<-- Google Tag Manager -->
×
×

Search in Mata Mata Musik

Benarkah Instagram Jadi Platform Temukan Musik Baru?

Posted on: 07/2/19 at 8:00 pm

Pembangunan citra dengan menunggah lagu yang sedang didengarkan ke IG Story secara tidak langsung berperan besar untuk penyebaran musik hasil karya musisi yang sedang memulai perjalanannya.

Saat artis pop berusia 19 tahun, Maude Latour meluncurkan lagu musim panas 2019-nya, “Superfruit,” penggemarnya dengan cepat mengunggah lagu tersebut ke Instagram Story mereka. 

Maude menunjukan antusiasnya terhadap hal tersebut. “Audiens saya adalah tim publisitas saya, dan saat orang membagikan lagu di Instagram, itu sangat membantu,” katanya. “Dengan ‘Superfruit,’ lebih dari 100 orang menyebarkannya di Stories mereka. Itu jaringan sekitar 100.000 orang. Tidak semua orang mengecek lagu saya, tetapi kalaupun beberapa orang melakukannya, itu luar biasa,” jelas Latour. “Superfruit” sekarang memiliki lebih dari 250.000 streams di Spotify.

Instagram mulai mengizinkan penggunanya menyebarkan sampul album dan tautan musik dari Spotify di Stories mereka pada Mei 2018. Namun dalam beberapa bulan terakhir, fitur ini semakin populer. Sehingga, Instagram tampaknya menjadi tempat penemuan, sementara Spotify lebih seperti tempat yang kamu kunjungi untuk mendengarkan dan mengumpulkan penemuan itu.

Tyler Dial, artis country berusia 23 tahun, mengatakan banyak penggemarnya menemukan materi musiknya di Instagram. Seperti Latour, dia juga berharap orang-orang menyebarkan musiknya di Stories mereka ketika dia merilis lagu baru. Dia mengatakan pada Mashable, “Dorongan besar adalah saat kamu mengeluarkan musik baru, dan kamu ingin orang-orang mem-posting dan membicarakannya.”

Bagi kebanyakan orang, Instagram sekarang menjadi metode yang paling efektif untuk menemukan musik baru. “Saya perhatikan, lebih banyak orang melakukan ini,” kata Josie Milisci, seorang mahasiswa baru The University of Texas Austin, kepada Mashable. Dia mengatakan, dia menemukan lebih banyak lagu baru di Instagram daripada di Spotify karena dia “umumnya [tidak] suka musik yang direkomendasikan Spotify.”

“Saya merasa [Spotify] adalah algoritma yang ketinggalan zaman berdasarkan genre,” katanya, menambahkan bahwa dia lebih peduli dengan pesan-pesan di lagu yang didengarkan daripada kategori musik lagu-lagu itu sendiri.

Di sisi lain, Stories yang dia lihat dari teman-temannya di Instagram, biasanya berfokus pada musik yang sesuai dengan situasoi, kenangan atau bahkan perasaan, dan dia percaya hal itu membantunya terhubung atau merasa adanya keterkaitan dengan teman-temannya. 

“Orang-orang menyebarkan musik yang mereka dengarkan di Instagram untuk membangun identitas mereka sendiri,” katanya.

Sebagai contoh, Milisci menyebutkan hari ketika salah satu temannya membagikan lagu putus cintanya yang pahit dari King Princess di Instagram Stories-nya setelah hubungan dengan kekasihnya kandas. Milisci mendengarkan lagu itu dan langsung suka. Dan sekarang, King Princess adalah salah satu artis favoritnya. 

Bukan bintang pop yang super terkenal yang dia dan teman-temannya cari di Instagram Stories. Semua orang sudah tahu kapan Taylor Swift merilis lagu baru, dan tidak ada yang butuh Instagram untuk menemukan lagu itu. Sebaliknya, Milisci telah menemukan banyak artis yang sedang naik daun atau kurang terkenal melalui Instagram Stories. 

Tangkapan layar pembagian musik dari Spotify di Instagram. (Foto via Mashable)

Malavika Vivek, remaja yang baru lulus SMA dan arsitek solusi di sebuah perusahaan perangkat lunak, juga mengatakan Instagram sudah lama menjadi cara baginya menemukan beberapa lagu favoritnya baru-baru ini. “Dulu mereka mengunggah musik dengan gambar, tetapi sekarang mereka hanya memposting musik yang mereka dengarkan, dan saya mendapat banyak musik baru dari Instagram.”

Vivek menuturkan, playlist-nya pada umumnya berisi lagu-lagu yang awalnya dia dengar di radio. Tetapi ketika sedang berada di luar negeri beberapa bulan lalu, dia tidak bisa mendengar stasiun radio favoritnya. “Lizzo mulai populer saat saya di luar negeri, tetapi saya tidak akan tahu siapa dia tanpa Instagram,” kata Vivek. “Salah satu teman saya mengunggah salah satu lagunya di Instagram Stories mereka, saya mendengarkannya, dan sekarang dia salah satu artis favorit saya.”

Orang-orang suka mendengarkan lagu yang mereka lihat di postingan teman mereka di Instagram karena rekomendasinya terasa personal. “Dengan playlist Spotify berdasarkan musik yang didengar, kalian mungkin akan menyukai satu dari 10 lagu yang direkomendasikan. Tetapi jika seeorang yang selera musiknya saya suka mengunggah lagu di Stories mereka, saya selalu mencoba mendengarkan lagu itu. Ada relevansi yang lebih banyak di sana,” jelas Latour, setuju dengan Milisci.

Vivek, Milisci, dan Latour sama-sama merasa pembagian musik memiliki banyak potensi untuk tumbuh di Instagram. 

“Instagram adalah salah satu aplikasi populer untuk generasi kami, jadi menurut saya langkah untuk memasukkan musik ke platform ini adalah ide yang brilian, dan saya pikir itu akan menjadi sesuatu yang semakin populer,” tungkas Vivek.

Milisci baru melihat pembagian musik di Instagram menjadi lebih umum juga. “Semakin banyak orang menggunakannya, itu akan menjadi semakin populer,” katanya, merujuk pada fitur menambahkan sampul album dan tautan dari Spotify ke Stories.

Pastinya, tidak semua orang merasa Instagram akan menjadi yang utama dalam penemuan musik. Tori Husain, calon mahasiswa baru New York University, mengatakan dia menemukan cukup banyak artis dan lagu baru di Instagram.  “Saya menemukan Jon Bellion dan Kota The Friend di Instagram, dan Jon Bellion sekarang salah satu artis favorit saya,” katanya pada Mashable. Soal di mana dia menemukan sebagian besar musik di playlist-nya, Husain mengatakan itu campuran Spotify dan Instagram untuk masa sekarang.

Tetapi meskipun demikian, menurutnya platform ini menjadi terlalu berantakan dan fitur musik tambahan hanya akan membuat masalah ini menjadi lebih buruk. “Semua ini menjadi terlalu banyak,” ungkap Husain.

Dia merindukan masa ketika Instagram hanya berisi foto dan video pendek. “Lihat saja IGTV, tidak ada yang menggunakannya. Itu tidak berhasil, dan banyak orang yang menggunakan aplikasi ini mungkin bahkan belum pernah mendengarnya. Sekarang mereka menambahkan fitur belanja, dan kita tidak tahu apakah itu akan berhasil atau tidak,” jelasnya. “Kalau Instagram lebih meluas ke musik, saya tidak yakin orang-orang akan benar-benar menggunakannya.”

Instagram berpikir sebaliknya. Devi Narasimhan, seorang juru bicara Instagram, tidak menyebutkan statistik apa pun pada Mashable terkait peningkatan penggunaan fitur musik di Instagram, tetapi dia mengatakan platform ini sedang berusaha menyediakan lebih banyak cara bagi pengguna untuk membagikan momen mereka dan berinteraksi satu sama lain menggunakan musik.

Mari kita nantikan fitur baru apa yang berhubungan dengan musik berikutnya dari Instagram.

*Artikel ini pertama kali terbit di Mashable, ditulis oleh James Wellemeyer, dan disadur serta disesuaikan oleh redaksi Mata Mata Musik.

Keterangan Foto Utama: Benarkah Instagram jadi platform temukan musik baru yang menarik bagi para penggunanya? (Foto: Tech Crunch/Google Images)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Spotify Vans

Spotify dan Vans Kolaborasi Luncurkan Playlist “Off the Wall”

Selama bertahun-tahun, berbagai brand telah mensponsori playlist Spotify. Tapi sekarang, layanan streaming ini menjalin kemitraan yang lebih dalam dengan Vans

on Nov 13, 2019
Spotify

Spotify Hadirkan Aplikasi Khusus untuk Anak-Anak, Spotify Kids

Dengan playlist yang dikuratori khusus dan tampilan yang ceria, Spotify Kids memulai peluncurannya di Irlandia. Baca juga: Update Baru YouTube Music Bikin T

on Oct 31, 2019
YouTube Music

Update Baru YouTube Music Bikin Tambah Mirip Spotify

YouTube Music baru saja diberikan dua pembaruan kecil yang cukup bermanfaat: dukungan penuh untuk Siri, dan dukungan untuk dipasang sebagai aplikasi web deskt

on Oct 30, 2019
Selena Gomez

Selena Gomez Akhirnya Konfirmasi Musik Baru di Media Sosial

Dugaan Selenator ternyata benar. Foto masa kecil yang diposting Selena Gomez hari Rabu kemarin dengan keterangan yang seperti lirik lagu sebenarnya adalah ‘t

on Oct 18, 2019