×
×

Search in Mata Mata Musik

Upaya Menemukan Musik Baru Yang (Sedikit) Berubah!

Posted on: 05/16/19 at 10:50 pm

Setelah merilis satu lagu, ke mana artis baru harus memusatkan perhatiannya?

Baca Juga: David Guetta Rilis Album Baru!

Ada sejuta cara agar bisa didengar, dan bagi artis baru, hal itu terdengar menjanjikan. Dalam beberapa hal, memang begitu adanya—tapi itu juga bisa membingungkan.

Kalian pasti banyak menyaksikan kisah sukses yang terjadi hanya dalam semalam yang meledak dari platform media sosial, suara-suara yang semakin keras marak bermunculan sebagai tastemaker dan influencer, dan gaya pemasaran lama ditenggelamkan oleh postingan yang mendadak viral.

Tapi, belum tentu seorang artis yang satu juga akan berhasil apabila menerapkan strategi yang dilakukan artis lain. Intinya, setiap artis harus menemukan jalannya sendiri supaya musiknya bisa ditemukan oleh publik.

Mengingat hal itu, kami melansir dari Complex yang mengobrol dengan beberapa ahli di dunia musik dan media tentang bagaimana mereka menemukan musik di zaman sekarang.

Lil Nas X, artis asal Amerika yang meledak lewat lagu “Old Town Road.” (Foto: Getty/Gary Miller)

Setiap hari selalu ada rilisan baru.

Menurut Brandon Payano, A&R dan kurator untuk Colors menyatakan ada begitu banyak musik yang beredar dan begitu banyak akses ke semua itu sehingga perubahan terbesarnya adalah sekarang semuanya bisa menjadi pemasok musik baru, akhirnya musik tersebut bisa diterima dengan baik atau tidak, itu urusan belakangan.

“Kita semua tampaknya sudah menjadi lebih up-to-date daripada situs musik favorit kita, memungkinkan teman dan komunitas untuk menjadi blog, kurator playlist, dan penulis dengan cara yang tidak disaring. Para ahli sekarang menyebarkan musik yang mereka dengarkan di Instagram Stories, memposting artwork di feed mereka dengan alasan mengapa mereka suka dengan apa yang didengarkan, dan memberi tahu pengikut mereka tentang hal itu di Twitter,” ungkapnya.

Sekarang, kalian bisa dengan mudah melihat feed media sosial dan menemukan setengah lusin artis yang mungkin belum kalian kenal sebelumnya.

Media sosial menggantikan blog sebagai sumber penemuan rilisan-rilisan baru.

Baca Juga: Natural, Video Musik Baru Bedchamber Garapan Henry Foundation

“Bagi saya, hal terbesar yang telah berubah adalah hubungan saya dengan blog. Di 2011-2015 silam, seorang artis mungkin akan meledak di suatu blog kalau blog itu punya reputasi yang baik. Saya tahu secara pribadi, saya pertama kali mendengar GoldLink dan Brockhampton di Pigeons & Planes, yang secara langsung membuat saya menghubungi dan mencoba mengontrak mereka,” cerita Derrick Aroh, VP & A&R RCA Records.

“Jelas, situs lain punya efek yang sama bagi saya atau A&R lainnya dalam periode waktu itu. Sekarang saya masih bisa menemukan artis baru di blog, tetapi saya cenderung menemukan mereka dari mulut ke mulut atau media sosial sebelum musik mereka masuk ke blog hanya karena penemuan artis baru di tahap awal ini lebih cepat dari sebelumnya,” tambahnya.

“Media sosial juga sudah menjadi sumber yang sangat besar bagi saya dalam penemuan rilisan musik sampai musisi-musisi baru. Dihubungi duluan oleh artis, atau saya tidak sengaja menemukan artwork album atau single yang sangat keren yang membuat saya cukup penasaran untuk mencicipi musik mereka, saya telah menemukan sejumlah besar artis yang saya suka saat ini melalui media sosial.” Kata Brandon Payano, A&R dan kurator Colors.

Koneksi personal masih menjadi rekomendasi yang paling bisa diandalkan.

Phil Taggart, pembawa acara BBC Radio 1 sekaligus pemilik Hometown Records mengemumakan pendapatnya, “Ada sejuta cara berbeda untuk menemukan musik baru. Saya tidak mengatakan saya menemukannya terutama dari satu sumber. Beberapa musik yang saya mainkan di acara radio saya baru-baru ini saya temukan dari penggemar musik yang memang kredibel di Twitter yang mencantumkan beberapa tautan.”

“Kebanyakan dari itu adalah hasil dari mulut ke mulut dan menyebarkan di email dari orang-orang di industri. Saat saya mulai kerja di Radio 1 di 2012, semua pemutaran perdana dialihkan ke Zane Lowe jadi saya membangun jaringan DJ dan tastemaker dari berbagai negara di mana kami bisa bertukar musik dari wilayah kami dan dengan begitu saya bisa tahu musik baru sebelum orang lain tahu.”

“Memiliki label rekaman serta bekerja di radio berarti saya banyak berada di sekitar orang-orang di industri dan itu sangat membantu dalam hal menemukan musik baru. Seseorang selalu sibuk membicarakan sesuatu.”

Dan nampaknya, sekarang Twitter menjadi media sosial utama untuk penyebaran rekomendasi penemuan musik baru. Seperti yang diungkapkan oleh kepala divisi konten The Fader, Eric Sudermann, “Tidak ada rumus untuk hal ini. Sumber besar bagi saya adalah Twitter. Saya mengikuti jurnalis dan tastemaker yang seleranya saya hormati, jadi kalau mereka membicarakan tentang seseorang saya mau memberi mereka kesempatan.”

“Semakin tua, saya makin bergantung pada tastemaker, seperti Alphonse Pierre di Twitter yang mengatakan, ‘Ini keren.’ Itu juga bisa dari mulut ke mulut, saya punya group chat berbeda di mana orang-orang berbagi musik, dan kalau ada orang yang bilang, ‘Kamu harus mendengar rapper ini atau band baru ini,’ saya akan melakukannya.”

Algoritma mendorong apa pun yang sudah viral.

“Saya hanya melakukan rutinitas 7 hari seminggu mencari-cari di halaman SoundCloud Stream, langganan email di situs kami, Spotify (Discover Weekly, Fresh Finds), blog dan kurator lainnya, situs stasiun radio seperti Triple J Unearthed, halaman penemuan Bandcamp, SubmitHub dan lainnya.”

“Bagi saya, ini adalah tentang membolak-balik setiap media yang ada, menyaring ratusan lagu setiap hari. Secara keseluruhan, cara saya menemukan artis belum benar-benar berubah. Satu-satunya perbedaan adalah bantuan algoritma di Spotify dan YouTube. Namun, masih belum ada algoritma yang dapat menemukan artis sebelum ada data, jadi sampai itu berubah, akar sebenarnya dari menemukan artis akan berasal dari manusia dan sebagian besar musik yang saya temukan belakangan ini berasal dari menggali di luar DSPs.” cerita Chad Hillard, pendiri Hillydilly.

Kaum muda menjadi penggerak budaya.

“Email promo saya sangat penuh saat ini sampai saya berharap ada orang yang meledakkannya agar saya bisa memulai lagi, jadi kadang-kadang login saja terasa menakutkan. Selain itu, selalu dengarkan adik-adik, sepupu, temannya teman yang lebih muda. Mereka lebih awas dengan apa yang terjadi di generasi mereka lebih dari orang lain, jadi jangan pernah anggap remeh opini mereka.” tambah Phil Taggart.

Keterangan Foto Utama: Cara pencarian musik baru yang sudah berubah di zaman sekarang. (Foto: Joe Verkuyl/Dribbble)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Dan + Shay

Dan + Shay, Luke Combs Menangkan CMA Awards 2019 Pertama Mereka

Dan + Shay, Lil Nas X, Luke Combs, Ashley McBryde dan beberapa artis country lainnya membawa pulang piala pertama mereka dari ajang CMA Awards 2019 yang diadak

on Nov 14, 2019
Lil Nas X

Lagu Lil Nas X “Old Town Road” Kantongi Sertifikat Diamond RIAA

Lagu country-trap milik Lil Nas X bersama Billy Ray Cyrus menjadi salah satu dari hanya 32 lagu yang mendapat sertifikat Diamond dari Recording Industry Associ

on Oct 25, 2019
saham spotify

3 Alasan Kenapa Investasi Spotify Bagus Buat Kamu

Sejak terdaftar sebagai perusahaan publik di NYSE pada April 2018 dengan harga $165,90 per saham, saham Spotify telah mengalami pasang surut, dan sekarang dudu

on Oct 14, 2019
Lil Nas X, Cardi B

“Rodeo” Milik Lil Nas X & Cardi B Dituduh Melanggar Hak Cipta

Dua pria mengeklaim lagu Lil Nas X tersebut mengambil elemen dari lagu yang mereka buat di 2017 Lil Nas X, Cardi B, dan kolaborator mereka di lagu “Rodeo

on Oct 6, 2019