×
×

Search in Mata Mata Musik

Festival Glastonbury Larang Penggunaan Botol Plastik

Posted on: 02/28/19 at 2:30 pm

Festival musik ini tidak akan lagi menjual air dalam kemasan botol plastik sekali pakai dalam upaya mengurangi limbah.

Oleh: Sarah Marsh. (The Guardian)

Dengan banyaknya tenda-tenda yang terbuang dan lapangan yang penuh dengan sampah, Festival Glastonbury hampir sama terkenalnya karena gunungan sampah yang tertinggal di belakangnya dengan karena musiknya.

Tetapi tahun ini, pihak penyelenggara akan membalas dengan melarang botol plastik dalam upaya mengurangi tumpukan sampah.

Mereka mengumumkan festivalnya tidak akan menjual botol air plastik sekali pakai di acara tahun ini karena khawatir akan dampak dari botol plastik terhadap lingkungan.

Baca Juga: Gorillaz x Levi’s Luncurkan Kolaborasi Limited Edition!

Di tahun 2017, pengunjung festival Glastonbury menyumbang sebanyak 1,3 juta botol plastik.

“Tentunya kita semua berjuang melawan plastik, yang merupakan tugas besar tapi sudah agak terlambat dan kita perlu mengambil langkah ke arah yang benar,” kata Emily Eavis, wakil penyelenggara Glastonbury Festival dan putri bungsu dari pendiri festival, Michael Eavis.

“Sejumlah besar botol plastik dibawa masuk ke acara festival, dan cukup mengerikan saat Anda melihat gambar arena yang sepenuhnya terkubur dalam botol plastik.

Baca Juga: Andy Anderson Meninggal Dunia

“Kami telah mengupayakan hal ini selama tahun libur. Kami menghabiskan banyak waktu di 2018 mengerjakan sisi logistik dari semua ini, berbicara dengan pemasok dan manajer pasar, pengurus area,” tambahnya.

“Kami sedang menangani botol minum saat ini, botol air … dan kami mengajak orang-orang untuk membawa botol air minum sendiri yang bisa dipakai ulang (reusable) tetapi juga akan ada botol reusable yang tersedia di lokasi.”

Juru bicara Friends of the Earth mengatakan, upaya ini adalah langkah penting tetapi masih ada banyak hal lain yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah sampah lainnya yang berkaitan dengan festival. “Kami telah melihat festival lain memberikan status utama yang pantas bagi bebas plastik jadi kami akan mendesak Glastonbury untuk melanjutkan jalan menuju kebahagiaan tanpa plastik.”

Baca Juga: Deafheaven Kembali Dengan “Black Brick”

Mereka menambahkan, “Sudah waktunya bagi semua festival untuk memikirkan hal-hal seperti wadah makanan, peralatan makan dan mendorong pengunjung festival untuk meninggalkan renda plastik saat memikirkan pakaian mewah. Sama pentingnya kalau perlengkapan festival seperti tenda dibuat awet ketimbang ditinggalkan di lapangan setelah sekali penggunaan.”

Greenpeace memperkirakan, secara global terdapat 12.7 juta ton plastik yang berakhir di laut setiap tahunnya. Dengan lebih dari satu juta botol plastik yang terjual di Glastonbury di 2017, penyelenggara festival mengatakan mereka merasa penghentian penjualan botol plastik sangatlah penting.

Para penyelenggara mengatakan mereka mengajak semua pengunjung festival untuk menggunakan botol air yang bisa dipakai kembali dan mengisinya di keran air gratis di sekitar lokasi. Mereka mengatakan juga akan meningkatkan jumlah kios WaterAid di lokasi di mana orang-orang bisa mengisi ulang botol mereka atau mendapat segelas air gratis. Air dan minuman ringan dalam kaleng yang dapat didaur ulang akan bisa dibeli dari semua penjual yang sebelumnya menjual minuman ringan dalam botol plastik, sementara mereka akan terus mendaur ulang setiap sampah plastik yang bisa didaur ulang di lokasi.

Baca Juga: Avey Tare dari Animal Collective Rilis Lagu Baru!

Katering di belakang panggung juga akan terbebas dari plastik, dengan menyediakan minuman kaleng dan botol air yang bisa dipakai ulang untuk para penampil.

Para relawan mengumpulkan sampah dari lokasi festival. (Foto: Alamy)

Sebelumnya, festival ini melarang peralatan makan dan piring plastik dari pedagang makanan dengan mengharuskan segalanya menjadi bahan yang bisa dikompos. Mereka menyatakan sekarang hanya memiliki sedotan kertas di lokasi. Festival ini sudah tidak lagi menggunakan gelas plastik sekali pakai di bar dan gelang festival terbuat dari kain.

Shambala Festival juga telah mengambil langkah untuk melarang plastik. Tidak ada minuman yang dijual dalam kemasan plastik sekali pakai, hanya gelas bar yang bisa dipakai ulang dan tidak ada sedotan plastik. Makanan tidak boleh disajikan dalam wadah plastik dan tidak ada lagi saus sachet.

Baca Juga: Bad Religion Umumkan Album Baru, Rilis “Chaos From Within”

Richard Thompson, profesor biologi kelautan di Plymouth University, mengatakan meskipun dia ingin mengetahui lebih detail, berita ini adalah “sebuah langkah besar.”

Menambahkan bahwa juga penting bagi plastik sekali pakai untuk sebisa mungkin didaur ulang, Thompson mengatakan, “Jika ada pesan untuk industri ini, pesan itu adalah hal ini harus menjadi panggilan darurat dan kalau Anda tidak membenahi tindakan Anda dan mendesain kemasan plastik agar bisa benar-benar kompatibel dengan sistem daur ulang dalam skala besar, orang-orang akan menjauh dari plastik.”

Keterangan Foto Utama: Pengunjung Glastonbury Festival meninggalkan lokasi melalui lautan sampah. Di 2017, pengunjung festival menyumbang sebanyak 1,3 juta botol plastik. (Foto: Getty Images/Matt Cardy)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

BABYMETAL Hadirkan Personil Baru di Glastonbury

BABYMETAL Hadirkan Personil Baru di Glastonbury?

Siapa sosok misterius yang tampil bersama BABYMETAL di Glastonbury kemarin? Pada 30 Juni kemarin, BABYMETAL membawakan penampilan perdana mereka di festiva

on Jul 2, 2019