×
×

Search in Mata Mata Musik

Hacker Ancam Akan Lelang Dokumen Legal Mariah Carey, Nicki Minaj dan Banyak Lagi

Posted on: 06/26/20 at 8:00 am

Mariah Carey dan Nicki Minaj.
Mariah Carey dan Nicki Minaj. (Foto: Getty Images).

Dalam drama terbaru dalam kasus peretasan data yang melibatkan firma hukum hiburan terkemuka Grubman Shire Meiselas & Sacks, kelompok hacker alias peretas yang konon bertanggung jawab atas kasus pembocoran data ini, yang menyebut mereka sendiri sebagai REvil, telah mengancam akan melelang sejumlah besar dokumen sensitif dari beberapa klien utama firma itu. Mereka menetapkan jadwal pembocoran data yang dimulai pada 1 Juli, dengan dokumen dari Mariah Carey, Nicki Minaj dan Lebron James, diikuti dua hari kemudian dengan pembocoran data Bad Boy Records, MTV dan Universal Music Group, dan kemudian hal lainnya yang belum ditentukan pada 5 Juli.

Nilai tiga penawaran lelang pertamanya dimulai dari US$ 600 ribu (Rp 8,5 miliar); untuk Bad Boy adalah US$ 750 ribu (Rp 10,7 miliar) dan yang kedua adalah US$ 1 juta (Rp 14,2 miliar).

Catatan itu, yang ditulis dalam bahasa Inggris yang kurang fasih, sebagiannya berbunyi (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia), “Kami memiliki banyak file yang bernilai, dan yang beruntung yang membeli data ini akan puas untuk waktu yang sangat lama. Bisnis hiburan bukanlah hanya konser dan cinta dari penggemar – itu juga mencakup jumlah uang yang besar dan manipulasi sosial, lumpur yang bersembunyi di balik layar dan skandal seksual, narkoba dan pengkhianatan”.

Surat itu mengklaim, “Setiap lot mencakup informasi lengkap yang diunduh dari kantor, yaitu – berbagai kontrak, perjanjian, NDA, informasi rahasia, konflik pengadilan (dan) korespondensi internal dengan perusahaan”.

Surat itu diakhiri dengan pesan kepada sang pendiri firma hukum, Allen Grubman, mungkin merujuk kepada permintaan uang tebusan sebesar US$ 42 juta (Rp 599 miliar) yang sebelumnya mereka umumkan: “Tuan Grubman, kamu memiliki kesempatan untuk menghentikan ini, dan kamu tahu apa yang harus dilakukan”. Allen Grubman mengatakan bahwa dia tidak akan bernegosiasi dengan peretas, menyamakannya dengan bernegosiasi dengan teroris.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Grubman Shire Meiselas & Sacks mengatakan, “Postingan terbaru itu adalah taktik gertakan yang putus asa lainnya yang digunakan para penjahat ini untuk mencoba memeras keuntungan dari data yang dicuri. Klien kami dan industri hiburan secara keseluruhan sangat memuji keputusan perusahaan yang tidak akan menyerah kepada pemerasan itu”.

Berita mengenai peretasan itu muncul bulan lalu, dengan kelompok itu mengklaim mereka telah mencuri 756 gigabyte dokumen dari banyak tokoh musik dan hiburan. Mereka termasuk klien yang dulu dan sekarang, di antaranya: Lady Gaga, Madonna, Bruce Springsteen, Mary J. Blige, Ella Mai, Christina Aguilera, Mariah Carey, Cam Newton, Bette Midler, Jessica Simpson, Priyanka Chopra, Idina Menzel, dan Run DMC, menurut para peretas itu.

Data yang diduga tercuri oleh para peretas itu termasuk data kontrak, perjanjian kerahasiaan, nomor telepon dan alamat email, dan korespondensi pribadi, menurut klaim kelompok itu dalam sebuah postingan di sebuah forum dark web. Untuk menunjukkan bahwa peretasan itu nyata, kelompok di balik serangan ini pada awalnya merilis kutipan dari kontrak untuk tur Madame X tahun 2019-2020 Madonna bersama Live Nation.

Ini adalah jenis serangan ransomware alias pemerasan digital yang sangat spesifik, di mana penjahat dunia maya menggunakan ancaman membocorkan data yang dicuri sebagai jaminan untuk memeras pembayaran.

Serangan terhadap firma hukum itu – yang kliennya menjangkau artis musik, aktor dan tokoh TV, bintang olahraga, dan berbagai perusahaan media dan hiburan – dilakukan oleh kelompok yang bernama “REvil”, juga dikenal sebagai “Sodinokibi”, menurut perusahaan cybersecurity Emsisoft. Kelompok ini sebelumnya menargetkan perusahaan dan organisasi termasuk Travelex, perusahaan pertukaran mata uang yang berbasis di Inggris, yang membayar US$ 2,3 juta (Rp 32, 8 miliar) dalam bentuk bitcoin kepada peretas itu setelah sebuah serangan ransomware, menurut laporan dari Wall Street Journal.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Lingua

Lingua Berikan Nuansa Nostalgik '90-an Dalam Single Barunya, 'Temani M...

Satu tahun sejak merilis remake single hit mereka di tahun 1997, 'Bila Kuingat' dan berkolaborasi dengan Nagita Slavina, Lingua kembali mempersembahkan kar

on Nov 27, 2020
Rina Sawayama

Rina Sawayama Rilis 'LUCID', Single Baru Dari Album Edisi Deluxe "SAWA...

Rina Sawayama. (Foto: via Twitte/Rina Sawayama). Rina Sawayama telah mengumumkan edisi deluxe SAWAYAMA, salah satu album pop terbaik di tahun 2020. Akan dir

on Nov 27, 2020
Nicki Minaj

Nicki Minaj Masih Kesal Dengan Grammy 2012 dan Seret Nama Bon Iver

Bon Iver vs. Nicki Minaj. Pada hari Selasa, 24 November lalu, daftar nominasi untuk Grammy Awards 2021 diumumkan ke publik. Namun nggak semua orang siap unt

on Nov 25, 2020
Drive dan Danes Rabani

Single Kolab Drive & Danes Rabani 'Siasat Jitu' Jadi Stimulan Pantang ...

Drive X Danes Rabani. Bukan suatu hal mudah untuk tetap bisa bekerja, berkreasi, dan berkegiatan apapun di masa seperti sekarang ini. Adanya pembatasan akti

on Nov 24, 2020