×
×

Search in Mata Mata Musik

Glora Nexus Siap Muntahkan EP “A Grand Monument To Mortality”

Posted on: 03/30/21 at 12:00 pm

Glora Nexus Siap Muntahkan EP "A Grand Monument To Mortality"
Svarte. (Foto: Dimas Budi AP).

Glora Nexus, begitu sang mastermind dengan pseudonym Svarte menyebut proyek musikal kelamnya. Glora Nexus didirikan di Jakarta pada tahun 2019 oleh Svarte. Seorang musisi ‘anonymous’ sebagai kreator dan pemain semua instrumen dasar musiknya. Konsep musik Glora Nexus adalah suatu perspektif tanpa ekspresi, meniadakan nilai kehidupan, dan sebuah jalan tragis dari rasa putus asa untuk memandang kehidupan dunia.

Baca juga: Jelang Album “A Dismal Repertoire”, Pasukan Kegelapan Choria Lepas Single Baru

“Saya tidak menjelaskan siapa saya. Lirik yang saya buat bersifat katarsis bagi semua manusia, untuk menggambarkan konflik batin dalam kehidupan sehari-hari umat manusia. Glora Nexus hadir untuk menyampaikan pesan melalui ide-ide kelam dengan hembusan nihilisme yang kuat. Musik kami adalah perang melawan apa yang diketahui semua orang ” – Svarte

Glora Nexus telah menandatangani kontrak dengan Bhumidhuka Productions, Malaysia pada tahun 2020 untuk rilisan mini album alias EP A Grand Monument To Mortality. Berisi 5 lagu, EP perdana Glora Nexus ini akan dirilis pada 6 Juni 2021 dalam format CD. Sedangkan format kasetnya dirlis oleh label lokal, Harsh Productions. Sebelumnya, Glora Nexus debut sebagai band dengan single ‘Spiritual Havoc’ pada 2019 lalu.

A Grand Monument To Mortality

Svarte kemudian menjelaskan lebih jauh tentang Glora Nexus dan rilisan mendatangnya. Proyeknya ini terbentuk di kota domisilinya, Jakarta, di bawah radar dan jauh dari hiruk pikuk scene metal Indonesia. Mengusung gaya musik extreme metal dengan pendekatan perspektif yang beragam, terutama black metal.

A Grand Monument To Mortality adalah ekstremitas yang dianggap sangat dalam sebagai manifestasi dari kekacauan dunia saat ini. Di mana umat manusia telah kehilangan setiap hubungan dengan asal-usulnya dan berperilaku sebagai spesies yang angkuh. Kami merancang lirik dari segala sesuatu yang dilakukan manusia di dunia simbolisnya dalam upaya untuk menyangkal takdirnya. Segalanya tampak tidak ada bedanya ketika kita menafsirkan bahwa kematian tidak berbeda dengan dilahirkan.

Meskipun kondisi sosial sangat mendukung lahirnya peradaban modern, selama kondisi psikologis belum siap, peradaban hanyalah suatu utopia dan kematian muncul dengan sendirinya karena manusia modern cenderung lebih sibuk memikirkan kehidupan dan ini berfungsi untuk mendeskripsikan konflik batin kehidupan sehari-hari.

Musik kami bergantung pada jiwa manusia, anggap saja itu semua sebagai pencerahan. Atau pemurnian melalui kegelapan dan rasa sakit. EP A Grand Monument To Mortality menawarkan pembebasan melalui musik yang menghancurkan. Dan itu adalah ritus tanpa ampun yang layak kalian alami, itu memadukan intensitas dan negativitas dengan mulus, tetapi juga jalan menuju pembebasan. Kami memutuskan untuk mendaki gagasan ekstrim tentang nihilitas.

Pratinjau EP Glora Nexus

Artwork oleh Joni Prayogi untuk sampul EP A Grand Monument To Mortality' oleh Glora Nexus.
Artwork oleh Joni Prayogi untuk sampul EP A Grand Monument To Mortality’ oleh Glora Nexus.

Track list:

  1. Into Majestic Negativity
  2. Verboten Vibes
  3. Hear The Call
  4. Death Omnipotent, Death Omnipresent
  5. For Mourning Non-Existence Worship

Musik dan Lirik oleh Svarte
Vokal oleh Svarte, Direkam di Middle Records
Vokal Tamu di ‘Verboten Vibes’ oleh Ragnar Sverrisson (Helfro)
Tarawangsa di ‘Verboten Vibes’, Direkam di Greylephant Studio oleh Teguh Permana (Tarawangsawelas)
Gitaris tamu di ‘Death Omnipotent, Death Omnipresent’ olehLexy Alexander (Blodwen)
Gitaris tamu di ‘Hear The Call’ oleh Ardian Nuril Anwar (Devoured)
Mixing dan Mastering oleh Hamzah Sastra di Greylephant Studio

Baca juga: SCOUR Band Black Metal Philip Anselmo Rilis MV ‘Flames’ Dari Trilogi EP Terakhir

Silakan simak pratinjau EP mendatang Glora Nexus. Layak ditunggu perilisannya, bray.

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Thulcandra

    Thulcandra Rayakan Esensi Black/Death Metal Via Album "A Dying Wish"

    Foto: dok. Napalm Records. Thulcandra kembali membawa berita gembira. Setelah pengumuman album baru mereka, A Dying Wish, bersama dengan single pertamanya '

    on Oct 6, 2021
    Korpiklaani

    Korpiklaani Cover Versi Finnish 'Got The Time' Yang Dipopulerkan Anthr...

    Foto: Peero Lakanen. Korpiklaani merilis album studio ke-11 mereka, Jylhä , pada bulan Februari lalu melalui Nuclear Blast Records. Album ini dipuji oleh p

    on Sep 3, 2021
    Matt Hefy

    Matt Heafy Gandeng Nergal Dan Ihsahn Di Proyek Album Black Metal

    Matt Heafy tampil live bersama Trivium (Foto: Getty Images). Setelah merilis 9 album studio dan sedang berkutat juga dalam penggarapan album ke-10 yang berj

    on Sep 2, 2021
    Trivium

    Trivium Umumkan Detail Album Baru & Rilis MV Single 'Feast Of Fire'

    Trivium 2021 (dok. Atom Splitter PR). Trivium telah mengumumkan album baru mereka, In the Court of the Dragon, yang akan dirilis pada 8 Oktober 2021. Masih

    on Aug 13, 2021