×
×

Search in Mata Mata Musik

G. E. M. Gugat Balik Label Rekaman Karena Masalah Kontrak

Posted on: 04/11/19 at 10:30 am

G.E.M. Bintang pop asal Hong Kong yang dijuluki sebagai Taylor Swift-nya Cina ini mengajukan gugatan ‘paksaan’ pada label rekamannya seiring perselisihan kontrak senilai $15 juta semakin memanas.

Oleh Chris Lau (South China Morning Post)

Bintang pop asal Hong Kong membalas gugatan dari mantan label rekamannya dalam kasus yang kini menjadi perseteruan pahit akibat pemutusan kontraknya yang bernilai jutaan dolar.

Dalam gugatan terbarunya, Gloria Tang Tsz-kei, yang lebih dikenal dengan nama panggung G. E. M., menuduh label lamanya telah melakukan tekanan dan paksaan atas kontrak di tahun 2014 serta terlibat dalam “kegiatan ilegal” yang tidak disebutkan, menurut dokumen pengadilan yang diterbitkan pada hari Senin (8/4).

Penyanyi dan penulis lagu yang terkadang dijuluki sebagai Taylor Swift dari Cina ini memohon Pengadilan Tinggi untuk memutuskan bahwa kontraknya dengan Hummingbird Music sudah berakhir di akhir bulan Maret. Label rekaman yang berbasis di Hong Kong tersebut sebelumnya berpendapat bahwa kontraknya berlaku hingga 2022.

Tang meminta pengadilan untuk melarang penggunaan merek dagang dan musiknya oleh Hummingbird dengan segera. Dia juga meminta kompensasi yang tidak disebutkan jumlahnya, dengan mengklaim bahwa pendiri dan staf label melanggar kewajiban kontraktual. Sebelum masalah ini muncul, Tang sudah menjadi bagian label itu selama 12 tahun.

Gloria Tang, yang dijuluki sebagai Taylor Swift dari Cina, mulai terkenal di Hong Kong pada 2009. (Foto: Xiaomei Chen)

Proses hukum yang diajukan Tang pada 5 April tersebut datang setelah Hummingbird melayangkan gugatan pada 29 Maret, yang menegaskan bahwa Tang masih berada di bawah kontrak. Perusahaan itu menuntut ganti rugi sebesar 120 juta dolar Hong Kong (atau sekitar $15,2 juta).

Hummingbird memperkirakan akan mengalami kerugian tahunan sebesar 40 juta dolar Hong Kong karena kepergian Tang, plus 2,6 juta dolar Hong Kong dari konser yang dibatalkan. Perusahaan itu mengatakan akan dipaksa membayar ganti rugi senilai 6 juta yuan ($890.000) kepada merek kosmetik Tang, yang tidak bisa lagi dipromosikannya.

Perselisihan ini mencuat di awal bulan Maret saat Tang memposting di halaman Facebook-nya bahwa dia telah bertahun-tahun “diperlakukan tidak adil dan diberi tekanan” oleh staf Hummingbird. Dia mengatakan dugaan penganiayaan tersebut “telah membuatnya kewalahan secara mental.”

Tang menyebut Hummingbird, CEO Chang Tan, pengarah kreatif Lupo Groinig, dan karyawan Teresa Li Rui, sebagai para terdakwa dalam gugatan baliknya yang terungkap pada hari Senin.

Titik pertikaian dalam kedua gugatan hukum ini yaitu tiga kontrak yang ditandatangani Tang pada Maret 2014, dua tahun sebelum kontrak lamanya selama lima tahun berakhir.

Tang berpendapat, lima tahun dalam kontrak yang sekarang seharusnya dimulai dari 2014, dan dengan demikian berakhir tahun ini. Labelnya membalas, kontrak tersebut mulai berlaku di 2016 saat kontrak sebelumnya berakhir.

Namun, dokumen pengadilan Tang mengatakan: “Pada atau sekitar bulan Maret 2014, [Hummingbird Music] menekan dan memaksa [Tang] menandatangani tiga perjanjian baru dalam keadaan di mana [Tang] tidak punya alternatif lain selain memenuhi permintaan [Chang] yang tidak masuk akal.”

Dia juga mengklaim pendiri dan staf Hummingbird “terlibat dalam kegiatan ilegal atau yang melanggar hukum dan berusaha memaksa atau menekan” Tang untuk ikut serta. Akan tetapi, dokumen pengadilan tidak menyebutkan apa kegiatan yang dimaksud.

Chang Tan, direktur pelaksana Hummingbird Music, di 2006. (Foto: Oliver Tsang)

Menurut dokumen pengadilan Tang, Hummingbird membayar pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya dengan uang Tang dan membuatnya membayar biaya promosinya sendiri. Dia menuduh staf Hummingbird gagal mengelola kariernya, dan mengklaim bahwa dengan melakukan itu, mereka telah melanggar kontrak.

Penyanyi yang bernama lahir Tang Sze-wing ini lahir di Shanghai pada 1991. Dia mulai terkenal di Hong Kong pada 2009 sebelum popularitasnya meluas di daratan China lainnya.

Dia dibandingkan dengan Taylor Swift karena keterampilan menulis lagu dan vokal yang kuat, ditambah dengan jumlah penggemar yang besar di media sosial.

Di bulan November, Tang tampil sebagai tamu di Ames Research Center milik NASA di California dalam upacara untuk Breakthrough Prize Foundation, yang merayakan keberhasilan para ilmuwan.

Keterangan Foto Utama: Gloria Tang Tsz-kei, atau yang lebih dikenal sebagai G.E.M., adalah penyanyi dan penulis lagu dari China yang berbasis di Hong Kong. (Foto: Xiaomei Chen)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Pete Doherty

Sering Ngebut, Pete Doherty Dilarang Nyetir Selama 6 Bulan

Personil The Libertines ini juga dikenai denda sebesar Rp160 juta! Pete Doherty dijatuhi larangan mengemudi selama enam bulan setelah berkali-kali tertang

on Oct 8, 2019
Lil Nas X, Cardi B

“Rodeo” Milik Lil Nas X & Cardi B Dituduh Melanggar Hak Cipta

Dua pria mengeklaim lagu Lil Nas X tersebut mengambil elemen dari lagu yang mereka buat di 2017 Lil Nas X, Cardi B, dan kolaborator mereka di lagu “Rodeo

on Oct 6, 2019
Nick Carter

Nick Carter Ajukan Restraining Order Untuk Adiknya, Aaron Carter

Personil Backstreet Boys tersebut mengklaim sang adik, yang merupakan mantan bintang remaja, mengatakan berniat membunuh istrinya yang sedang hamil. Baca Jug

on Sep 19, 2019
B.I iKON

B.I iKON Diduga Mengaku Bersalah Atas Beberapa Tuduhan Narkoba

Status mantan frontman iKON ini berubah dari saksi menjadi tersangka dalam proses penyelidikan yang sedang berjalan. Baca Juga: “Killing Me” milik iKON C

on Sep 19, 2019