×
×

Search in Mata Mata Musik

Halsey Minta Maaf dan Hapus Tweet Soal Bandingkan AS Dengan Negara Dunia Ketiga

Posted on: 06/17/20 at 9:00 am

Halsey.
Halsey. (Foto: Getty Images).

Halsey telah meminta maaf karena menyinggung fans dan telah menghapus sebuah thread atau utas di Twitter di mana popstar itu menyebut Amerika Serikat (AS) sebagai “Negara Dunia Ketiga” alias negara berkembang, dengan maksud menyoroti masalah yang dihadapi AS mulai dari kebrutalan polisi hingga tunawisma.

Baca juga: Halsey Gelar Black Creators Fund Initiative Dukung Karya Seni Orang Kulit Hitam

Setelah Halsey dikritik karena pilihan kata-katanya, dia menjelaskan bahwa dia “hanya bermaksud untuk mendidik pengikut AS-nya tentang bagaimana persepsi kita tentang AS telah dipropagandakan”.

Tweet atau cuitan asli yang dihapus Halsey berbunyi: “AS adalah Negara Dunia Ketiga: sebuah utas”. Sejumlah fans mengkritik tweet tersebut, termasuk mereka yang tinggal di negara-negara berkembang.

Dalam permintaan maaf lanjutannya, Halseu mengatakan: “Aku mengerti ada negara-negara yang menderita di luar pemahaman kita sebagai akibat langsung dari imperialisme AS. Tetapi orang Amerika tidak menyadari betapa buruknya statistik yang ada di sini”.

“Aku benar-benar minta maaf jika aku menyinggungmu!” tambah Halsey.

Halsey kemudian memposting utas Twitter lainnya, yang katanya memiliki “kata-kata yang lebih akurat dan realistis” dan menghilangkan referensi ke Amerika sebagai negara dunia ketiga.

“Statistik ini penting untuk dibaca oleh followers-ku di AS. Nasionalisme kita tertanam dalam diri kita sejak usia muda sehingga, sementara aku tidak buta akan kekurangan kita, beberapa di antaranya masih mengejutkanku,” tuturnya.

Halsey memulai utas itu dengan mengatakan : “AS menghasilkan sejumlah besar media yang mempropagandakan ‘The American Dream’. Berikut adalah beberapa statistik tentang AS yang mungkin mengejutkan beberapa orang yang mempertahankannya sebagai “negara terbesar di dunia”.

Sepanjang utas edukatif tersebut, Halsey membagikan statistik tentang “tingkat kematian ibu hamil yang mengerikan” di Amerika, kenaikan mengejutkan dalam klaim pengangguran di AS sejak wabah Covid-19 melanda negara itu pada bulan Maret dan “krisis perawatan kesehatan”.

Halsey juga menyoroti bagaimana komunitas orang kulit hitam di AS hidupnya lebih berisiko; khususnya dalam kasus persalinan, angka kematian bayi dan kasus orang hilang.

Penyanyi biracial (ayah Halsey berkulit hitam, ibunya berkulit putih) alias blasteran itu, yang telah berada di garis depan protes Black Lives Matter di AS, juga memberikan statistik tentang kebrutalan polisi – mengatakan bahwa “polisi menggunakan kekuatan yang hampir mematikan terhadap masyarakat”.

Baca juga: Halsey Tertembak Peluru Karet Saat Ikut Aksi Protes Black Lives Matter di LA

Halsey juga berbagi statistik tentang tingginya jumlah kematian pria kulit hitam dalam kasus penembakan polisi dan juga menyebut mantan petugas polisi Derek Chauvin, yang telah didakwa dengan pembunuhan tingkat dua setelah berlutut di leher George Floyd selama delapan menit.

Halsey menulis: “Untuk pria kulit hitam, risiko kematian sepanjang hidup mereka di tangan polisi adalah 1 banding 1.000. Orang kulit hitam merupakan 13% dari populasi tetapi hampir 30% dari kasus penembakan polisi. Kasus penembakan. Tidak ada kematian lain yang termasuk dalam statistik itu, seperti… (akibat) lutut…”.

Dia juga mengkritik administrasi Donald Trump: “Aku sadar bahwa AS berada dalam kondisi yang jauh lebih baik daripada negara-negara yang secara pribadi telah kami imperialisasikan melalui sejarah. Tetapi dalam iklim terkini di negara ini aku merasa terdorong untuk membagikan informasi ini. Kami bukan negara yang seperti di film-film Hollywood”.

Halsey telah menjadi pendukung kuat gerakan Black Lives Matter dan telah terlihat memberikan bantuan medis kepada para demonstran aksi protes, bersama pacarnya yang sesama musisi, Yungblud.

Pekan lalu, Halsey mengumumkan bahwa dia meluncurkan kampanye The Black Creators Funding Initiative yang bertujuan untuk “memperkuat” karya ciptaan kreator berkulit hitam dari segala segi ilmu.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Tags:

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Saska Diandra

Solois Saska Diandra Visualkan Amarah & Anxiety Lewat MV ‘Doa Dicuku...

Saskia Diandra. Nggak butuh waktu lama bagi Saska Diandra untuk kembali merilis MV (Music Video) untuk lagunya yang berjudul ‘Doa Dicukupkan’. Hanya sel

on Dec 3, 2020
Orkes Kedai Sarinah

Orkes Kedai Sarinah, Unit Pop Era Indonesia Lawas Lepas Single Anyar '...

Orkes Kedai Sarinah. Orkes Kedai Sarinah adalah grup musik dengan konsep retrospektif dari Bekasi yang membawakan nuansa pop era 1950-an dan 1960-an dengan

on Dec 2, 2020
Mahen

Bintang Muda Mahen Kembali Ber-Pop Mellow Dengan Single Baru 'Cinta Se...

Mahen. (Foto: Indo Semar Sakti). Penyanyi muda dan salah satu best new comer, Mahen, belakangan memang menjadi perbincangan para penikmat musik Indones

on Dec 1, 2020
Fahem

Fahem Tenggelam Dalam 'Pool Of Regrets', Single Ke-4 Menuju EP Mendata...

Dua ribu dua puluh mungkin memang “tahunnya” Fahem. Produktivitas dan konsistensi dirinya menghasilkan karya patut diacungi jempol. Terbukti dalam wakt

on Dec 1, 2020