×
×

Search in Mata Mata Musik

Godless Symptoms Bangkit Dari Pertapaan Dengan Single Baru ‘Rengkuh Semadi’

Posted on: 06/16/20 at 10:30 am

Godless Symptoms.
Godless Symptoms.

Pada 8 Mei 2020, Godless Symptoms kembali memuntahkan single terbaru yang berjudul ‘Rengkuh Semadi’. Single yang dibuat setelah hampir 2 tahun lebih band crossover thrash ini memutuskan untuk ‘beristirahat’ selepas Tommy, sang founder band mengundurkan diri, dan kemudian digantikan oleh Ryan Pratama dari band Bloodsucker.

Single yang direkam di Red Studio Bandung ini dibantu oleh Ako dan Cepi pada proses rekamannya, kemudian mixing oleh Adhit Android (Helm Proyek), dan mastering oleh Indra Severus (The sigit & Pure Saturday).

Grimloc Records Bandung membantu kami untuk perilisan single ini secara digital.

Lagu ‘Rengkuh Semadi’ ini bercerita tentang perlunya manusia untuk mengistirahatkan pikirannya ketika kalut, marah, emosi, dan menguasai jiwa. Proses penenangan diri lebih tepatnya.

Ok check this out and have a nice headbanging and moshing!

Tentang Godless Symptoms

Godless Symptoms terbentuk pada September 2003 oleh Baruz, Tommy, Wanda, dan Koca. Meski awalnya sempat bersepaham ingin membangun band straight forward, mereka tidak pernah tahu akan menghela orientasi musik Godless Symptomps ke arah mana. Yang jelas saat itu mereka mengeksplorasi banyak unsur mulai rock, reggae, metal, punk, hardcore, sampai death metal. Band-band seperti Anthrax, Bad Religion, Radiohead, Napalm Death, hingga Bob Marley, memberi banyak pengaruh.

Pada Juni 2004, Koca mengundurkan diri karena harus konsentrasi pada kuliah. Godless Symptoms beberapa kali ganti dramer. Mereka sempat dibantu Dadang Faceless dan Papay Cabe Rawit. Dadang juga yang membantu Godless Symptoms saat mereka rekaman 12 lagu di Studio Workhouse.

Saat bersamaan, Godless Symptoms pun terlibat dalam beberapa proyek kompilasi seperti Kompilasi Miller BeerMempetisi Kangit, Beyond Good, Evil and Us, dan Millions Sound.

Pada oktober 2005, Dadang mengundurkan diri dan memilih konsentrasi bersama Faceless. Sempat bingung mencari pengganti Dadang, Godless Symptoms akhirnya mendapatkan Goestie dari Ommerta. Tidak berselang lama, mereka merekam empat materi pada April 2006 di Studio Workhouse.

Setelah penantian yang cukup lama, Godless Symptoms merilis debut album pada Juli 2007. Album yang diberi tajuk Crossover itu dirilis dengan dengan kocek sendiri. Godless Symptoms memilih kata crossover untuk menamai album tersebut sebagai manifestasi keengganan mereka terkungkung satu genre musik. Godless Symptoms ingin terus mengekplorasi apa yang mereka inginkan. Terdapat sepuluh lagu dalam Crossover. Banyak hal mereka teriakan lewat album itu, mulai dari persahabatan, pengkhianatan, cinta, kehidupan, dan kematian.

Selepas merilis Crossover, Godless Symptoms mulai merambah berbagai panggung baik di dalam maupun luar Bandung. Dua tahun setelah merilis Crossover, Godless Symptoms menarik Dicky untuk mengisi posisi gitar kedua. Masuknya Dicky langsung memberi warna berbeda buat musik Godless Symptoms.

Pada fase setelah itu, musik Godless Symptoms beranjak lebih heavy, fast, dan lebih metal. Tentu saja tanpa menghilangkan benang merah musik mereka, yaitu thrash metal dan hardcore. Ekspresi semua itu mereka tuangkan dalam album kedua Revolusi Demokrasi yang dirilis pada awal 2012. Dilanjut dengan Negeri Neraka yang rilis di tahun 2013.

Mereka pun mendapatkan kesempatan ketika majalah metal terbesar Metal Hammer memasukan mereka ke dalam nominasi ajang penghargaan Metal Hammer Golden Gods 2014. Bersanding dengan Skyharbor, From The Vastland, dan Skiltron.

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Metallica the black album

    Metallica "The Black Album" Melonjak Kembali Ke 'Top Ten' Billboard 20...

    Metallica The Black Album (Gambar: via Metallica.com). Metallica "The Black Album" alias album self-titled nomor wahid rilisan tahun 1991 mereka melonjak ke

    on Sep 21, 2021
    Jeff Becerra (Possessed)

    Jeff Becerra (Possessed) Bisa Kembali Berjalan Setelah 30 Tahun Lumpuh

    Jeff Becerra duduk di kursi roda (Foto: Miikka Skaffari/Getty Images). Jeff Becerra, sang frontman Possessed, yang dianggap sebagai band death metal pertama

    on Sep 20, 2021
    Irfan Sembiring

    Buku 'Memento Mori' Irfan Sembiring "Behind The 8th Ball" Telah Terbit

    Buku Behind the 8th Ball oleh Irfan Sembiring (Foto: Elevation Books). Irfan Sembiring merupakan sosok legendaris yang selama hidupnya mewariskan segudang m

    on Sep 15, 2021
    Korpiklaani

    Korpiklaani Cover Versi Finnish 'Got The Time' Yang Dipopulerkan Anthr...

    Foto: Peero Lakanen. Korpiklaani merilis album studio ke-11 mereka, Jylhä , pada bulan Februari lalu melalui Nuclear Blast Records. Album ini dipuji oleh p

    on Sep 3, 2021