×
×

Search in Mata Mata Musik

32 Tahun Lalu, Guns N’ Roses Lepaskan Appettite For Destruction!

Posted on: 07/23/19 at 9:21 am

Appetite for Destruction bisa dibilang merupakan debut album hard-rock terhebat sepanjang masa.

Album debut Guns N’ Roses, Appetite for Destruction, adalah respons yang lebih gelap dan lebih kasar terhadap ranah glam-rock yang populer di Los Angeles. Suara unik LP ini membantu menjauhkannya dari lautan spandeks dan hairspray, di mana LP ini terlahir, dan membuatnya menjadi item penting yang ditemukan dalam koleksi hampir setiap penggemar hard rock, di samping album-album klasik seperti Led Zeppelin II atau Paranoid dari Black Sabbath.

Dirilis pada 21 Juli 1987, Appetite for Destruction menampilkan hard-rock yang agak menjurus ke blues dari Aerosmith yang dipadukan dengan sentuhan punk agresif di tengah percikan metal dan bar rock ’70-an—sebuah ramuan yang dihasilkan dari perpaduan unik musisi yang mengisi band.

Meskipun secara teknis tidak segarang di beberapa karya kontemporernya, permainan gitar Slash mengalir dengan lancar dan penuh perasaan; vokal unik Axl Rose dan jangkauannya yang luar biasa tidak seperti penyanyi lain pada saat itu; permainan bass Duff McKagan yang terinspirasi punk memberikan musik di album ini rasa urgensi yang murni; teknik rhythm guitar Izzy Stradlin dengan cerdik menyelinap keluar masuk dari permainan Slash; dan permainan drum Steven Adler yang mahir membiarkan personil lain bersinar.

Anehnya, Appetite for Destruction tidak langsung meledak saat dirilis. Bahkan, album ini perlu waktu lebih dari satu tahun untuk memuncaki tangga lagu, baru setelah single “Welcome to the Jungle,” “Paradise City,” dan “Sweet Child o’ Mine” diputar berkali-kali di MTV dan mulai mendominasi radio di 1988. Album ini menduduki puncak Billboard 200 pada Agustus 1988 dan sejak itu menjadi salah satu album rock terlaris sepanjang masa.

Seperti kebanyakan hal lain yang pantas dilakukan, pembuatan Appetite for Destruction adalah perjuangan yang berat. Band ini menghadapi berbagai masalah, termasuk konsumsi narkoba dan alkohol yang berlebihan, pencarian produser, dan label rekaman yang semakin tidak sabar.

Dalam biografinya, Slash membahas tentang pencarian produser tersebut, yang mencakup beberapa korban seperti Tom Werman (yang memproduseri Motely Crue); Spencer Proffer (yang sebenarnya pernah melakukan rekaman dengan band); Mutt Lange (dari ketenaran Def Leppard), dan Paul Stanley dari KISS.

Stanley berhasil mencapai fase pertemuan, tetapi Guns N’ Roses tidak setuju dengan ide sang ikon KISS untuk mengubah beberapa lagu. Bayangkan “Welcome to the Jungle” dengan chorus yang “lebih berkesan, lebih mudah dinyanyikan, lebih antemik—dengan kata lain, lebih seperti lagu KISS.”

Untungnya, di saat Tom Zutaut sedang mencari orang yang tepat untuk mengisi pos itu, band ini punya waktu untuk menulis dan menyempurnakan sebagian besar lagu yang akhirnya muncul di Appetite for Destruction (serta versi awal “November Rain” yang tentunya kemudian dirilis di Use Your Illusion.)

Mike Clink (produser yang tidak banyak dikenal, yang telah mengerjakan beberapa rekaman Triumph pada saat itu) akhirnya dipilih untuk memproduseri album, dan di bawah pimpinan Clink, band ini pertama-tama merekam “Shadow of Your Love,” yang akhirnya tidak jadi dimasukkan ke album. Tetapi lagu-lagu yang berhasil masuk ke daftar lagu final adalah yang paling melegenda.

Lagu pembuka “Welcome to the Jungle,” dengan gitar Slash yang menggema dan jeritan intens Axl Rose, menciptakan suasana yang tepat untuk keseluruhan album: nada yang keras, agresif, dan murni yang menggema di jalanan pusat kota Los Angeles. Video lagu ini, yang menggambarkan perjalanan Rose dari kota kecil Indiana ke jalanan kota Los Angeles yang ganas, menambah kesan bahaya dan misterius terhadap band.

“Sweet Child o’ Mine” dimulai ketika Slash melakukan apa yang dia gambarkan sebagai latihan fingering versinya sendiri, di saat Axl Rose duduk di kamarnya mendengarkan dan menulis lirik sebagai ode untuk pacar/calon istrinya saat itu, Erin Everly.

Terlepas dari popularitas ballad seperti “Sweet Child o’ Mine,” jantung album ini dari segi lirik dan sonik berasal dari lagu-lagu seperti “Nighttrain,” “Mr. Brownstone,” dan “My Michelle”—pujian terhadap pesta besar-besaran, pengedar narkoba, dan wanita-wanita nakal, ketimbang cinta dan romansa.

“My Michelle,” khususnya, memiliki nuansa yang sangat gelap, dengan gitar yang menggunakan disonansi dan minor untuk menciptakan perasaan tegang. Liriknya membahas seorang teman lama Slash dan “menceritakan fakta-fakta kata demi kata tentang bagaimana ia dibesarkan,” dengan lirik seperti, “Your daddy works in porno/ Now that mommy’s not around.

Lagu penutup yang terkenal, “Rocket Queen,” menampilkan suara seks sungguhan dari pertemuan di studio antara Rose dan pacar putus-sambung Adler, sebuah kenyataan yang tidak terlalu disenangi sang drummer. Lagu ini menjadi akhir yang pas untuk album ini, dengan paruh pertama yang seksi dan berani dan paruh kedua yang kontras dengan nada yang lebih lembut seperti ballad, yang menangkap nuansa keseluruhan LP.

Secara keseluruhan, Appetite for Destruction bisa dibilang adalah album hard-rock debut terhebat sepanjang masa—kombinasi sempurna antara melodi, keberanian, dan keringat yang menghantam di saat yang tepat ketika dunia musik membutuhkannya.

Keterangan Foto Utama: Sampul album Guns N Roses, Appetite for Destruction. (Foto via Geffen Records)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Stryper

Stryper: Pengibar Metal Religius Paling Sukses

Stryper 2019 (Foto: Frontiers Music) Stryper seperti tidak pernah kropos termakan usia walau para punggawanya sudah jalan ke kepala enam. Dan tidak pernah l

on Jan 1, 2020
Sons of Apollo

Sons of Apollo: Portnoy, Sherinian, Sheehan, Bumblefoot, Scott Soto!

Sheehan, Portnoy, Scott Soto, Sherinian, Bumblefoot (Foto: Secret Signals) Sons of Apollo telah merilis video klip dari singel kedua yang dimilikinya yaitu

on Dec 31, 2019
AC/DC

'Back in Black' AC/DC Bersertifikat 25 kali Platinum

AC/DC tanpa Malcolm Young (Foto: Wegow) Legenda hard rock kelahiran Australia, AC/DC telah muncul dalam banyak pemberitaan akhir-akhir ini, karena semua rum

on Dec 30, 2019
Chester bennington

Vokal Chester Bennington Akan Hiasi Album Baru Grey Daze

Sebelum mencetak kesuksesan besar dengan Linkin Park, Chester Bennington memulai karier sebagai penyanyi rock muda di band post-grunge asal Arizona, Grey Daze.

on Dec 13, 2019