×
×

Search in Mata Mata Musik

7 Permainan Bass Terbaik Paul McCartney Bersama Beatles!

Posted on: 06/24/19 at 5:32 pm

Permainan bass Paul McCartney mungkin bukan jadi prioritas pertama untuk The Beatles, setelah penulisan lagu dan nyanyiannya. Tetapi bukan berarti tidak serevolusioner elemen-elemen lainnya di semua rilisan The Beatles.

Baca Juga: 4 Album Live Penting Paul McCartney Dirilis Ulang

Sepanjang tahun ’60-an dan sebelumnya, sebagian besar memandang bass adalah sebagai instrumen ritme, jembatan antara drum dan gitar yang memberikan beberapa bunyi low end untuk menyempurnakan chord dan secara bersamaan menekankan irama.

Selain dari permainan solo, seperti di lagu The Who “My Generation,” yang rilis di 1965, bass tetap menjadi instrumen latar. Paul McCartney, salah satu penulis melodi dan musisi paling inovatif di dunia, tidak setuju kalau bass dibiarkan tenggelam di setiap lagu The Beatles, terutama seiring karier band semakin meroket.

Bunyi bass di “Paperback Writer” sebenarnya adalah ide John Lennon, contoh lain dari dinamika kreatif yang mengagumkan antara keduanya. Lennon mengakui kalau dia terinspirasi dari Wilson Pickett dan menganggap itu akan keren untuk ditiru.

Bersama dengan engineer studio legendaris mereka, Geoff Emerick, band ini merancang cara untuk menggunakan pengeras suara sebagai mikrofon dan Paul menggunakan Rickenbacker ketimbang Hofner ikoniknya, meningkatkan volume lebih tinggi daripada yang pernah dilakukan siapa pun sebelumnya.

Hasilnya, bass line Paul, yang menampilkan perpaduan kemampuan melodi dan ritmis pada instrumen ini, menjadi penggerak utama lagu.

Sebagai bentuk penghormatan “Paperback Writer,” dan bass line-nya, Berikut adalah 7 kontribusi terbaik McCartney di lagu The Beatles pilihan kami.

“Lucy in the Sky with Diamonds”

Memuji Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band sebagai inovasi penting sudah bukan hal baru sekarang, tetapi untuk sebagian besar, bass Paul hanya memainkan peran latar. Tapi di lagu ini, bass-nya berperan besar.

“Lucy in the Sky with Diamonds” dimulai seperti mimpi, George Harrison dengan Tamburanya, McCartney dengan Lowrey-nya berpadu dengan vokal John Lennon yang lembut untuk menciptakan efek memasuki situasi yang kompleks.

Satu hal yang membuat lagu ini tetap nyata, bass line McCartney yang mantap. Bass line-nya mulai masuk sebelum chorusCellophane flowers of yellow and green” untuk mendorong peningkatan energi lagu, yang berujung pada ledakan besar di bagian chorus.

“Rain”

“Rain” menjadi lagu legendaris berkat bagian ritmenya yang tanpa henti. Tercatat sebagai salah satu lagu dengan permainan drum terbaik Ringo yang bersanding dengan permainan bass  McCartney.

Bass-nya sedikit menjelajah di beberapa bagian statis permainan drum Starr, kemudian melambat selama bagian drum, menciptakan bottom end yang mulus dari lagu ini.

Baca Juga: Lagu Eksperimental Terbaru Paul McCartney!

Not yang berulang dan seperti trance selama chorus menekankan gaya ketimuran dari lagu ini. Salah satu permainan bass terbaik McCartney yang menonjolkan break kuasi-drum Starr di akhir lagu menambah kesempurnaan lagu ini.

“Helter Skelter”

Ceritanya, McCartney mendengar “I Can See for Miles” dan memutuskan The Who pasti bukan band paling heavy di luar sana, jadi dia menulis “Helter Skelter” untuk membuktikan hal tersebut. Saat memutuskan untuk bersaing dengan The Who, artinya bersaing dengan John “Thunderfingers” Entwistle, salah satu pemain bass yang lebih legendaris yang pernah ada.

Meskipun tidak memiliki kemahiran melodi seperti di karya McCartney lainnya, bass-nya menonjol sebagai pembuka jalan yang berirama dan bergaya ke heavy metal; dalam bunyi bass-nya, kamu bisa dengar nuansa karya John Paul Jones bersama Led Zeppelin dan karya Geezer Butler bersama Black Sabbath.

“Dear Prudence”

Salah satu lagu The Beatles yang lebih indah dan sayu berasal dari lirik yang cerah dan permainan gitar yang menghipnotis dari Lennon. Namun, mesin yang sesungguhnya di “Dear Prudence” adalah bass-line yang cepat dari McCartney, yang menceritakan keasyikan lagu ini tetapi sekaligus menjadi bagian dari trance yang diciptakan lagu ini.

Ini menjadi pelengkap yang sempurna untuk permainan gitar Lennon, yang, seperti piano di “Hey Bulldog,” memberikan lebih dari cukup pada bagian low end untuk memungkinkan McCartney membuat campuran ritme dan kontra-melodi. Dan seperti kebanyakan permainan McCartney, bass-line di “Dear Prudence” menonjol karena fleksibilitasnya di lingkungan sonik yang biasanya statis.

“Paperback Writer”

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, “Paperback Writer” menampilkan permainan bass yang luar biasa. Tidak cukup hanya mendominasi lagu, bass-nya juga membuat lagu yang sebaliknya bernot satu ini terdengar jauh lebih menarik.

Baca Juga: The Beatles di Top Of The Pops Akan Kembali Ditayangkan

Permainan McCartney tetap terpusat di not dasar G tetapi mengeksplorasi ruang di sekitarnya secara efektif, berpadu secara apik dengan Starr untuk memberikan lagu ini dorongan yang maksimal, mewujudkan janji riff gitar pembuka.

“Taxman”

“Taxman” menghadirkan salah satu bass-line paling ikonik dari McCartney, di mana itu menjadi riff utama dari lagu ini. Karya bass terbaik Paul bersama The Beatles menonjol untuk mengisi ruang yang tidak tercakup oleh gitar dan melodi, dan objektif itu lebih menonjol di sini daripada di sebagian besar lagu-lagu band karena gitarnya hanya menyediakan chord yang tiba-tiba dipukul.

Singkirkan bass-nya, dan “Taxman” tidak lagi memiliki alur yang jelas. Meskipun tidak diragukan lagi kalau George Harrison menulis lagu ini dari melodinya, karya McCartney membuat lagu ini bersinar, dari karya pengisi verse hingga kekacauan terukur di bagian B, yang mungkin merupakan bass paling kompleks yang pernah ia masukan di lagu The Beatles pada saat itu.

“Come Together”

Apa mungkin ada lagu lain yang bisa mengungguli yang satu ini? Abbey Road, secara keseluruhan, adalah album The Beatles dengan permainan dan bunyi bass yang revolusioner, sebuah rilisan di mana instrumen ini bisa digunakan secara melodi.

Tetapi di “Come Together” lagu The Beatles yang paling populer (setidaknya menurut Spotify, lagu ini ada di lima teratas)—bass-nya menjadi bintang yang mutlak. Sulit membayangkan lagu ini tanpa bass-nya, dan lagu ini juga menggabungkan semua elemen permainan McCartney, kemampuan untuk menciptakan melodi, kemampuan untuk berbaur dengan latar, tingkat yang heavy, dan sisi ringannya. Semuanya ada di sana, dikemas dengan sempurna untuk mengimbangi vokal Lennon yang menggeram dan menciptakan mahakarya.

Baca Juga: Peter Jackson Sutradarai Film Baru The Beatles?

*Artikel ini pertama kali terbit Consequence of Sound ditulis oleh Zach Blumenfeld dan disadur serta disesuaikan oleh redaksi Mata Mata Musik.

Keterangan Foto Utama: Paul McCartney dari The Beatles. (Foto: Joshua Mellin)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

10 Teori Konspirasi Musik yang Gila Banget!

10 Teori Konspirasi Musik yang Gila Banget!

Dari merekrut jasa ‘body double’ hingga Stephen King yang dituduh melakukan pembunuhan, berikut 10 teori konspirasi musik yang bakal bikin kamu enggak habi

on Oct 4, 2019
The Beatles

The Beatles Sempat Rencanakan Album Lain Setelah Abbey Road

Sejarawan The Beatles Mark Lewisohn membeberkan fakta baru di balik 'akhir' dari kisah The Fab Four. Baca juga: Rayakan 50 Tahun Abbey Road, The Beatles Had

on Oct 4, 2019
the beatles

Rayakan 50 Tahun Abbey Road, The Beatles Hadirkan Video Musik “Here ...

Setelah 50 tahun lamanya, “Here Comes The Sun” milik The Beatles akhirnya akan dilengkapi dengan video musik. Baca Juga: The Beatles di Top Of The Pops A

on Sep 27, 2019
Paul McCartney

Paul McCartney & Ringo Starr Rekam Lagu John Lennon

“Grow Old With Me” menandai materi terbaru dari personil The Beatles yang tersisa. Baca Juga: Paul McCartney Nyebur ke Dunia Teater Musikal Sir Paul Mc

on Sep 16, 2019