×
×

Search in Mata Mata Musik

Drake Dibanjiri Cemoohan Saat Manggung di Camp Flog Gnaw

Posted on: 11/12/19 at 2:19 pm

Tyler, the Creator merekrut Drake untuk hadir sebagai penampil utama kejutan dalam festival Camp Flog Gnaw Carnival di Los Angeles pada akhir pekan kemarin. Tapi kejutan itu tidak berjalan sesuai rencana.

Baca juga: Dituduh Sang Ayah Bohong Agar Albumnya Laris, Drake Buka Suara

Hari Minggu kemarin (10/11), penampilan kejutan Drake dalam festival yang diselenggarakan oleh Tyler, the Creator yang kini memasuki tahun keenamnya diwarnai dengan kejadian yang tidak menyenangkan bagi sang rapper.

Dalam video yang beredar di media sosial, Drake saat itu tengah menutup verse dari lagunya di 2013 “Wu-Tang Forever” ketika penonton mulai menyorakinya. “Seperti yang saya bilang, saya di sini untuk kalian,” kata Drake kepada penonton. “Kalau kalian ingin lanjut, saya akan terus lanjut malam ini.” Setelah ditanggapi dengan campuran tepuk tangan dan ejekan, dia pun mengakhiri setnya.

Menurut Los Angeles Times, Drake merupakan penampil utama kejutan di festival, yang menghadirkan pertunjukan dari FKA Twigs, Solange, YG, GoldLink dan Tyler sendiri. Beberapa warganet menyebut rumor seputar set kejutan dari Frank Ocean—artis R&B yang meluncurkan karier musiknya sebagai bagian dari Odd Future—sebagai salah satu kemungkinan di balik perlakuan dingin penonton terhadap Drake.

Dalam cuitan di Twitter pada hari Senin (11/11), Tyler tampak mengonfirmasi teori itu. “Saya pikir mendatangkan salah satu artis terbesar di planet ini ke festival musik adalah hal yang keren,” tulisnya. “Beberapa orang menciptakan narasi di kepala mereka dan langsung bertindak … ketika narasi itu tidak kesampaian.”

Fans Drake menyebut insiden tersebut sebagai kejadian yang tidak termaafkan terhadap salah satu penghibur tersukses dalam dekade ini. YouTuber DJ Akademiks mengatakan dalam tweet-nya dia telah berbicara dengan Drake setelah insiden itu dan sang rapper “menanggapi [kejadian itu] dengan santai.”

Sembilan tahun setelah merilis album debutnya, Thank Me Later, status Drake sebagai bintang pop tidak bisa lagi disangkal, terutama melihat empat piala Grammy dan 20 lagu No. 1 di Billboard Hot 100 dalam daftar prestasinya. Dan itu mungkin menjadi bagian dari masalah di festival yang didominasi oleh artis-artis alternative rap dan R&B.

Baca juga: Drake Rilis Video Musik “Money in the Grave”

Namun sulit mengabaikan kenyataan bahwa opini publik tentang Drake telah berubah sejak dia pertama kali mengumpulkan fans dengan lirik renungan tentang trauma masa kecil, gagalnya hubungan dan kesulitannya menghadapi ketenaran.

Autentisitas—sebuah prinsip tak resmi dalam hip-hop sejak awal—selalu menjadi pertanyaan ketika disangkutpautkan dengan Drake, yang pertama kali terkenal sebagai aktor di seri drama remaja asal Kanada, Degrassi: The Next Generation.

Sulit meyakinkan orang kalau kamu “mulai dari bawah” ketika mereka banyak menontonmu di TV, meskipun dalam berbagai sesi wawancara Drake menepis adanya masa kecil yang nyaman dalam hidupnya.

“Ibu saya dulu sakit parah. Kami sangat miskin, seperti orang bangkrut,” ungkapnya pada Complex di 2011. “Satu-satunya uang yang saya dapat berasal dari acara TV di Kanada, yang tidak begitu banyak kalau dibagi-bagi.”

Kisah asmara Drake dengan Rihanna juga menjadi sumber kritik bagi sang rapper—terutama setelah acara MTV Video Music Awards 2016, di mana Drizzy mencoba mencium Rih saat menyerahkan piala bergengsi Video Vanguard Award ke penyanyi “Umbrella” tersebut.

Dalam wawancara dengan Vogue tahun lalu, Rihanna mengatakan pujian berlebihan yang diberikan Drake sebelum penghargaan digelar membuatnya sangat tidak nyaman. “Saya tidak suka terlalu banyak pujian; saya tidak suka dipamer-pamerkan,” katanya pada majalah itu, dan menambahkan mereka berdua tidak lagi berteman.

Masa lalu Drake dan Rihanna kembali menjadi perbincangan beberapa bulan lalu saat Drake bekerja sama dengan mantan kekasih Rihanna, Chris Brown, yang mengaku bersalah di tahun 2009 karena telah melakukan kekerasan terhadap Rihanna (dan juga terlibat perkelahian fisik dengan Drake di 2012).

Terlepas dari apa pun alasan di balik cemoohan yang terjadi pada hari Minggu lalu, karier Drake tidak menurun sebagai dampak dari kolaborasinya dengan Brown atau tuduhan membuat-buat cerita untuk lagunya.

Tahun ini, dia melebarkan sayap ke dunia perfilman sebagai produser eksekutif drama remaja produksi HBO Euphoria dan drama kriminal produksi Netflix Top Boy, yang sebelumnya dibatalkan tayang oleh Channel 4 Inggris.

Baca juga: Drake Dituntut Atas Lagu “In My Feelings” dan “Nice for What”

Minggu lalu, Drake tampak seolah sedang menyiapkan album baru setelah timnya membagikan bunga di Toronto sebagai bagian dari pemasaran. Namun ternyata kita harus menunggu lebih lama untuk musik baru dari sang rapper karena aksi bagi-bagi bunga itu ternyata untuk mempromosikan perusahaan distribusi ganja barunya.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Rihanna

Dokumenter Rihanna Dibeli Amazon Senilai Hampir Rp 350 Miliar

Amazon dilaporkan telah mengantongi hak cipta atas film dokumenter Rihanna yang digarap oleh Peter Berg. Baca juga: Lagu Eminem yang Memihak Chris Brown dal

on Dec 14, 2019
Lizzo

Lizzo Kantongi 2 Titel Entertainer of the Year Sekaligus!

Tahun lalu, mungkin hanya segelintir orang yang tahu tentang Lizzo. Tapi sekarang, kalau ada yang bertanya siapa Lizzo, kemungkinan mereka akan disuguhkan deng

on Dec 12, 2019
Drake

Drake Beri Kejutan di Konser DaBaby, Isyaratkan Album Baru

Drake hadir di konser DaBaby di Toronto pada hari Selasa (10/12) untuk membawakan single-nya, 'Money in the Grave,' memuji rapper asal North Carolina tersebut

on Dec 12, 2019
Kevin Abstract Brockhampton

Kevin Abstract Sutradarai Video Baru Brockhampton “Sugar”

Kolektif seni progresif yang diketuai Kevin Abstract, Brockhampton, mendorong diri mereka ke level kreativitas baru lewat video musik 'Sugar'. Disutradarai

on Dec 12, 2019