×
×

Search in Mata Mata Musik

Fitur Cholil ‘ERK’, Jirapah Maknai Ulang Lagunya Menjadi ‘Re: Planetarium’

Posted on: 11/25/20 at 9:30 am

Fitur Cholil 'ERK', Jirapah Maknai Ulang Lagunya Menjadi 'Re: Planitarium'
Jirapah.

Membuka 2020 dengan melepas sebuah video musik epik ‘Planetarium’ yang disutradarai Edwin pada Januari lalu, kini band indie rock eksperimental asal Jakarta, Jirapah mengumumkan Re: Planetarium, sebuah proyek kolaboratif lintas disiplin untuk menggubah dan memaknai ulang lagu yang bercerita tentang alam semesta tersebut. 

Baca juga: Ada Kejutan Dari Efek Rumah Kaca! Apakah Itu? Di Sini Jawabannya!

Proyek ini bermula dari penampilan di panggung Joyland Festival tahun lalu, ketika Jirapah mencoba untuk mengajak vokalis Efek Rumah Kaca (ERK), Cholil Mahmud menyanyikan ‘Planetarium’ bersama mereka. Jirapah merasa emosi lagu ini sangat cocok dinyanyikan Cholil dan Cholil pun menikmati lagu tersebut dan hasil kolaborasi mereka. Lantas wacana merekam dan memaknai ulang ‘Planetarium’bersama Cholil bergulir baik menjadi Re: Planetarium yang kemudian melibatkan produser dan musisi elektronik Tomy Herseta, seniman visual Natasha Tontey, serta empat penulis pengantar Teguh Wicaksono, Dimas Ario, Gisela Swaragita, dan Raka Ibrahim.

Dalam Re: Planetarium, Jirapah, Cholil Mahmud, dan Tomy Herseta berhasil menyajikan dua nomor yang mengajak kita membayangkan masa depan alam semesta dalam nuansa yang gelap, dingin, dan kelam namun dengan pengalaman audio yang unik dan berbeda.

Pada nomor pertama, musik dirombak ulang oleh Jirapah untuk kemudian Cholil mengisi vokal. Mulanya, lagu dibuat bernuansa atmosferik dengan nada dasar yang biasa dinyanyikan oleh Ken Jenie. Saat dikirim, ternyata sedikit terlalu rendah untuk vokal Cholil. Maka lagu di-transpose secara digital untuk dinaikkan nada dasarnya agar vokal Cholil jadi lebih sesuai. Namun dalam proses konversi nada dasar, lagu versi awal yang atmosferik berubah menjadi glitchy. Tapi glitch tersebut ternyata membuat lagu ini terdengar lebih dingin dan malah menjadi unsur penting bagi lagu baru versi Cholil. Penampilan vokal Cholil pun berhasil melipatgandakan emosi akan rapuhnya kehidupan dalam lirik ‘Planetarium’.

Sementara di nomor kedua, Tomy Herseta merombak total ‘Planetarium’ menjadi seperti sebuah skoring film bertema apokaliptik. Selama enam menit, kita dibawa masuk dalam sebuah perjalanan waktu yang sepi dan mencekam sambil seolah diajak membayangkan jika film dan skoring ini beralur maju ataukah justru sebaliknya.

Seniman visual Natasha Tontey, menginterpretasi ‘Planetarium’ dalam suguhan grafis menyeluruh pada desain sampul, digital booklet tulisan pengantar, dan sebuah merchandise eksklusif. Empat tulisan pengantar rilisan ini dirangkum dalam sebuah digital booklet di mana Teguh Wicasono, Dimas Ario, Gisela Swaragita, dan Raka Ibrahim masing-masing menuangkan kegelisahan personal mereka terhadap, mengutip Jirapah, “gelapnya masa depan yang menunggu”.

Baca juga: Pandemi Nggak Hentikan Glorious Friends Tampil Di Dua Festival Ska Internasional

Re: Planetarium dirilis oleh Kolibri Rekords dan bisa didapatkan secara eksklusif di toko musik digital The Store Front seharga Rp 35.000 dengan seluruh hasil penjualan akan didistribusikan kepada pekerja yang terdampak pandemi di Indonesia melalui platform donasi Bagirata. Saat ini Jirapah beranggotakan Ken Jenie (vokal/gitar), Mar Galo (bass), Yudhistira (gitar), dan Nico Gozali (dram).

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    We Are Scientists

    We Are Scientists Siapkan Album "Huffy" Dengan Varian Album Fisik Unik

    Foto: Danny Lee Allen. We Are Scientists kembali dengan berita tentang Huffy. Album baru sekaligus album pertama duo pahlawan indie rock New York City ini d

    on Aug 16, 2021
    Matter Halo

    Matter Halo Makin Moncer Via Lagu-Lagu Indie Rock Album NIGHTVISION

    Ganindra Rai dan Ibnu Dian (Foto: dok. Matter Halo). Matter Halo mengawali tahun 2021 ini dengan terus giat mempromosikan lagu-lagu dari album perdananya, N

    on May 12, 2021
    Cosmicburp

    Cosmicburp Rilis Ulang Lagu Rap Rock Anti Diskriminasi 'Gaduh-Gaduh' Y...

    Cosmicburp. (Foto: dok. Cosmicburp). Produser musik dan penulis lagu asal Semarang, Cosmicburp, merilis kembali lagu 'Gaduh-Gaduh' versi orisinil pada 18 De

    on Jan 2, 2021
    Matter Halo

    Matter Halo Gandeng 7 Artis Di Versi Akustik Lagu ‘Million’ Buat K...

    Matter Halo, band pengusung indie rock asal Jakarta, yang beranggotakan Ibnu Dian dan Ganidra Rai, baru saja merilis sebuah versi akustik dan kolaboratif d

    on Dec 10, 2020