×
×

Search in Mata Mata Musik

Giorgio Moroder & Raney Shockne Bagikan Soundtrack ‘Queen of the South’

Posted on: 07/14/18 at 9:00 am

Karya Giorgio Moroder di seri ini menandai scoring TV atau film pertamanya dalam lebih dari tiga dekade. 

Oleh: Randall Colburn. (Consequence of Sound)

Origins adalah fitur musik baru yang memberikan kesempatan pada artis atau band untuk membahas lebih dalam inspirasi di balik persembahan terbaru mereka.

Giorgio Moroder sukses kembali ke dunia musik dengan Déjà Vu di tahun 2015, yang menandai album pertamanya dalam 23 tahun. Kini, pionir musik elektronik ini juga telah kembali ke ranah scoring TV dan film, sebuah peran yang tidak ia lakukan selama lebih dari tiga dekade. Hari ini menandai peluncuran scoring terbaru dari Moroder oleh Lakeshore Records, soundtrack untuk seri USA Network Queen of the South.

Dalam scoring, Moroder berkolaborasi dengan Raney Shockne, seorang komposer TV dan film yang produktif. Album duo ini, yang berisi 28 lagu, terinspirasi dari karya Moroder di soundtrack seperti Midnight Express, American Gigolo, dan Cat People, yang menangkap jenis keindahan opera yang meramalkan tragedi sementara juga mencerminkan sensasi taruhan tinggi seri ini.

“Jika kokain adalah musik, itu akan menjadi lembaran musik yang kuat dan penuh adrenalin,” ucap Natalie Chaidez, show runner dan produser eksekutif seri ini. “[Soundtrack] ini adalah pengiring yang sempurna untuk kisah luar biasa kami tentang kelangsungan hidup, ambisi dan kekuasaan di dunia kartel.”

Terinspirasi dari karya Arturo Pérez-Reverte La Reina Del Sur, Queen Of the South mengikuti kisah Teresa Mendoza (yang diperankan Alice Braga), seorang gembong narkoba dengan kode moral yang rumit. Lagu utama seri ini, yang bisa kamu dengarkan di bawah ini, membangkitkan kesejukan bawaan kisah ini, tetapi juga rasa urgensinya.

 

Berikut, Moroder dan Shockne berbagi Origins dari lagu ini, yang terinspirasi tidak hanya dari pemain utama seri ini, tetapi juga dari lingkungan dan instrumen pasangan ini.

 

The Dolomites

Dolomites. (Foto: Consequence of Sound)

Giorgio Moroder: Kami mengerjakan lagu ini saat saya berada di studio saya di Italia. Kami diperlihatkan cuplikan pertama dari acara ini dan itu adalah adegan yang sangat kaya di mana pemain utamanya terbang dengan helikopter pribadi, berpakaian putih dengan rombongannya. Mereka ingin sesuatu yang terdengar lebat dan kaya. Saya sedang berjalan-jalan dan melihat Pegunungan Dolomite dan saya mendengar ide untuk melodi sederhana di kepala saya. Saya kembali ke studio dan langsung mengirimkan ide yang masih berantakan tersebut ke Raney di Los Angeles.

 

Linn Drum

 

Linn Drum. (Foto: Consequence of Sound)

Raney Shockne: Sebelum kami mulai kerja sama saya adalah penggemar berat Linn Drum dan betapa tajamnya suara kick dan snare-nya. Saya tahu Giorgio pernah menggunakannya di beberapa lagu pertamanya dan saya menyadari kalau ini adalah kesempatan untuk menggunakannya di acara tersebut. Giorgio mengirimkan saya idenya untuk lagu ini dan saya menambahkan Linn Drum dan ARP dari versi 2600. Ini benar-benar mulai menjadi perpaduan yang keren antara musik elektronik, paduan suara dan orkestra. Saat dia mendengar lagu ini dia memberi saya senyuman khasnya dan bilang “saya sangat menyukainya”.

 

Teresa Mendoza

Teresa Mendoza. (Foto: Consequence of Sound)

RS: Saat menulis untuk acara televisi, gambarannya sangat mempengaruhi musiknya. Ketika ada satu pon kokain, jet pribadi dan Teresa Mendoza berjalan melintasi layar, kamu ingin lagu yang bisa membawa kemewahan ke tingkat berikutnya. Kami hanya merasa itu sesuatu yang pas saat temponya tepat dan suaranya terkunci.

GM: Kamu punya wanita yang sangat kuat yang menjalankan kartel dari Meksiko dan kami ingin sesuatu yang punya kekuatan universal di dalamnya. Kami memperlambat temponya sampai 10 BPMs dan itu mulai sinkron dengan langkah Teresa. Seperti kebanyakan hal di Hollywood, itu membutuhkan sedikit keterampilan dan banyak keberuntungan.

 

Keterangan foto utama: Giorgio Moroder dan Raney Shockne, Origins. (Foto: Patrick Hoelck)

Sumber: https://consequenceofsound.net/2018/07/giorgio-moroder-raney-shockne-queen-of-the-south/
Posted on July 13, 2018

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Keterangan Foto Utama: ARAH (kredit foto: rilis press)

Arah Rilis Single Kedua, Awal & Akhir

Menjadi materi perkenalan kedua mereka setelah debut single “Telepati”, dan soundtrack dari film NKCTHI Salah satu band pendatang baru yang mencuri

on Sep 20, 2019
Snoop Dogg

Snoop Dogg dan Migos Bergabung di “My Family”

Kolaborasi bertabur bintang untuk versi animasi film The Addams Family. Baca Juga: Snoop Dogg Rekonsiliasi dengan Suge Knight di Lagu Baru! Snoop Dogg da

on Sep 17, 2019
Kanye West

Kanye West Umumkan Jesus Is King Akan Meluncur Akhir September 2019!

Akhirnya Jesus Is King bukan hanya kabar burung. Baca Juga: Kanye West, Bon Iver & Francis and the Lights Reunian! Kanye West baru saja memberikan kon

on Sep 7, 2019
Keterangan Foto Utama: Ramengvrl (kredit foto: Ramengvrl Facebook Photos)

Ramengvrl Isi Soundtrack Game Balap, Need For Speed

Single “I Am Me” dari Ramengvrl dipilih sebagai salah satu pengisi soundtrack game balap terbaru dari Need For Speed Rapper muda berbakat, Ramengvrl

on Aug 22, 2019