×
×

Search in Mata Mata Musik

George Lynch & Sebastian Bach Puji Spanduk Biden-Harris Bergaya Logo Van Halen

Posted on: 10/24/20 at 11:00 am

George Lynch & Sebastian Bach Memuji Spanduk Biden-Harris Bergaya Logo Van Halen
George Lynch dan Sebastian Bach.

Dua rocker gaek yang sangat disegani, George Lynch dan Sebastian Bach sama-sama memuji spanduk kampanye paslon capres Amerika Serikat (AS), Joe Biden-Kamala Harris yang menggunakan desain logo ikonik band hard rock legendaris Van Halen pada inisial huruf BH (Biden-Harris).

Baca juga: Gitar Frankenstrat Eddie Van Halen Akan Dilelang Di Icons & Idols: Rock and Roll

Kemarin, George Lynch membagikan foto spanduk yang menunjukkan dukungannya kepada dua paslon capre AS dari partai Demokrat, Joe Biden dan Kamala Harris, yang menampilkan huruf “BH” dengan desain logo Van Halen. Di bagian bawah logo BH Van Halen terdapat slogan “Runnin’ Against The Devil”, yang merupakan sebuah permainan kata yang jelas banget diambil dari judul lagu klasik Van Halen ‘Runnin’ With The Devil’.

Dalam pesan yang menyertai foto spanduknya, sang gitaris virtuoso ini menulis: “Terlepas dari apa pandangan politik seseorang, gue pikir kita semua bisa setuju ini sangat mengagumkan dan kocak. Tolong jangan ada “snowflakey” yang “baper” yes ๐Ÿ™‚ “.

Sedangkan Sebastian Bach awalnya men-tweet versi yang lebih besar dari foto yang sama pada tanggal 21 Oktober dan menulis: “Serius, di mana gue bisa mendapatkan salah satu dari ini untuk di halaman rumah gue? Butuh tiga dari spanduk ini sebesar mungkin, sebuah bendera akan bagus, mungkin beberapa hektar persegi yang sangat luas, serius deh, di mana tempat membeli beberapa ratus spanduk ini? @JoeBiden @KamalaHarris #RunninAgainstTheDevil”.

Kemarin, mantan vokalis Skid Row ini membagikan foto yang serupa dan men-tweet: “Ya, ini adalah spanduk halaman paling keren sepanjang masa, tetapi setelah menonton debat tadi malam, menurut gue kita membutuhkan yang bertuliskan #Vote Biden Harris Women & Children First @JoeBiden @KamalaHarris untuk kembalinya #rocknroll di #America”.

Kembali pada September 2019, George Lynch mendapat kritik dari beberapa penggemarnya ketika doi mengecam Presiden Donald Trump dalam suatu wawancara, menyebut miliarder real estate mogul tersebut sebagai “monster idiot” dan “egois”, membesar-besarkan diri, tahi yang nggak tahu apa-apa”.

George juga dikritik ketika diberi tahu podcast “Scars And Guitars” Australia bahwa “kaum progresif adalah orang yang lebih berbelas kasih secara alami”, kita diatur untuk menjadi lebih berempati dan peduli tentang hal-hal di luar diri kita sendiri. Kita terhadap orang lain, akan menyakitkan kita untuk melihat orang kesakitan atau menderita,” ujar George menjelaskan. “Jadi mereka menyebut kami ‘snowflakey’ alias gampang tersinggung. Tetapi orang-orang yang terhubung, di sebelah kanan, cara otak mereka terhubung, mereka nggak memiliki rasa empati. Gue nggak mengatakan itu baik atau buruk, gue hanya mengatakannya. Dan orang-orang ini adalah yang memiliki senjata. Dan mereka bersedia menggunakannya. Dan ini menjadi sangat menakutkan”.

Sebastian Bach sering mengkritik kebijakan Trump di Twitter. Juli lalu, doi memberi tahu Esquire bahwa doi merindukan “kecerdasan” di Gedung Putih. “Gue nggak bisa menonton cuplikan JFK dari tahun 1962,” katanya. “Gue bahkan nggak bisa menonton omong kosong itu karena gue akan menangis. Karena bajingan itu sangat keren dan sangat pintar dan membenci rasisme. Dan kemudian kita memiliki bajingan sialan ini (Trump). Dan itu nggak adil bagi negara ini. Gue menempatkan Barack Obama di kategori yang sama. Ketika gue melihatnya berbicara, itu membuat gue terharu karena doi bisa bikin lo merasa aman”.

Pada Agustus 2019, Sebastian mengecam presiden ke-45 Amerika, Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell, Wakil Presiden Mike Pence, dan pemimpin Republik lainnya atas kelambanan mereka dalam regulasi senjata. Sebulan sebelumnya, Sebastian menjadi berita utama ketika doi mengatakan bahwa doi “akan melakukan pekerjaan yang lebih baik” dalam menjalankan negara daripada Trump.

Baca juga: Anekdot Keren Kontribusi Eddie Van Halen Di Lagu Michael Jackson โ€˜Beat Itโ€™

Dalam wawancara tahun 2018 dengan TheRecord.com, Sebastian mengungkapkan bahwa doi memilih Hilary Clinton dalam pemilihan presiden AS 2016.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Wolfgang Van Halen

Wolfgang Van Halen Debut Single Solo, 'Distance' Via Video Tribute Unt...

Putra kandung semata wayang mendiang Eddie Van Halen, Wolfgang Van Halen telah meluncurkan single pertama dari proyek solo barunya Mammoth WVH. Berjudul 'D

on Nov 16, 2020
Album Van Halen

Album-Album Van Halen Kembali Masuk Chart Setelah Penjualannya Melonja...

Van Halen circa 1984 (ki-ka): Eddie Van Halen, Michael Anthony, Alex Van Halen, David Lee Roth. (Foto: Fryderyk Gabowicz/picture-alliance/dpa/AP). Para fans

on Oct 9, 2020
Eddie Van Halen

10 Momentum Riff Terbaik Eddie Van Halen Di Sepanjang Karier Sang Guit...

Flying n' shredding bersama Eddie Van Halen. (Foto: Ebet Roberts, Redferns). Tanggal 6 Oktober 2020 menjadi hari yang suram bagi seluruh umat rock di planet

on Oct 8, 2020
Eddie Van Halen

In Memoriam: Eddie Van Halen, Dewa Gitar Revolusioner Musik Rock

Eddie Van Halen. (Foto: Ebet Roberts, Redferns). Dunia musik, terutama rock dan heavy metal, bagaikan disambar petir mendengar berita duka ini. Sang gitaris

on Oct 7, 2020