×
×

Search in Mata Mata Musik

Haul Tragedi AACC Konser Musik Cadas Di Bandung 12 Tahun Silam

Posted on: 02/9/20 at 8:05 am

TRAGEDI AACC
Belasungkawa Mendalam Pasca Konser di Gedung AACC, Bandung (Foto: Beside)

Hari ini 12 tahun silam, tepatnya 9 Februari 2008, tragedi konser musik di Gedung AACC (Asia-Africa Cultural Center), Bandung, Jawa Barat, merenggut korban jiwa sebanyak 11 orang.

Tragedi “Sabtu Kelabu”, 9 Februari 2008 merupakan salah satu sejarah kelam di kancah musik independen (kata lain untuk ‘underground’), khususnya metal ekstrim Indonesia. Saat itu, band metal kelahiran Bandung, Beside sedang menyelenggarakan konser tunggal dalam rangka peluncuran album debut mereka, Against Ourselves.

Baca Juga: Singel Debut RE:UNION, ‘Home’ Esensi Reunian Para Mantan Personil Killing Me Inside

konser peluncuran album Beside
konser peluncuran album Beside

Hadirnya kekuatan besar dari metal antusias yang tidak didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, ditambah adanya kelalaian dari pihak panitia yang mengakibatkan kepanikan massal berujung pada terenggutnya nyawa sebelas korban di dalam Gedung AACC. Seluruh komunitas musik bawah tanah lantas berduka, dan kejadian ini cukup “menampar” semua pihak yang bersentuhan di sekelilingnya.

Pasca “Tragedi AACC“, Beside dan teman-teman dari komunitas musik underground secara berkala melaksanakan berbagai aktivitas sebagai bentuk penghormatan dan mengenang kawan-kawan yang berpulang di saat kejadian tersebut. Dua kata: “Melawan Lupa” menjadi frasa untuk mengidentifikasi setiap aktivitas yang dilakukan dalam rangka mengenang “Tragedi AACC Bandung“, sebagai bentuk pengabadian memori, mengingat selalu catatan-catatan yang harus diperbaiki, dan tentunya menghormati sebelas pahlawan yang selamanya mendapatkan posisi teratas di naskah pembentukan sejarah musik underground.

Itu juga yang terjadi di hari ini, 9 Februari 2020 seperti yang sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Beside tiap tahun rutin mengundang kawan-kawan untuk turut mendoakan 11 korban yang sudah berpulang di “Tragedi AACC” dalam pengajian dan doa bersama di kediaman salah satu korban, yaitu almarhum Tian, putra dari Bapak Dadi. Pengajian ini dilaksanakan di Jalan Babakan Sari 3, RT. 05 RW 15 Nomor 235, Kiaracondong, Bandung, dimulai dari pukul 15.30 WIB.

Kejadian ini tentu menjadi pembelajaran, membentuk satu catatan penting dan menyisakan duka yang tidak akan pernah habis. Tapi, komunitas musik underground masih tetap dan akan terus kuat dan bertahan. Sebelas pahlawan ini menjadi pilar penyangga terkokoh untuk ranah musik underground, khususnya kota Bandung.

Insiden

Jumlah penonton yang hadir dalam konser peluncuran album Beside tersebut ternyata melebihi kapasitas penonton gedung tempat diselenggarakannya konser. Sebanyak 800 hingga 1.000 orang berada di dalam gedung. Padahal kapasitas gedung ini hanya 500 orang!

Selain penonton yang sudah menempati ruangan gedung, terdapat banyak orang yang berada di luar gedung konser musik cadas itu. Saat konser selesai pada jam 20:30, kepanikan mulai terjadi di kala para penonton akan meninggalkan gedung konser. Dikarenakan gedung tidak mampu menampung begitu banyaknya penonton, sirkulasi udara di dalam gedung menjadi sangat kurang dan banyak di antara penonton yang mengalami sesak nafas, dehidrasi, serta berdesak-desakan. Ketidakadaan tim medis atau PMI membuat penonton yang terdampak kepanikan ini tidak menerima bantuan medis yang memadai. Dikabarkan banyak orang yang tergeletak di lantai dan tidak mendapatkan pertolongan medis yang cukup.

Kepanikan massal ini merenggut nyawa 11 penonton dan ratusan lainnya luka-luka. Sebanyak 3 orang ditangkap dan dinyatakan sebagai tersangka dengan tuduhan kelalaian yang menyebabkan kematian dan luka-luka orang lain. Di antara para korban, terdapat seorang korban berjenis kelamin perempuan.

Setelah tragedi ini, gedung AACC ditutup sementara. Pada tahun 2010, gedung ini direnovasi serta diberi nama baru, yaitu New Majestic.

Monumen

Pada tahun 2014, sebuah ‘Memorial Statue’, monumen berbentuk gitar diresmikan oleh Mohammad Rohman a.k.a Man (vokalis band death metal Jasad) sebagai perwakilan keluarga korban di Taman Musik Centrum yang diresmikan oleh Arif Prasetya, Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung. Monumen itu berisikan 11 nama korban tewas kejadian naas di AACC.

Monumen Gitar di Taman Musik Centrum, Bandung.
Monumen Gitar di Taman Musik Centrum, Bandung.

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi
Sumber: Beside dan berbagai literatur

Mata Mata Musik's Newsletter