×
×

Search in Mata Mata Musik

Eric Clapton Ogah Tampil Konser Jika Penonton Diwajibkan Paspor Vaksin

Posted on: 07/22/21 at 2:00 pm

Eric Clapton Ogah Tampil Konser Jika Penonton Diwajibkan Paspor Vaksin

Eric Clapton mengumumkan pada hari Rabu, 21 Juli lalu bahwa doi enggak akan tampil konser di semua venue yang memerlukan bukti vaksinasi Covid-19 supaya penonton bisa masuk. Musisi legendaris ini menjadi salah satu artis besar pertama yang menegur tindakan pencegahan keamanan yang digunakan untuk mengembalikan konser musik.

Baca juga: Phoebe Bridgers Anggap Karya Musik Ciptaan Eric Clapton Sangat Medioker

Musisi yang juga dikenal sebagai kritikus ‘vokal’ ini juga menyentil kebijakan pemerintah Inggris terhadap pandemi Covid-19. Doi menanggapi pengumuman Perdana Menteri Boris Johnson minggu ini bahwa paspor vaksin akan diperlukan untuk memasuki klub malam dan venue lainnya. Clapton mengatakan doi merasa terhormat untuk melawan langkah kebijakan pemerintah untuk kesehatan masyarakat.

“Saya ingin mengatakan bahwa saya tidak akan tampil di panggung mana pun di mana ada penonton yang terdiskriminasi,” kata Clapton dalam pernyataannya yang dibagikan di akun Telegram Robin Monotti. Monotti adalah seorang arsitek Italia dan rekan kritikusnya terhadap kebijakan pemerintah terhadap Covid-19. “Kecuali ada ketentuan yang dibuat untuk semua orang untuk hadir, saya berhak untuk membatalkan konser”.

Pesan itu dibagikan bersama dengan tautan ke ‘Stand and Deliver’, lagu tentang anti-lockdown kolaborasinya dengan Van Morrison. Lirik lagu tersebut, yang disudutkan oleh berbagai media arus utama memiliki kalimat pertanyaan. Yaitu “Do you wanna be a free man / Or do you wanna be a slave?” (“Apakah Anda ingin menjadi orang bebas / Atau apakah Anda ingin menjadi budak?”).

Tiket $18 Sudah Vaksin atau $1.000 Belum Divaksin

Penolakannya terhadap tindakan keamanan kesehatan itu muncul ketika konser musik mulai kembali ke venue-venue di seluruh dunia. Di Amerika Serikat (AS), artis seperti Foo Fighters dan Bruce Springsteen masing-masing mengadakan konser dan pertunjukan Broadway. Di mana penonton diminta untuk menunjukkan bukti vaksinasi. Beberapa konser telah menerapkan aturan ini pada harga tiket konsernya. Seperti promotor konser di Florida yang menawarkan tiket $18 kepada siapa saja yang divaksinasi. Dan mengenakan harga $999,99 alias $1.000 untuk yang belum divaksin.

Inggris adalah titik panas global untuk infeksi. Rata-rata bergulir tujuh hari di negara itu dari kasus baru yang dilaporkan setiap hari adalah 47.723. Menurut data yang dikumpulkan oleh The Washington Post, meningkat 28 persen dalam kasus baru dalam seminggu terakhir. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menaikkan penilaian risiko Covid-19 untuk Inggris ke level tertinggi minggu ini, dan Departemen Luar Negeri mengeluarkan imbauan larangan bepergian.

Pada hari Senin, ketika negara itu mengakhiri hampir semua persyaratan hukum untuk mempertahankan langkah-langkah jarak sosial, Boris Johnson mendesak semua venue dan klub malam untuk “melanjutkan dengan hati-hati”, menegaskan bahwa pandemi “masih jauh dari selesai”.

“Saya akan mengingatkan semua orang bahwa beberapa kesenangan dan peluang paling penting dalam hidup cenderung semakin bergantung pada vaksinasi,” kata Johnson. “Sudah ada negara yang mengharuskan Anda disuntik dua kali sebagai syarat perjalanan bebas karantina, dan daftar itu tampaknya akan bertambah. Dan kami juga prihatin — seperti halnya di negara lain — dengan risiko berkelanjutan yang ditimbulkan oleh klub malam”.

Eric Clapton Di-Bully Di Media Sosial Karena Berbeda

Reaksi terhadap pendirian Eric Clapton menyebabkan banyak orang di media sosial memunculkan kembali cacian rasis yang doi buat pada konser tahun 1976 di mana doi menyerukan penonton untuk “menjaga Inggris tetap ‘Putih’”. Namun Clapton menyalahkan kecanduannya pada narkoba atas perilakunya, dan sejak itu menyatakan penyesalannya. Doi mengklaim pada bulan Mei bahwa doi mengalami efek samping yang menjadi bencana bagi dirinya setelah doi disuntik dosis kedua vaksin Oxford-AstraZeneca. Doi bilang “tangan dan kakinya beku, mati rasa, terasa terbakar”.

“Saya khawatir saya tidak akan pernah bermain (gitar) lagi,” tulisnya dalam surat yang juga dibagikan ke akun Telegram Robin Monotti. Clapton mengatakan doi seharusnya “tidak pernah mendekati jarum”.

Baca juga: Eric Clapton Tangannya Mati Rasa 2 Minggu Pasca Divaksin AstraZeneca

Jadwal konser Eric Clapton berikutnya di Inggris tidak sampai Mei 2022. Doi memiliki beberapa jadwal konser di AS untuk bulan September. Arena di mana doi dijadwalkan untuk tampil di negara bagian AS seperti Texas dan Florida tampaknya tidak menegakkan aturan bukti vaksinasi untuk penonton.

Sumber: Washington Post
Penulis, Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Nicki Minaj

    Nicki Minaj Menolak Undangan Met Gala Karena Wajibkan Sertifikat Vaksi...

    Nicki Minaj (Foto: Frazer Harrison/Getty Images). Nicki Minaj, si ratu bokong "geal-geol", kembali menyentak kancah musik arus utama. Menyusul acara prestis

    on Sep 15, 2021
    Jonathan Davis

    Jonathan Davis Melanjutkan Tur Korn Pasca Isoman Penyembuhan Covid

    Jonathan Davis lebih banyak duduk di kursi selama konser berlangsung. Sebelumnya dikabarkan secara resmi oleh pihak Korn bahwa Jonathan Davis positif mengid

    on Aug 31, 2021
    Eric Clapton dan Brian May

    Brian May Sebut Eric Clapton dan Para Anti-Vaksin Lainnya 'Gila'

    Eric Clapton (Foto: Gareth Cattermole/Getty Images) / Brian May (Foto: Cole Bennetts/Getty Images). Brian May, sang gitaris Queen telah mengomentari pengumu

    on Aug 8, 2021
    Madball

    Madball Menolak Konser Di Mana Pun Yang Wajibkan Paspor Vaksin

    Madball circa 2018 (Foto: Gatorfood). Madball adalah salah satu dari artis dan band yang lantang bersikap berseberangan dengan arus mayoritas dunia. Veteran

    on Aug 6, 2021