×
×

Search in Mata Mata Musik

Emika Elena, Bintang Yang Bersinar Dari Panggung Techno Jepang

Posted on: 04/16/19 at 2:15 pm

Mengaku dipengaruhi oleh scoring sinematik dan semangat kota Berlin, Emika Elena mengukir jalannya sendiri di ranah techno Jepang.

Ini dia Emika Elena, produser techno baru dari Jepang yang musiknya banyak dipengaruhi oleh soundtrack sinematik. Hasil scoring Hans Zimmer dan seorang produser techno dari Jerman yang dia akui mengubah hidupnya.

Elena ingat saat-saat dia pertama kali bersemangat membuat musik sejak masih berusia empat tahun, ketika dia mulai bermain piano. Beberapa tahun kemudian, dia menemukan minatnya pada musik elektronik dan mulai menjadi DJ.

Baca Juga: Seperti Apa Album Kolaborasi Labrinth, Sia dan Diplo?

“Saya masih tidak tahu piano itu punya siapa, tetapi itu ada di rumah saya. Musik selalu menjadi bagian dari hidup saya karena piano itu.”

Hidupnya kemudian berubah drastis saat dia mengunjungi ibukota musik techno, Berlin, enam tahun lalu dan bertemu seorang produser techno. Seingatnya, produser itulah yang menjadi alasan dia memutuskan meniti karier sebagai seorang produser.

“Dia bilang ke saya untuk membuat musik dengan serius. Saya ingin menjadi seperti dia, jadi saya berlatih membuat musik saat saya kembali ke Tokyo. Saya tidak akan menjadi seperti ini kalau saya tidak pernah bertemu dia.”

Menyebut scoring sinematik sebagai salah satu inspirasi utama musiknya yang gelap dan menghipnotis, Elena juga mendapat inspirasi dari membaca buku, pergi ke museum dan mendengarkan beragam jenis musik.

Di 2016, dia meluncurkan label rekamannya sendiri Human Lessons, dimana dia sejak saat itu sudah merilis EP solonya, Delicate Details. Setahun kemudian, dia merilis vinyl kolaborasi edisi terbatas bersama Ryogo Yamamori berjudul Confusion, yang sudah memperoleh kesuksesan internasional.

Confusion, hasil kolaborasi Emika Elena dengan Ryogo Yamamori.
Confusion, hasil koloborasi Emika Elena dengan Ryogo Yamamori. (Foto: Human Lessons/Bandcamp)

Namun, hal itu juga menimbulkan pertanyaan tentang seberapa besar ranah musik elektronik di Tokyo. Jepang banyak mengalami pasang surut dalam musik dance, dan baru saja menghapus peraturan ‘anti-menari’ empat tahun lalu. Emika mengatakan, meski begitu EDM masih sangat populer, terutama di kalangan generasi baru. Tetapi, dia mengkritik biaya yang dipatok klub, karena banyak anak muda yang tidak mampu membelinya.

“Orang-orang yang mengisi ranah techno Jepang semakin tua, yang kemudian juga membuat pendengarnya semakin tua. Hampir tidak ada anak muda di pesta-pesta techno dan akibatnya, kancah techno Jepang semakin kecil.”

Dengan nama-nama besar seperti Peggy Gou dan Amelie Lens yang tampil di panggung utama klub dan festival, Emika mengatakan industri ini akhirnya berkembang dan menjadi lebih setara untuk DJ perempuan.

“Sekarang tidak sesulit dulu dan sistemnya akhirnya berubah. Dulu, saya selalu main di lantai dua karena saya perempuan dan hanya ada segelintir promotor yang menolak mendatangkan DJ perempuan karena mereka tidak mengakui kami sebagai DJ.”

“Rasio di label rekaman masih tidak seimbang tetapi batas antara DJ laki-laki dan perempuan mulai runtuh.”

Keterangan Foto Utama: Emika Elena, DJ dan produser techno wanita dari Jepang. (Foto via Happy Magazine)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Valentino Khan Tampilkan Diplo di “JustYourSoul”

Valentino Khan Tampilkan Diplo di “JustYourSoul”

Dirilis via label rekaman Diplo, lagu ini terinspirasi musik tech house. Valentino Khan bekerja sama dengan Diplo dalam persatuan dua raksasa musik elektron

on Jul 15, 2019
Beyoncé

Beyoncé Rilis “Spirit” dari Album The Lion King: The Gift

Album ini menampilkan sejumlah artis internasional yang dipilih langsung oleh Queen Bey sendiri. Baca Juga: Beyoncé Kerjakan Musik Baru? Beyoncé mengum

on Jul 10, 2019
Parris Mitchell

Parris Mitchell & Nina Kraviz Akan Hadirkan Rilisan Langka

“Feel My Butterfly” akan mendarat dalam format vinyl dan digital pada 28 Juni 2019. Baca Juga: Nina Kraviz dan Afrodeutsche Remix Marie Davidson di Vinyl

on Jun 20, 2019
Luke Slater, Steve Bicknell & Function Luncurkan Label Baru, LSD-1

Luke Slater, Steve Bicknell & Function Luncurkan Label LSD

Sebuah eksplorasi ke sisi psikedelik techno. LSD adalah supergroup techno yang terdiri dari Luke Slater, Steve Bicknell dan David Sumner alias Function. Har

on Jun 6, 2019