×
×

Search in Mata Mata Musik

Ekshibisi Gergaji Beton POWER TRIP Memecah Moshpit Depok

Posted on: 02/15/20 at 5:11 pm

Ekshibisi Gergaji Beton POWER TRIP Memecah Moshpit Depok

Seperti yang telah kami beritakan pada Senin (10/2/2020) lalu, promotor konser Power Trip, Trueside Jakarta mengumumkan informasi perubahan venue konser band thrash metal asal Dallas, Texas, Amerika Serikat ini yang awalnya akan digelar di Studio Palem, Kemang, Jakarta. Dan resmi dipindahkan ke Depok Fantasi Waterpark – Grand Depok City, Depok. Hal yang sama terjadi ketika konser besutan Trueside Jakarta sebelumnya, Knocked Loose.

Depok Fantasi Waterpark tampaknya akan menjadi venue andalan bagi konser berskala kecil di wilayah kota Depok. Posisi panggung berada di samping kolam renang dan dilengkapi dengan beberapa kedai makanan dan minuman. Berkapasitas sekitar 500 orang namun cukup nyaman.

Sekitar pukul 20:00, sound system panggung mulai mengeluarkan suara distorsi bising. Satu per satu para band pembuka konser Power Trip menggebrak panggung, yakni World Domination (grindcore), Avhath (blackened hardcore) dan band hardcore asal Malaysia, Triangle. Mereka semua tampil beringas dan kompak, namun sayang tidak didukung oleh kualitas output sound yang enak di kuping. Saya harus mendekat ke depan panggung untuk mendengar jelas sound tiap instrumennya.

Baca juga: Pengumuman: Venue Konser Power Trip Dari Jakarta Pindah Ke Depok!

Dan tibalah saat band yang ditunggu-tunggu naik ke panggung pada pukul 22:00 lewat sekian menit. Semua penonton yang sebelumnya duduk-duduk sambil kongkow langsung beranjak ke depan panggung dan setia menunggu Power Trip sampai selesai checkline, dan untungnya hanya sebentar. Ekspektasi saya dan teman-teman yang sudah menyaksikan penampilan band ini di JogjaROCKarta Festival tahun lalu terhadap kualitas tata suaranya cukup tinggi. Pasalnya, mereka berhasil ‘membantai’ para penonton di Stadion Kridosono, Yogyakarta, termasuk band seniornya Extreme yang tampil sebelumnya, dengan sound yang lebih bagus. Power Trip menjadi juara dan klimaks waktu itu.

Power Trip yang terdiri dari Riley Gale (vokal), Chris Ulsh (dram), Chris Whetzel (bass), Blake “Rossover” Ibanez (gitar), dan Nick Stewart (gitar) membuka konser malam itu dengan ‘Manifest Decimation’ yang spontan memecah kerumunan penonton membentuk circle pit yang cukup liar. Disusul berturut-turut dengan ‘Firing Squad’, dan ‘Hornet’s Nest’. Ternyata sound yang keluar tidak sesuai ekspektasi. Meski vokal, gitar dan bass terdengar detail dan sangat menampar, kekurangannya hanya pada sound dram yang tenggelam. Sound kick bass dram dan snare-nya kurang jelas aksennya. Setelah dicek, ternyata seorang soundman lokal yang berada di belakang meja mixer di FOH. Entah faktor equipment atau SDM. Namun walau demikian, performa live Power Trip tetap enak dinikmati secara audio dan terutama visual.

Ekshibisi Gergaji Beton POWER TRIP Memecah Moshpit Depok

Malam itu Power Trip benar-benar mengekshibisi musik thrash metal sebagaimana mestinya, yakni galak, intens, non-stop headbanging dan presisi. Yang paling menonjol adalah ritem ‘gergaji beton’ pasangan gitaris Blake “Rossover” Ibanez yang membabat semua bagian solo dan Nick Stewart yang lebih fokus ke riffing yang massif-agresif.

Meski Power Trip mengusung old school thrash metal dengan sosok fisik mereka yang demikian, mereka berhasil memukau generasi Z metalhead, hardcore kid dan punk rocker di seluruh dunia. Terbukti sekitar 300an penonton mayoritas terdiri dari kalangan yang sama. Power Trip merupakan salah satu pelestari genre yang lahir dan berjaya di dekade ’80an tersebut yang mendapat eksposur lebih besar setelah Municipal Waste, Evile atau Gama Bomb yang muncul sebagai ‘Thrash Revival’ di millenium baru.

Dua lagu berikutnya, ‘Nightmare Logic’, dan ‘Crucifixation’, kembali memprovokasi penonton untuk terus melakukan headbanging dan membentuk circle pit bagaikan pusaran air bah. Power Trip memang jauh lebih asyik nonton konsernya ketimbang mendengar musiknya di sebuah perangkat player. Riley Gale, yang malam itu mengenakan t-shirt Dismember “Like an Ever Flowing Stream” yang sudah “buluk” terlihat sangat bersemangat dan komunikatif kepada penonton. “Lagu berikutnya menceritakan bagaimana saya dan teman-teman melestarikan musik thrash metal supaya tetap hidup,” sebelum menyebutkan judulnya, ‘If Not Us Then Who’. Kamu tahu lah apa yang terjadi setelah musik berkumandang, hehe. Dan disusul lagu ‘Hammer of Doubt’.

Dan tiga lagu berikutnya adalah yang paling kencang bahana sing along-nya, bagi fans band ini tentu sudah hafal, yakni ‘Soul Sacrifice’, dan ‘Executioner’s Tax (Swing of the Axe)’ serta ‘Conditioned to Death’ sebelum akhirnya mereka pamit dan turun panggung.

Baca juga: Power Trip Siap ‘Membakar’ Jakarta Setelah Sukses Mengguncang JogjaROCKarta 2019

Beberapa menit kemudian, Riley Gale balik ke panggung dan bicara di mikrofon. “You know, kami sudah sangat jauh terbang ke sini, dan ini adalah bagian dari konser ini, kalian meneriakan nama kami, jika kalian ingin kami kembali memainkan lagu lagi, tunjukan kalau kalian memang yang paling gila!”. Power Trip! Power Trip! Power Trip! Berkali-kali diteriakan penonton sebelum akhirnya mereka semua kembali mengambil instrumennya masing-masing.

Dua lagu encore malam itu, ‘Suffer No Fool’ dan ‘Crossbreaker’ menjadi penutup konser Power Trip yang penuh olah raga moshpit ini.

Ekshibisi Gergaji Beton POWER TRIP Memecah Moshpit Depok

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi
Fotografer: Yusak Anugerah

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Alex Skolnick

WTF! Alex Skolnick (Testament) Ternyata Bisa Nge-Rap Dan Sudah Merilis...

Alex Skolnick (Testament). (Foto: Kid Logic Media). Gitaris virtuoso Testament, Alex Skolnick sejak lama dianggap sebagai salah satu gitaris thrash metal te

on Oct 14, 2020
Kuasa

Selain Eksplorasi Secara Massif, Album KAUSA "Una In Perpetuum" Bertam...

Sebagai band yang berbasis heavy metal dan punk rock, KAUSA termasuk band yang gemar berpetualang secara musikal. Dan kini mereka menganalogikan diri merek

on Oct 13, 2020
Riley Gale

Nama Riley Gale (Power Trip) Dipakai Oleh Perpustakaan dan Restoran Bu...

Riley Gale saat Power Trip tampil di festival akbar di Jerman, Rock am Ring, 2019. (Foto: Andreas Lawen/Wikimedia Commons). Meninggalnya pentolan dan vokali

on Oct 3, 2020
Cliff Burton

Legenda Cliff Burton Akan Terus Hidup Di Hati Fans Metallica Selamanya

Foto yang menjadi cover depan buku otobiografi "To Live Is to Die: The Life and Death of Metallica's Cliff Burton" oleh penulis Joel McIver dan dipublikasikan

on Sep 28, 2020