×
×

Search in Mata Mata Musik

Ginger Baker dari Cream Wafat di Usia 80 Tahun

Posted on: 10/7/19 at 7:30 pm

Drummer ikonik, Ginger Baker, yang pernah berkolaborasi dengan Eric Clapton dan Fela Kuti ini dikabarkan sempat “sakit parah” dalam beberapa bulan terakhir menjelang kepergiannya.

Ginger Baker—drummer ikonik yang terkenal berkat karyanya bersama band Cream—meninggal dunia pada usia 80 tahun hari Sabtu kemarin (5/10) waktu setempat, menurut informasi dari pihak keluarga melalui media sosial.

Baca Juga: Nickelback Tidak Rela Videonya Muncul di Postingan Donald Trump

Baker ikut mendirikan Cream di 1966; band ini merilis empat album studio selama periode tiga tahun. Setelah Cream bubar, Baker lanjut merilis beberapa album solo, termasuk album terbarunya, Why?, di 2014. Di 1993, dia masuk jajaran Rock & Roll Hall of Fame sebagai personil Cream.

Pada 25 September 2019, keluarga Baker mengungkapkan dia “sakit parah” di rumah sakit. Dalam beberapa tahun terakhir, Baker dilanda berbagai masalah kesehatan. Baker terpaksa membatalkan tur karena “masalah jantung yang serius” pada awal 2016. Di tahun yang sama, Baker menjalani operasi jantung terbuka.

Peter Edward Baker lahir di London pada tahun 1939. Dia mulai menekuni drum saat remaja dan bermain di band-band seperti Blues Incorporated dan Graham Bond Organization. Dia bertemu Eric Clapton di 1966, dan pada akhir tahun itu, dia, Clapton, dan bassist Jack Bruce (yang bermain bersamanya di kedua band sebelumnya) mendirikan Cream.

Baca Juga: Michael Stipe Rilis Single Solo Pertamanya “Your Capricious Soul”

Album debut mereka, Fresh Cream, menampilkan aksi drum solo Baker yang sangat terkenal selama enam menit berjudul “Toad.” Disraeli Gears (1967) dan Wheels of Fire (1968) hadir setelahnya, dan band ini bubar setelah menggelar tur perpisahan dan merilis album final mereka di 1969, Goodbye. Mereka reuni di 2005 untuk penampilan di Royal Albert Hall, London dan Madison Square Garden, New York.

Setelah bermain di band-band yang juga tidak berumur panjang seperti Blind Faith (supergroup yang juga beranggotakan Clapton, Steve Winwood, dan Ric Grech) dan grup jazz-rock miliknya, Ginger Baker’s Air Force, Baker pindah dari Inggris ke Nigeria pada 1970. Film dokumenter yang terbit di 1971, Ginger Baker in Africa, mengisahkan perjalanan Baker dari Algeria ke Nigeria, di mana dia mendirikan studio di Lagos. Dia berkolaborasi dengan Fela Kuti dan bandnya, Africa ’70, di album tahun 1971 bertajuk Live.

Baca Juga: “Rodeo” Milik Lil Nas X & Cardi B Dituduh Melanggar Hak Cipta

Pada tahun 1972, dia merilis album solo pertamanya, Ginger Baker at His Best. Sekitar waktu itu, dia juga memulai Baker Gurvitz Army. Selama tahun ’80-an, Baker melakukan rekaman dengan Hawkwind dan Masters of Reality. Dia muncul di album Public Image Ltd Album dan mendirikan band jazz bernama Ginger Baker Trio (bersama Charlie Haden dan Bill Frisell). Dia merilis autobiografinya, Ginger Baker: Hellraiser, di 2009.

Di luar statusnya sebagai drummer ikonik, Ginger Baker mendapat reputasi sebagai sosok yang kasar. Dalam film dokumenter tahun 2012, Beware of Mr. Baker, sang drummer secara fisik dan verbal menyerang si pembuat film. Baker mengutarakan opininya tentang film tersebut kepada Rolling Stone, dengan mengatakan, “Beberapa bagian sangat bagus dan beberapa lainnya menyebalkan.” Film itu juga mendokumentasikan kecintaannya pada kuda.

Baca Juga: Ed O’Brien Radiohead Hadirkan Musik Solo Debutnya

Keterangan Foto Utama: Peter Edward “Ginger” Baker dari Cream, 1975 (Foto: Jorgen Angel/Redferns)

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Gelora Saparua

    Gelora Saparua: Episentrum Sejarah Geliat Rock & Metal Indonesia

    Gelora Saparua. Sesuai namanya, Gelora adalah akronim dari Gelanggang Olahraga. Selain lapangan atletik dan taman sarana umum, salah satu tempat di dalam a

    on Jun 7, 2021
    King Gizzard & The Lizard Wizard

    King Gizzard & The Lizard Wizard Siap Rilis Album Ke-18, "Butterfly 30...

    King Gizzard & The Lizard Wizard (Foto: Jason Galea). King Gizzard & The Lizard Wizard. Yoi Australia punya nih. Setelah Tame Impala, gaya rock retr

    on May 12, 2021
    Ardhito Pramono

    Ardhito Pramono Rilis 7 Lagu Anak-Anak Dari Semar & Pasukan Monyet

    Ardhito Pramono nampaknya menyadari bahwa penikmat musiknya juga ada dari kalangan anak-anak. Namun melihat semakin langkanya lagu untuk anak, Ardhito terg

    on May 10, 2021
    God Bless

    God Bless Ungkap Arti Rayakan 48 Tahun Karier Via Lagu 'Mulai Hari Ini...

    Tonggak awal bagi legenda hidup rock Indonesia God Bless dimulai pada tanggal 4 dan 5 Mei 1973. Pada 5 Mei, nama God Bless disepakati oleh para personelnya

    on May 5, 2021