×
×

Search in Mata Mata Musik

G. E. M. Gugat Balik Label Rekaman Karena Masalah Kontrak

G.E.M. Bintang pop asal Hong Kong yang dijuluki sebagai Taylor Swift-nya Cina ini mengajukan gugatan ‘paksaan’ pada label rekamannya seiring perselisihan kontrak senilai $15 juta semakin memanas.

Oleh Chris Lau (South China Morning Post)

Bintang pop asal Hong Kong membalas gugatan dari mantan label rekamannya dalam kasus yang kini menjadi perseteruan pahit akibat pemutusan kontraknya yang bernilai jutaan dolar.

Dalam gugatan terbarunya, Gloria Tang Tsz-kei, yang lebih dikenal dengan nama panggung G. E. M., menuduh label lamanya telah melakukan tekanan dan paksaan atas kontrak di tahun 2014 serta terlibat dalam “kegiatan ilegal” yang tidak disebutkan, menurut dokumen pengadilan yang diterbitkan pada hari Senin (8/4).

Penyanyi dan penulis lagu yang terkadang dijuluki sebagai Taylor Swift dari Cina ini memohon Pengadilan Tinggi untuk memutuskan bahwa kontraknya dengan Hummingbird Music sudah berakhir di akhir bulan Maret. Label rekaman yang berbasis di Hong Kong tersebut sebelumnya berpendapat bahwa kontraknya berlaku hingga 2022.

Tang meminta pengadilan untuk melarang penggunaan merek dagang dan musiknya oleh Hummingbird dengan segera. Dia juga meminta kompensasi yang tidak disebutkan jumlahnya, dengan mengklaim bahwa pendiri dan staf label melanggar kewajiban kontraktual. Sebelum masalah ini muncul, Tang sudah menjadi bagian label itu selama 12 tahun.

Gloria Tang, yang dijuluki sebagai Taylor Swift dari Cina, mulai terkenal di Hong Kong pada 2009. (Foto: Xiaomei Chen)

Proses hukum yang diajukan Tang pada 5 April tersebut datang setelah Hummingbird melayangkan gugatan pada 29 Maret, yang menegaskan bahwa Tang masih berada di bawah kontrak. Perusahaan itu menuntut ganti rugi sebesar 120 juta dolar Hong Kong (atau sekitar $15,2 juta).

Hummingbird memperkirakan akan mengalami kerugian tahunan sebesar 40 juta dolar Hong Kong karena kepergian Tang, plus 2,6 juta dolar Hong Kong dari konser yang dibatalkan. Perusahaan itu mengatakan akan dipaksa membayar ganti rugi senilai 6 juta yuan ($890.000) kepada merek kosmetik Tang, yang tidak bisa lagi dipromosikannya.

Perselisihan ini mencuat di awal bulan Maret saat Tang memposting di halaman Facebook-nya bahwa dia telah bertahun-tahun “diperlakukan tidak adil dan diberi tekanan” oleh staf Hummingbird. Dia mengatakan dugaan penganiayaan tersebut “telah membuatnya kewalahan secara mental.”

Tang menyebut Hummingbird, CEO Chang Tan, pengarah kreatif Lupo Groinig, dan karyawan Teresa Li Rui, sebagai para terdakwa dalam gugatan baliknya yang terungkap pada hari Senin.

Titik pertikaian dalam kedua gugatan hukum ini yaitu tiga kontrak yang ditandatangani Tang pada Maret 2014, dua tahun sebelum kontrak lamanya selama lima tahun berakhir.

Tang berpendapat, lima tahun dalam kontrak yang sekarang seharusnya dimulai dari 2014, dan dengan demikian berakhir tahun ini. Labelnya membalas, kontrak tersebut mulai berlaku di 2016 saat kontrak sebelumnya berakhir.

Namun, dokumen pengadilan Tang mengatakan: “Pada atau sekitar bulan Maret 2014, [Hummingbird Music] menekan dan memaksa [Tang] menandatangani tiga perjanjian baru dalam keadaan di mana [Tang] tidak punya alternatif lain selain memenuhi permintaan [Chang] yang tidak masuk akal.”

Dia juga mengklaim pendiri dan staf Hummingbird “terlibat dalam kegiatan ilegal atau yang melanggar hukum dan berusaha memaksa atau menekan” Tang untuk ikut serta. Akan tetapi, dokumen pengadilan tidak menyebutkan apa kegiatan yang dimaksud.

Chang Tan, direktur pelaksana Hummingbird Music, di 2006. (Foto: Oliver Tsang)

Menurut dokumen pengadilan Tang, Hummingbird membayar pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya dengan uang Tang dan membuatnya membayar biaya promosinya sendiri. Dia menuduh staf Hummingbird gagal mengelola kariernya, dan mengklaim bahwa dengan melakukan itu, mereka telah melanggar kontrak.

Penyanyi yang bernama lahir Tang Sze-wing ini lahir di Shanghai pada 1991. Dia mulai terkenal di Hong Kong pada 2009 sebelum popularitasnya meluas di daratan China lainnya.

Dia dibandingkan dengan Taylor Swift karena keterampilan menulis lagu dan vokal yang kuat, ditambah dengan jumlah penggemar yang besar di media sosial.

Di bulan November, Tang tampil sebagai tamu di Ames Research Center milik NASA di California dalam upacara untuk Breakthrough Prize Foundation, yang merayakan keberhasilan para ilmuwan.

Keterangan Foto Utama: Gloria Tang Tsz-kei, atau yang lebih dikenal sebagai G.E.M., adalah penyanyi dan penulis lagu dari China yang berbasis di Hong Kong. (Foto: Xiaomei Chen)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Petisi Pembebasan A$AP Rocky Berhasil Capai 300.000 Tanda Tangan

Petisi Pembebasan A$AP Rocky Hampir Capai 500.000 Tanda Tangan

Sang rapper ditangkap minggu lalu atas dugaan penyerangan yang terjadi di jalanan kota Stockholm. Sang rapper dan dua rekannya ditangkap oleh otoritas Swedi

on Jul 13, 2019
R. Kelly Ditangkap atas Tuduhan Kekerasan Seksual

R. Kelly Ditangkap atas Tuduhan Kekerasan Seksual

R. Kelly ditangkap di Chicago dan dilaporkan menghadapi dakwaan dengan 13 tuduhan. R. Kelly ditangkap di Chicago pada Kamis (11/7) malam waktu setempat atas

on Jul 12, 2019
Sidang Hak Cipta Ed Sheeran Mungkin Ditunda Hingga 2020

Sidang Hak Cipta Ed Sheeran Mungkin Ditunda Hingga 2020

Kasus terkait kemiripan lagu Marvin Gaye “Let’s Get It On” dan “Thinking Out Loud” dari Ed Sheeran ditunda sampai hasil kasus Led Zeppelin diputuskan

on Jul 8, 2019
A$AP Rocky Ditahan Karena Dugaan Terlibat Penyerangan di Swedia

A$AP Rocky Ditahan Karena Dugaan Terlibat Penyerangan di Swedia

Tiga orang lainnya ditangkap setelah beredarnya rekaman penyerangan terhadap dua pria, menyusul pertikaian di jalanan kota Stockholm. A$AP Rocky ditangkap o

on Jul 5, 2019