×
×

Search in Mata Mata Musik

Hayley Williams Adalah Wujud Selebritas Wanita Sebenarnya

Posted on: 08/25/18 at 5:57 am

Di industri yang banyak didominasi kaum laki-laki yang cenderung meremehkan bakat musisi perempuan, ketahanan Hayley Williams menjadikannya sebagai wujud selebritas wanita yang sebenarnya

Oleh Emma Garland (Vice)

Mustahil membahas tentang Paramore tanpa membicarakan Hayley Williams. Ketika personil pendiri Zac dan Josh Farro meninggalkan band ini di 2010 menyusul perselisihan publik yang buruk, mereka mengeluarkan pernyataan yang mengeluhkan betapa band ini menjadi “hanya tentang Hayley”. Kamu bisa paham dari mana datangnya masalah ini. Jika diperhatikan di setiap pemotretan sampul majalah, setiap wawancara, setiap video musik, dia menjadi fokus utama di semuanya; sementara anggota lainnya menjadi latar belakang atau bahkan tidak disertakan sama sekali. Namun, tak dapat disangkal bahwa, bagi banyak orang, Hayley terus menjadi aspek yang paling inspiratif dari band ini—tapi untuk alasan yang jauh lebih besar daripada bagan cat rambut Pantone-nya.

Dia lebih dari sekadar pentolan band. Sejak dia mulai bernyanyi di Paramore pada usia 15 tahun, dia meraih tingkat perhatian yang sejak saat itu telah meroket menjadi sosok yang dipuja secara global. Menarik bagi semua orang, dari anak-anak yang membutuhkan seorang idola hingga orang dewasa dengan pencapatan yang pas-pasan, Paramore dengan cepat menjadi salah satu band alternatif terbesar di planet ini. Di antara menjadi grup band termuda yang bermain di acara Warped Tour dan menjual habis tiket di Wembley Arena dalam sepuluh menit, dia berhenti menjadi sekadar vokalis di sebuah band dan menjadi wanita yang berkuasa dalam skala yang belum pernah dilihat dunia musik alternatif sejak Gwen Stefani pertama kali keluar dengan celana longgar dan kawat gigi. Menegaskan apa yang sudah kita ketahui, bulan ini dia diumumkan sebagai penerima pertama dari penghargaan Trailblazer Award terbaru di acara Billboard’s Women in Music Awards tahun ini. Tapi bagaimana seorang anak pop-punk dengan rambut ala Myspace mencapai tahap dalam kariernya di mana dia meraih penghargaan bersama Taylor Swift dan Ariana Grande?

Awalnya, Hayley Williams mewakili kaum yang aneh dan canggung; anak-anak yang mengenakan kaos band di hari tanpa seragam, mencukur bagian rambut mereka secara random dan menghabiskan akhir pekan mereka menangis di deviantART. Pada dasarnya dia adalah Avril Lavigne untuk generasi pemain Angry Birds, tapi alih-alih terjun ke dalam kekecewaan tak berujung saat beranjak dewasa, Hayley justru berkembang dengan para pendengarnya dan mulai menarik demografi di luar kelompok inti penggemar pop-punk.

Dengan dirilisnya Paramore, album keempat mereka, Hayley mulai menapakkan satu kaki di pop komersial namun tetap kokoh berdiri dengan kaki yang lainnya di punk komersial, dan dia telah bertengger di antara keduanya dengan cara yang belum pernah dilakukan wanita mana pun sebelumnya—setidaknya tidak seberhasil itu. Pada kesempatan langka suatu band rock yang kebetulan ditunggangi seorang wanita menjadi sukses, mereka berjuang melakukan hal tersebut di arena yang didominasi laki-laki dan cenderung lebih baik apabila mereka meniru kebiasaan di arena tersebut. Lihat The Distillers atau—sampai taraf tertentu—Hole, di mana Brody Dalle dan Courtney Love dulu (dan masih) dianggap sebagai maskulin karena mereka ‘ganas’ di atas panggung, mabuk-mabukan, dan bersikap sombong. Seperti pria seharusnya.

Industri musik rock masih sangat bermuka dua, dengan satu sisi mengatakan “ini adalah bagaimana kamu harus bertindak untuk sukses” dan sisi lain membandingkannya dengan “tapi kami juga akan menilaimu dengan keras untuk usahamu apabila kamu seorang wanita.” Dan terlepas dari seberapa baik mereka melakukannya, Brody dan Courtney biasanya akan dicap sebagai “wanita jalang yang gila” sedangkan orang seperti Billie Joel Armstrong atau Patrick Stump dianggap keren karena melakukan hal yang sama. Dan mungkin itulah karena dan mengapa hanya ada sedikit wanita di industri musik alternatif. Meskipun musisi wanita mendominasi tangga lagu di area pop, hip-hop, dan R&B tahun ini, rock dan semua sub-genrenya masih memiliki masalah wanita yang sangat besar—masalah karena sedikitnya wanita, dan wanita yang ada pun harus berkarya di bawah tekanan dan stigmatisasi yang juga sangat besar.

Industri hiburan akan selalu memilih orang-orang yang disukainya dan mencoba mengubah mereka menjadi tokoh penghibur. Jadi terlepas dari apakah kamu seorang Courtney Love atau seorang Nicki Minaj atau seorang Hayley Williams, kemungkinannya adalah, karena kamu adalah sosok wanita terkemuka dalam musik, kamu akan berakhir di sampul majalah wanita dikelilingi oleh berita utama tentang seberapa jauh kamu harus membungkuk untuk menyenangkan pasanganmu.

Sebanyak apa pun kamu berusaha menghindarinya dan selogis apa pun wawancara itu mungkin terlihat pada saat itu, jawabanmu akan selalu dipotong dan diputarbalikan dengan cara yang paling konformatif, mudah dicerna (dan oleh karena itu mudah dijual) yang sering bertindak sebagai sampingan dari karier mereka sebenarnya sebagai artis. Tetapi untuk sebagian besar, Hayley berhasil menavigasi industri ini dengan cara di mana dia lah yang “memainkan” industri ini. Dia bahkan mampu mencegah hal yang tak terelakkan dengan membuat lelucon tentang dadanya sebelum seorang hacker membocorkan foto setengah telanjangnya, sekaligus juga menangani kesialan menjadi satu-satunya wanita di ranah rock alternatif yang pernah berurusan dengan aspek ketenaran tersebut pada awalnya.

Karena Hayley telah, sampai batas tertentu, menjadi bagian dari budaya selebritas yang melibatkan pemotretan sampul majalah dan acara karpet merah, dia juga telah menjadi terlibat di arena eksposur publik yang biasanya diisi oleh orang-orang seperti Kim Kardashian dan Paris Hilton; orang-orang yang pemotretan sampul majalah dan acara karpet merahnya menjadi alasan utama ketenarannya, daripada hal-hal yang terjadi sebagai sampingan karena kebutuhan. Kenyataan bahwa dia menjadi subjek bagi pelanggaran privasi yang menghebohkan, yang biasanya tersedia bagi seseorang yang memiliki tanda bintang Hollywood adalah sesuatu yang sangat aneh (dan tentunya menyedihkan) namun juga berbicara banyak tentang di mana dia duduk pada skala kepentingan umum.

hayley-williams-adalah-wujud-selebritas-wanita-sebenarnya-2

Dari pemotretan ke acara karpet merah hingga berjingkrak di atas panggung, Hayley Williams menunjukkan ia bisa segalanya. (Foto via Vice)

Selain tidak ada untungnya merumitkan kenyataan bahwa dia adalah penyanyi wanita di arena yang didominasi pria, tidak adil juga meremehkan pencapaiannya yang berhasil menjadi penyanyi wanita arena yang didominasi pria. Untuk sebuah tour besar yang menjual lebih dari setengah juta tiket di seluruh AS dan Kanada sendiri tahun lalu dan memiliki fanbase wanita yang besar, kamu akan berpikir persentase perwakilan wanita di atas panggung di Warped Tour akan melebihi enam persen, tapi kenyataannya musik alternatif masih sangat dipenuhi dengan laki-laki—dan itu dapat menciptakan lingkungan yang sulit bagi para wanita muda yang berharap untuk menyeberangi rintangan kerumunan dan dianggap sebagai musisi yang sah. Di awal kariernya, Hayley harus menghadapi pelecehan dari musisi laki-laki yang berusia sepuluh tahun lebih tua darinya, membuat tulisan blog yang mengoreksi artikel sampul yang terpusat pada kurangnya lekuk tubuhnya dan memberi kesan bahwa anggota Paramore lainnya adalah “pesuruhnya.” Dia berjuang untuk dianggap serius oleh anggota kerumunan yang sangat tidak terbiasa melihat seorang wanita di atas panggung sehingga mereka tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan kecuali teriak “buka bajumu!” kepadanya sebanyak sepuluh kali. Dia telah berurusan dengan semua itu sejak dia berusia 16 tahun dan terus buka-bukaan tentang seksisme di dunia musik sekarang.

Pada dasarnya, seluruh keunggulan komersialnya adalah satu cacian bagi kebiasaan di industri rock. Dalam lingkungan di mana wanita diharapkan tampil sedikit mungkin, dia berteriak lebih kencang daripada semua orang di dalamnya dengan rentang vokal yang mencapai tiga oktaf. Dia adalah orang yang mengatakan, ‘persetan dengan semua, saya akan menjadi satu-satunya orang di dunia yang pernah bermain di Warped Tour dan juga mempunyai lini kosmetik sendiri, karena memberi label pada wanita adalah sesuatu yang bodoh, dan peduli tentang fesyen dan menyukai musik heavy adalah hal yang tidak saling eksklusif. Saya akan berjalan ke pengambilan video dengan rambut berwarna pastel neon dan memakai kaos dengan tulisan DWEEB di depannya dan malah terlihat seperti kebalikan dari apa pun DWEEB itu, karena ini menginspirasi kaum muda untuk punya kepercayaan diri dalam memakai apa pun yang mereka inginkan sekalipun itu celana ketat yang konyol dengan tumpahan cat kuning palsu. Dan saya tidak peduli jika mantan anggota band saya menyebut Paramore “produk pabrikan,” karena kami akan meluncurkan album self-titled dan itu akan mendapat peringkat emas di tiga negara dan kami akan memasarkannya di atas kapal pesiar. Dan kemudian saya akan memenangkan penghargaan Trailblazer Award, berkat semua hal yang saya lakukan.’

Terlepas dari semua rintangan, Hayley Williams berhasil menyetir suatu industri yang pernah berusaha keras mengubahnya menjadi kendaraan untuk menjual barang, baik itu majalah, makeup, ataupun musik. Dan dia mungkin telah menjual semua barang tersebut di satu titik, tapi dia melakukan hal itu dengan cara yang memberikan suara bagi kaum muda yang merasa mereka seperti tidak cocok. Lebih hebatnya lagi, dia telah mengukir jalan bagi wanita muda untuk memasuki arena musik alternatif yang biasanya mengecilkan mereka, menonton dari pinggiran.

Sumber: https://noisey.vice.com/en_us/article/6x8qwd/hayley-williams-is-more-than-just-a-vocalist              

Posted on December 1, 2014, 8:00 pm

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Gimana Nasib Masa Depan Paramore

Hayley Williams Akui Tidak Tahu Arah Paramore Selanjutnya!

Sudah lebih dari dua tahun sejak Paramore merilis album terakhir mereka, After Laughter, dan hampir setahun sejak mereka terakhir menggelar pertunjukan live, d

on Aug 18, 2019
Hayley Williams

Hayley Williams Isyaratkan Materi Baru Paramore Atau Solonya?

Teaser yang diunggah di Instagram pribadi Hayley Williams tidak ada suaranya! Baca Juga: American Football Gandeng Hayley Williams di “Uncomfortably Numb

on Jun 24, 2019
American Football Gandeng Hayley Williams di “Uncomfortably Numb”-1

American Football Gandeng Hayley Williams di “Uncomfortably Numb”

Video musiknya menghadirkan penampilan dari Blake Anderson Oleh Trey Alston (Pitchfork) American Football meluncurkan lagu baru “Uncomfortably Numb,”

on Jan 23, 2019
Hayley Williams Bercermin tentang Kesehatan Mental

Hayley Williams Bercermin tentang Kesehatan Mental

Dalam esai majalah Paper, Hayley Williams buka-bukaan tentang kesehatan mentalnya dan memberi sedikit tips untuk bertahan melawan depresi Oleh Abby Jones (Bill

on Aug 25, 2018