

    Grrrl Gang. (Foto: Carkultera). Setelah lama enggak merilis musik baru, akhirnya trio alternative pop rock asal Yogyakarta, Grrrl Gang kembali menyuguhkan s

    on Feb 17, 2021
    BIAS

    Alt-Rocker Bias Angkat Kesetaraan Gender Via Single 'Selir Pemberontak...

    Bias. (Foto: dok. Bias). Semua orang enggak wajib jadi Feminis, tapi semua orang wajib jadi Humanis. Kesetaraan, keharmonisan, dan simbiosis mutualisme anta

    on Feb 1, 2021
    Album Rock & Metal Paling Diantisipasi 2021

    30 Album Hard Rock & Heavy Metal Paling Diantisipasi Di Tahun 2021

    Tahun 2020 enggak cuma meluluh-lantakkan industri musik, melainkan semua lini kehidupan di dunia. Sementara ini kita memang masih berada di masa pandemi Co

    on Jan 31, 2021
    Boom Boom Car

    Alt-Rocker Boom Boom Car Gambarkan Manusia Serakah Via Single ‘Binat...

    Boom Boom Car. (Foto: dok. Boom Boom Car). Boom Boom Car (BBC) adalah band alternative rock asal Malang yang beranggotakan Hamzah (vokal), Faiq (gitaris uta

    on Jan 28, 2021