×
×

Search in Mata Mata Musik

Dinyatakan Bangkrut, HMV Hong Kong Sale Gila-Gilaan!

Posted on: 08/19/19 at 10:00 am

HMV Hong Kong menggelar ‘sale’ likuidasi terbesar dalam dekade ini sampai 29 Agustus mendatang.

Baca Juga: Tentang Protes Hong Kong, Rapper China Tunjukkan Nasionalisme Mereka

Ratusan orang membanjiri halaman toko HMV Hong Kong pada hari Kamis pagi (15/8), bahkan lama sebelum acara diskon dimulai, untuk mendapatkan barang-barang dengan harga yang sangat miring.

Sale likuidasi HMV yang digelar selama dua minggu—acara obral terbesar dalam satu dekade bagi peretail yang dinyatakan bangkrut—dimulai pukul 11:00 waktu setempat di W Square, Wan Chai. Lebih dari 100.000 CD, DVD, rekaman vinyl, mainan, iPhone dan headphone tersedia dengan harga diskon mulai dari 50 hingga 90 persen.

Alex Fasso, seorang pencinta musik, adalah salah satu pelanggan pertama yang dengan sabar mengantre hampir satu jam untuk memasuki toko.

“Ini adalah kesempatan terakhir untuk mendapatkan harga yang bagus untuk vinyl dan CD di HMV,” kata Fasso sambil melihat-lihat sekitar 9.000 rekaman vinyl yang menampilkan Michael Jackson, The Beatles, Led Zeppelin, Rolling Stones dan David Bowie dan bintang-bintang lokal seperti Denny Chan Pak-keung, Leslie Cheung Kwok-wing dan Anita Mui.

Ratusan Orang Serbu Diskon Vinyl & CD di Hong Kong-2
HMV mulai memasuki likuidasi pada bulan Desember lalu. (Foto: Edmond Jadi)

“Sangat disayangkan melihat HMV tutup. Saya dan ayah saya dulu sering mendatangi toko-toko HMV. Toko-tokonya dulu sangat ramai sampai sekitar tahun 2010 ketika CD masih populer.”

Dia menambahkan, kunjungannya ke toko-toko HMV telah sangat berkurang dalam beberapa tahun terakhir karena “lebih mudah mendengarkan musik secara online dan streaming film dari Netflix.”

Baca Juga: Fans Desak Konser GOT7 di Hong Kong Dibatalkan!

Peretail musik asal Inggris ini memasuki pasar Hong Kong 25 tahun yang lalu dan pada masa kejayaannya, para superstar seperti Mariah Carey, Backstreet Boys dan Boyzone pernah berinteraksi langsung dengan para penggemar di toko-toko HMV.

Perusahaan memasuki likuidasi pada bulan Desember seiring meningkatnya popularitas layanan streaming musik dan film online yang, bersamaan dengan penurunan ekonomi, memangkas kinerja penjualannya, yang bahkan tidak cukup untuk menutup biaya sewa ketujuh tokonya.

Dinyatakan Bangkrut, HMV Hong Kong Sale Gila-Gilaan!
Sale HMV di W Square Wan Chai menghadirkan lebih dari 100.000 barang, mulai dari CD sampai mainan. (Foto: Jonathan Wong)

“Kami berharap penjualan ini akan membantu kami memperoleh antara 1 hingga 2 juta dolar Hong Kong (Rp1,8-3,6 miliar) untuk para kreditur,” kata Wong Sun-keung, seorang partner di perusahaan akuntansi Vision AS, yang menangani likuidasi HMV.

HMV dikabarkan memiliki utang senilai 70 juta dolar Hong Kong (Rp126 miliar), yang sebagian besar adalah biaya sewa yang tak terbayar.

Baca Juga: White Noise Records, Penggerak Scene Underground Hong Kong!

Lai Kam-mun adalah pelanggan lainnya yang datang lebih awal untuk berburu diskon. “Saya ingin membeli rekaman vinyl yang satunya biasanya dijual antara 300-1.000 dolar Hong Kong (Rp545.000-1.817.000). Tapi di acara sale ini, semuanya sangat murah, sekitar 100 dolar Hong Kong (Rp181.700) satunya,” kata Lai.

“Saya suka musik, dan saya selalu membeli rekaman vinyl dan CD. Orang-orang tidak lagi membeli CD atau piringan karena mereka mendengarkan musik secara online. Penulis lagu dan penyanyi tidak menghasilkan banyak uang [dari royalti dari layanan streaming] sementara peretail musik seperti HMV tidak mampu membayar sewa. Ini menyedihkan dan tidak adil bagi para artis ini karena mereka bekerja sangat keras untuk menciptakan musik yang bagus buat kita. Saya di sini untuk menunjukkan dukungan terakhir saya untuk HMV.”

Ratusan Orang Serbu Diskon Vinyl & CD di Hong Kong-3
Alex Fasso, seorang penggemar musik, di acara obral HMV di Wan Chai, pada Kamis kemarin. (Foto: Jonathan Wong)

Banyak juga yang datang untuk membeli mainan yang menampilkan tokoh film dari franchise Star Wars serta pahlawan super Marvel seperti Iron Man, Ant-Man dan Captain America.

Wong mengatakan, 10 patung maskot HMV, Nipper, akan dijual dengan tender untuk mendapatkan harga yang lebih baik, karena patung-patung itu termasuk barang yang paling dicari.

Karena penyelenggara hanya mengizinkan sekitar 150 orang untuk masuk ke toko seluas 650 meter persegi dalam waktu yang sama demi alasan keamanan, banyak pelanggan yang harus menunggu di luar. Seorang pelanggan mengaku dirinya harus mengantre selama hampir satu jam. “Ini sangat patut ditunggu karena ini adalah penawaran yang bagus untuk membeli vinyl dan CD,” ujarnya.

Keterangan Foto Utama: HMV mulai memasuki likuidasi pada bulan Desember lalu. (Foto: Edmond Jadi)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

record store

7 Records Store Wajib Dikunjungi Di Singapura!

Jangan cuma datang ke Singapura untuk menikmati konsernya. Mengunjungi record store di Singapura bisa jadi kegiatan menyenangkan untuk dilakukan. Baca Juga:

on Aug 14, 2019