×
×

Search in Mata Mata Musik

Gitaris Salah Satu Pendiri Fleetwood Mac, Peter Green, Meninggal Saat Tidur

Posted on: 07/26/20 at 7:00 am

Peter Green (Fleetwood Mac). (Foto: Redferns).

Salah satu pendiri band rock legendaris Fleetwood Mac, Peter Green, telah meninggal di usia 73 tahun. Gitaris dan penulis lagu itu meninggal “dengan tenang dalam tidurnya”, menurut pengacara keluarganya.

Pernyataan dari pengacara Swan Turton berbunyi: “Dengan sangat sedih keluarga Peter Green mengumumkan kematiannya akhir pekan ini. Pernyataan lebih lanjut akan diberikan dalam beberapa hari mendatang”.

Lahir di Bethnal Green di London, Inggris, Peter Green membentuk Fleetwood Mac pada tahun 1967 dengan dramer Mick Fleetwood, gitaris Jeremy Spencer, dan bassis John McVie.

Dia menerima gitar pertamanya dari kakak laki-lakinya, Len, yang telah kehilangan minat untuk belajar cara memainkan instrumen tersebut. Salah satu pahlawan musik Peter Green adalah gitaris The Shadows, Hank Marvin, meskipun inspirasi musik lainnya kebanyakan berupa legenda musik blues, dari BB King hingga Otis Rush.

Pada tahun 1966, Peter Green menggantikan Eric Clapton di band Bluesbreakers milik John Mayall. John Mayall mengatakan kepada produser musiknya, yang tersinggung karena kehilangan Eric Clapton: “Dia mungkin tidak lebih baik (daripada Clapton) sekarang. Tapi kamu tunggu saja… dia akan menjadi yang terbaik”.

Dianggap sebagai salah satu gitaris terhebat sepanjang masa, Peter Green adalah penulis di balik lagu-lagu klasik Fleetwood Mac termasuk ‘Albatross’, ‘Black Magic Woman’, dan ‘Oh Well’.

Dia meninggalkan Fleetwood Mac setelah konser terakhirnya pada tahun 1970 di tengah kekecewaan terhadap industri musik dan perjuangannya dengan kesehatan mental, yang diperburuk oleh keterlibatannya dengan narkoba yang psikedelik.

Dia kemudian didiagnosis menderita gangguan skizofrenia dan menjalani terapi elektro-kejang di rumah sakit selama pertengahan tahun 1970-an. Dia ditangkap polisi pada tahun 1977 setelah mengancam akan menembak akuntannya dengan senapan pompa.

“Aku rasa aku terlalu kebanyakan nge-trip (psikedelik),” ujar Peter Green kepada penulis biografinya Martin Celmins pada tahun 1996.

Peter Green kembali ke musik pada tahun 1996 dengan Peter Green Splinter Group, sebagian besar tampil memainkan koleksi lagu blues klasiknya.

Dia adalah salah satu dari delapan anggota Fleetwood Mac – bersama dengan Mick Fleetwood, John McVie, Jeremy Spencer, Stevie Nicks, Lindsey Buckingham, Christine McVie dan Danny Kirwan – yang dilantik ke Rock and Roll Hall of Fame pada tahun 1998.

Pada bulan Februari, Fleetwood Mac mengadakan konser tribute kepada Peter Green untuk menghormati warisan musiknya. Tamu istimewa di konser itu, yang berlangsung di London, termasuk David Gilmour (Pink Floyd), Christine McVie, Pete Townshend, Bill Wyman, dan Steven Tyler (Aerosmith).

Selamat jalan, Mbah Peter… your classic tunes remains classic.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Gelora Saparua

    Gelora Saparua: Episentrum Sejarah Geliat Rock & Metal Indonesia

    Gelora Saparua. Sesuai namanya, Gelora adalah akronim dari Gelanggang Olahraga. Selain lapangan atletik dan taman sarana umum, salah satu tempat di dalam a

    on Jun 7, 2021
    King Gizzard & The Lizard Wizard

    King Gizzard & The Lizard Wizard Siap Rilis Album Ke-18, "Butterfly 30...

    King Gizzard & The Lizard Wizard (Foto: Jason Galea). King Gizzard & The Lizard Wizard. Yoi Australia punya nih. Setelah Tame Impala, gaya rock retr

    on May 12, 2021
    God Bless

    God Bless Ungkap Arti Rayakan 48 Tahun Karier Via Lagu 'Mulai Hari Ini...

    Tonggak awal bagi legenda hidup rock Indonesia God Bless dimulai pada tanggal 4 dan 5 Mei 1973. Pada 5 Mei, nama God Bless disepakati oleh para personelnya

    on May 5, 2021
    Greta Van Fleet

    Greta Van Fleet Patahkan Tudingan 'Rock Sudah Mati' Gene Simmons

    Greta Van Fleet / Gene Simmons (Foto: Kevin RC Wilson). Bagi para pecinta musik generasi millenial dan Z, Greta Van Fleet selama ini dielu-elukan sebagai ro

    on Apr 28, 2021