×
×

Search in Mata Mata Musik

Fraud “Sanctuary”: Suaka Hardcore Metalik Dari Dogma Lunatik

Posted on: 09/4/20 at 11:00 am

Fraud "Sanctuary": Suaka Hardcore Metalik Dari Dogma Lunatik
Cover album Fraud Sanctuary. (Gambar: Blackandje Records).

FRAUD
Sanctuary

(2020, Blackandje)

Oleh Dharma Samyayogi

Fakta: Salah satu pembawa obor scene hardcore Surabaya, Fraud, merilis album ketiganya ini pada 31 Agustus 2020 lalu melalui label rekaman berbasis Jakarta, Blackandje Records. Perilisan Sanctuary sekaligus sebagai monumen peringatan satu dekade perjalanan mereka yang dimulai sejak 2010. Kuartet hardcore yang terdiri dari Bayu Hastutama (vokal), Keceng (gitar), Soullamb (bass) dan Rama Nada (dram) ini merekam Sanctuary di dua studio yang berbeda demi mengejar kualitas sound yang menampar maksimal, yakni Inferno Studio (Surabaya) untuk vokal dan dram, sedangkan Fun House Studio (Bandung) untuk gitar dan bass.

Baca juga: Final Attack “Blind Conviction”: Album Yang Paling Menyerang

Kelebihan: Hampir dari semua aspek, dari mulai komposisi musik, lirik hingga artistik, Sanctuary sangat jelas lebih gelap nuansanya dibanding dua album sebelumnya. Kabar baiknya adalah Fraud mengeksekusi progresi tersebut dengan prima. Topik yang diangkat sebagai tema album kali ini pun jauh lebih menarik untuk direnungi dan disoroti. Dari tiap fragmen yang terangkai dalam repertoar lirik lagunya membentuk kisah terkait mitos yang mulai tergeser oleh zaman, di mana banyak manusia yang berusaha mencari “sanctuary” alias “suaka” sebagai ruang eksplorasi untuk menemukan kebenaran melalui caranya masing-masing karena menentang doktrin lunatik warisan leluhurnya. Album ini sekaligus menjadi deklarasi sikap Fraud yang mengutuk kelompok-kelompok intoleran yang memaksakan dunia menjadi seragam, dan mengikuti jalan mereka, para pemuja dogma lama nan usang dan mengklaim kebenaran adalah milik mereka semata.

Ringkasan substansial tadi sudah cukup jelas mendeskripsikan api di album ini yang kobarannya lebih besar. Api itulah yang menyulut semangat Fraud untuk menggeber hardcore metalik yang lebih massif-agresif. Dengan kombinasi ciamik antara riffing yang thrashy dan gempuran dram yang lebih eksplosif, tiap lagu Fraud adalah stimulan brutalitas moshpit melalui serangan varian beatdown yang groovy secara non-stop, dari lagu pertama ‘Live With the Pain’ hingga lagu terakhir, ‘Kultur Dogmatis’. Dan lagu beatdown hardcore paling provokatif adalah ‘Tell the Truth’. Semua komposisi musik album ini memiliki struktur dan aransemen yang sederhana namun penempatannya serba proporsional sehingga menjadi pengiring vokal “barking of anger” Bayu yang solid dan sukses menciptakan gelegar yang memorable.

Kekurangan: Dari 10 trek, trek 1 intro, sisanya 9 lagu. Durasi totalnya 28 menit. Cukup “kentang” (kena tanggung), tambah 1 lagu pasti lebih joss! Sepertinya hal ini kurang menjadi perhatian khusus bagi band atau label rekaman di scene musik cadas Tanah Air saat hendak memproduksi sebuah album.

Baca juga: Modern Guns “We Are Stranger After All”: Hardcore Melodius Penuh Warna

Kesimpulan: Fraud bukanlah satu-satunya band yang melakukan perkembangan kreativitas dengan pendekatan musikal dan artistik ke arah yang lebih gelap di tengah pandemi kopad-kopid ora jelas. Meski nggak mengangkat topik dari katastropi kehidupan global yang sedang merundung, narasi isu-isu yang mereka bangun justru dari lanskap domestik, dan Sanctuary merupakan taji yang berbahaya dari Fraud untuk meretas segala batas ruang-ruang ekspresi jiwa.

Verdict: 8,5

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Mike & Max Portnoy

    Max Portnoy, Putra Mike Portnoy, Menjadi Dramer Baru Code Orange

    Foto: Max Portnoy (via Instagram). Max Portnoy, putra kandung dramer metal legendaris Mike Portnoy, sekarang resmi menjabat sebagai dramer Code Orange. Band

    on Oct 17, 2021
    Burgerkill

    Burgerkill Ft. Ahmad Dhani 'Satu Sisi', Kolaborasi Terepik Sepanjang M...

    Kenapa bisa dibilang kolaborasi paling epik? Yang pertama, karena kolaborasi ini menampilkan mesin metal nomor wahid Indonesia BURGERKILL (BK) dan salah sa

    on Oct 15, 2021
    Knocked Loose hardcore

    Knocked Loose Rilis EP "A Tear in the Fabric of Life" Dan Film Animasi...

    Foto: Perri Leigh. Knocked Loose telah merilis EP baru yang mengejutkan, judulnya A Tear in the Fabric of Life, bersama dengan film pendek animasi yang meny

    on Oct 14, 2021
    Bullet For My Valentine

    Bullet For My Valentine Lepas MV 'Rainbow Veins' Dari Album "Self-Titl...

    Foto: dok. Spinefarm Records. Bullet For My Valentine baru saja merilis 'Rainbow Veins', single keempat dari album studio ketujuh mereka yang akan datang. S

    on Oct 5, 2021