×
×

Search in Mata Mata Musik

Fakecivil “Resistensi Musik Bejat”: Thrash Sebagai Amplifier Kemarahan

Posted on: 02/14/20 at 10:00 am

Cover album ‘Resistensi Musik Bejat’ oleh Fakecivil.

FAKECIVIL
Resistensi Musik Bejat
(2020, Molotov)

Oleh Dharma Samyayogi

Fakta: Fakecivil yang terbentuk di Bekasi pada pertengahan 2008 kini diperkuat oleh Lody Andrian (vokal, gitar), Paulus Tandiarto (gitar), Dennis Destryawan (bass), dan Elham Arrazag (dram). Kuartet thrash metal ini dipertemukan dari kesamaan mereka yang gemar protes di ruang-ruang kelas SMA. Keempat anak muda bengal ini sepakat untuk bermusik dengan subyek protes yang lebih luas, yakni kondisi sosial di sekitar yang semakin semrawut.

Setelah sempat mengalami resesi dan kembali aktif pada tahun 2016, Fakecivil mengemban genre thrash metal dan akhirnya berhasil merilis album perdananya, Resistensi Musik Bejat setelah sempat mengalami banyak kendala dan membuat penyelesaiannya molor beberapa tahun. 

Rilis pada 1 Februari 2020, Fakecivil hanya mencetak album fisik Resistensi Musik Bejat dalam format CD  sebanyak 200 keping dan dijual dengan harga Rp 2.000 di bawah bendera Molotov Records. “Kami sengaja jual dengan harga yang kelewat murah. Ini adalah bentuk sindiran kami terhadap minimnya apresiasi album fisik,” ungkap Lody tegas.

Baca juga: Sindir Budaya Konsumsi Musik Digital, Fakecivil Merilis Album Fisik Seharga Rp 2.000

Kelebihan: Sebelum saya mencicipi isi hidangannya, saya sudah kagum dengan artwork cover album garapan Riandi Karuniawan ini yang ‘eye-catching’ dan menyatu dengan logo Fakecivil dalam menangkap esensi tema sentral lirik dan musik thrash metal ‘old school’ yang diusung. Bungkus kemasan tersebut memang seprovokatif judul albumnya dan membuat ekspektasi saya terhadap musikalitasnya kian melambung. Syukurlah harapan saya terkabul, dimulai oleh intro instrumental berdurasi pendek dan bertempo pelan namun memicu headbanging sebagai pemanasan sebelum stage dive masuk dan terperangkap dalam moshpit yang sebenarnya dengan sederet komposisi thrash metal berdaya eksplosif seperti habis disiram bensin kemudian disulut api.

Berawal dari ‘Mental Negara Jajahan’, lagu berdurasi 5 menit 41 detik yang terkesan panjang tapi tidak terasa demikian lantaran dari awal hingga akhir sukses membantai telinga secara impresif dengan mengekshibisi variasi riffing “gergaji beton” dan aransemen keseluruhan vokal dan musik yang tidak hanya massif-agresif tapi sekaligus memorable dengan bagian hook yang bertebaran di mana-mana. Lagu berikutnya, ‘Jack Out Of The Hell’ yang berdurasi pendek, 1 menit 50 detik, pun demikian. Sama halnya dengan ‘Polishit!’ yang kembali berdurasi panjang, 6 menit 55 detik. Dan ketiga lagu tersebut bertempo cepat, mereka cukup lihai membuat repertoar yang berdinamika. ‘Deranged Gunman’ nyaris hanya bermain di tempo pelan dan sedang di sepanjang lagu berdurasi 4 menit 49 detik ini walau tetap non-stop memprovokasi headbanging. Baru lanjut tancap gas lagi dengan ‘Revolution War’, ‘Terimplasi Oksigen’, dan ‘Trash As Fuck’.

Resistensi Musik Bejat potensial menjadi anthem sekaligus simbol perlawanan atas pengekangan kebebasan. Dengan pattern vokal yang catchy, plus sarat gang vocals latar seru, suara parau Lody terdengar sangat murka meneriakkan masalah-masalah ketimpangan sosial di negeri ini dalam situasi politik yang represif, mulai dari intoleransi, kriminalitas merajalela, aktivis dikriminalisasi polisi, tentara pukuli petani hingga pencemaran lingkungan. Keresahan mereka yang mewakili keresahan banyak orang ini juga terrefleksikan dalam setiap not yang membentuk dominasi tangga nada minor dalam riffing dan gempuran beat yang bernuansa marah dan liar. Seliar alur musiknya, selain menghantam keras dan mencakar-cakar, terdapat ketukan nakal ala progressive rock dan gaya simplistik ala punk rock yang menggoreskan corak warna khusus dalam kanvas thrash metal mereka.

Kekurangan: CD-nya cuma dicetak 200 kopi. Nggak kebagian gua!

Kesimpulan: Sebuah mahakarya thrash metal Indonesia yang “bad-ass” dari berbagai angle. Aura emosi jiwa dan energi seperti musik Fakecivil ini mustahil bisa diciptakan oleh sekumpulan orang yang hidupnya “lurus”. Album ini memang bejat alias murni brengsek bagaikan peleburan antara Motley Crue Shout At The Devil dan Pantera Cowboys From Hell dengan batere intens Sepultura Arise.

Verdict: 8,5/10

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Joey Jordison

    Joey Jordison: 15 Momentum Terbaik Selama Di Slipknot & Band Lainnya

    JJ (Foto: via Facebook). Joey Jordison meninggalkan dunia ini secara mendadak. Tanpa ada indikasi atau peringatan sebelumnya. Berpulang dirinya untuk mengha

    on Jul 28, 2021
    Rock

    Rock Sudah Mati? Kecuali BTS, 10 Best Selling Album 2021 Adalah Rock!

    Lunchbox Records di Charlotte, North Carolina, AS, 29 Juli 2018 (Foto: Luke Taylor/MPR). Rock is dead? Rock sudah mati? Jadi ingat pernyataan Gene Simmons t

    on Jul 28, 2021
    Joey Jordison

    Joey Jordison, Mantan Dramer dan Pendiri Slipknot Tutup Usia

    Joey Jordison (Foto: Chelsea Lauren/Wireimage, Mick Hutson/Redferns). Joey Jordison. Oh No! Not again. Damn. Satu per satu musisi metal dipanggil oleh Yang

    on Jul 28, 2021
    Mike Howe

    Mike Howe, Vokalis Metal Church, Meninggal Di Usia 55 Tahun

    Mike Howe (Foto: Gonzales Photo/Terje Dokken/PYMCA/Avalon/Universal Images Group via Getty Images). Mike Howe, vokalis band veteran heavy metal Metal Church

    on Jul 27, 2021