×
×

Search in Mata Mata Musik

Halsey “Manic”: Kisah Personal Yang Berantakan dan Indah

Posted on: 01/27/20 at 1:00 pm

Halsey - manic.
Cover album ‘Manic’ oleh Halsey. (Gambar: Capitol Records).

HALSEY
Manic
(2020, Capitol)

Oleh Dharma Samyayogi

Fakta: Halsey, yang bernama asli Ashley Frangipane, memungkinkan pendengar memasuki pikirannya yang penuh warna dan rumit di album studio ketiganya, Manic. Perjalanan sonik nan personal yang menyentuh hampir setiap emosi yang ada. Sepanjang album bermuatan 16 lagu ini, Halsey memamerkan bagian terdalam dan paling intens dari pikirannya, melalui melodi yang menghantui dan lirik yang sangat tajam.

Baca juga: Pasca ‘Manic’, Halsey Akan Tur Ke Amerika Utara Dan Tidak Menutup Kemungkian Selanjutnya Ke Asia

Kelebihan: Album ini dimulai dengan ‘Ashley’, lagu ballad sarat synthetizer yang kuat, memperkenalkan dunia kepada manusia yang berkonflik secara internal dengan berbagai macam emosi. Lagu ini diakhiri dengan cuplikan pidato ikonik Kate Winslet dari film Eternal Sunshine of the Spotless Mind. “Aku hanya seorang gadis kacau yang mencari kedamaian pikiranku sendiri. Jangan berikan saya milikmu”. Halsey mengisi sisa ruang album ini untuk memberikan ketenangan pikirannya sendiri, dengan semua bagian yang berantakan dan yang indah.

Lagu ‘Clementine’, mungkin referensi lain untuk karakter Kate Winslet, menggali untuk menghadapi pertempuran internal antara tidak membutuhkan siapa pun untuk dukungan dan terlalu banyak mempercayakan kepada orang-orang di sekitarmu. Halsey secara dramatis berteriak, “Aku tidak butuh siapa pun / aku hanya butuh semua orang dan kemudian beberapa saja” di atas riff piano ambient yang sederhana. Konsep ini bergema di sepanjang album, membutuhkan dukungan emosional sambil tetap mendorong orang-orang di sekitarmu pergi. Dia bernyanyi, “Aku benci semua orang / Tapi mungkin aku tidak” pada lagu ‘I HATE EVERYBODY’. Kekuatan emosi Halsey hadir di setiap orang, mulai dari merasakan kemarahan yang kuat dalam “killing boys” yang sinematik dan kesedihan yang tak tertahankan di lagu yang agak country berjudul ‘you should be sad’”.  

‘More’, lagu paling mentah dan personal di album, merinci pertempuran Halsey dengan penyakit Endometriosis, yang menyebabkan kandungannya tiga kali keguguran. Lagu itu berbunyi sebagai surat cinta emosional untuk calon anak-anaknya dan pertempuran yang diperlukan baginya untuk sampai ke sana. Album ini dengan memukau berakhir dengan ‘929’, lagu yang dipenuhi aliran kesadaran dengan pengakuan dan ketakutan yang datang dengan ketenaran Halsey, semuanya tumpah keluar saat memetik gitar yang lembut dengan perasaan urgensi. Jika album ini melihat ke dalam otak Halsey, lagu terakhir menggambarkan dengan jelas bahwa bahkan terkadang dia tidak benar-benar tahu apa yang terjadi di otaknya.

Kekurangan: Pada album yang begitu personal dan introspektif ini, hampir kontra produktif untuk memasukkan begitu banyak fitur yang tidak perlu sehingga dapat memutus aliran cerita album ini. Sementara lagu seperti ‘Dominic’s Interlude’ dan ‘SUGA’s Interlude’ memang berbeda dan menarik, namun sebenarnya dua lagu tersebut tidak menambah plot yang diceritakan Ashley. Sebaliknya, Ashley seperti didorong ke samping dan hampir terlihat sebagai seorang fitur pada lagu-lagunya, bukan sebagai tokoh protagonisnya. Meskipun penting bahwa Halsey menyoroti kolaborator di proyek mendatangnya (setelah Suga BTS fitur di sini, Halsey juga fitur di lagu BTS ‘Boy With Luv’), bagaimana pun ini adalah kisah Ashley, dan dia harus menjadi orang yang menceritakannya. Pilihan mengecewakan lainnya adalah tidak adanya lagu brilian ‘Nightmare’, yang dirilis tahun lalu sebagai single mandiri alias terpisah. Mungkin lantaran tidak memiliki “vibe” yang tepat untuk album, tetapi pesan liriknya cukup mengharukan dan penting.

Baca juga: Halsey Donasikan 100,000 Masker Untuk Berbagai RS Covid-19 Di L.A.

Kesimpulan: Halsey membawa kita melalui setiap emosi pada spektrum manusia dengan suara penyesalan, kesedihan, kemarahan, dan cinta yang penuh pesona. Album ini menemukan cara untuk menjalin bersama segala macam emosi, sound, dan genre serta memamerkan keserbabisaan Halsey sebagai seorang artis. Halsey mengeksplorasi lebih banyak ide dalam satu album daripada sebelumnya di sepanjang kariernya.

Verdict: 8/10

Tags:

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Suga BTS

9 Aksi Kolaborasi Suga (BTS) Yang Menonjolkan Talenta Supernya

Suga. Kecuali lo seorang misantropis yang hidup di atas pegunungan dan anti-sosial, kemungkinan besar lo pasti tahu satu atau dua hal tentang Suga, salah se

on Aug 19, 2020
Halsey

Halsey Minta Pengertian Netizen Terhadap Orang-Orang Pengidap Bipolar

Halsey. (Foto: The Grosby Group/Backgrid). Halsey telah blak-blakan menceritakan mengenai perjuangannya dengan kesehatan mental selama bertahun-tahun, dan d

on Jul 23, 2020
Juice WRLD

Album Anumerta Juice WRLD, ‘Legends Never Die’, Telah Dirilis, Str...

Legends Never Die, album anumerta pertama dari almarhum emo rapper Juice WRLD, telah resmi dirilis. Dengarkan album yang sangat dinanti-nantikan itu di uju

on Jul 11, 2020
Halsey

Halsey Buat Tato Baru di Tangannya Untuk Mengenang Juice WRLD

Halsey. (Foto: David Needleman). Halsey punya tato baru nih. Pada hari Selasa (8 Juli) lalu, popstar ini pertama kali memamerkan tato barunya di media sosia

on Jul 11, 2020