×
×

Search in Mata Mata Musik

Hayley Williams Bercermin tentang Kesehatan Mental

Posted on: 08/25/18 at 11:52 am

Dalam esai majalah Paper, Hayley Williams buka-bukaan tentang kesehatan mentalnya dan memberi sedikit tips untuk bertahan melawan depresi

Oleh Abby Jones (Billboard)

Meskipun album studio kelima dan terbaru Paramore After Laughter sekilas tampak seperti sebuah rekaman musik berwarna dengan gelombang baru yang modern, lirik-liriknya, ketika diteliti lebih mendalam, membuktikan album ini jauh dari kata ceria. Setahun setelah perilisan album, vokalis Hayley Williams buka-bukaan tentang “kehidupan dengan After Laughter” dan perjuangannya dengan kesehatan mental dalam sebuah esai pribadi untuk majalah PAPER yang diterbitkan pada Rabu, 30 Mei.

“Di musim panas tahun 2015, saya adalah wanita berusia 26 tahun yang bertunangan dan berambut kuning,” Hayley membuka esainya. ” Ada [piala] Grammy di meja dapur saya dan banyak kardus di mana-mana dari waktu saya pindah kembali ke Nashville setelah menghabiskan beberapa tahun yang aneh di LA. Tadinya saya akan menikah di bulan September tahun itu, memperlambat waktu, berkebun, punya anak, dan membuat album Paramore lainnya. Segalanya pada akhirnya akan menjadi sempurna dan saya akan hidup bahagia selamanya— Oh.”

Para penggemar berat mungkin sudah familiar dengan banyaknya permasalahan yang terjadi, yang Hayley gambarkan rasanya seperti tertiban piano yang jatuh dari langit-langit kamarnya. Batalnya pernikahan Hayley dengan pentolan band New Found Glory, Chad Gilbert, dan kepergian yang mengejutkan dari rekan band lamanya, Jeremy Davis, membantu memicu versi kelam Hayley, yang menulis musik yang terdengar “seperti seseorang yang sedang depresi.”

“Saya tidak makan, saya tidak tidur, saya tidak tertawa… untuk waktu yang lama,” jelas Hayley. ” Saya masih enggan menyebut [sikap] ini sebagai depresi. Sebagian besar karena takut orang-orang akan menuliskannya di judul berita, seolah-olah depresi adalah sesuatu yang unik dan menarik dan layak mendapat perhatian. Psikologi itu menarik. Depresi adalah siksaan.”

Namun, sama halnya dengan cuaca yang diprediksi dalam video satiris “Rose-Colored Boy” karya Paramore, tampaknya kehidupan terasa sedikit lebih cerah bagi Hayley belakangan ini, dan dia mengaku hal ini berkat proses penulisan lagu yang membuatnya tetap hidup.

“Ekspresi adalah cara bertahan hidup,” tuturnya. “Kamu bisa melakukannya bagaimana pun kamu suka. Menulis, menggambar, menciptakan sesuatu dengan tanganmu. Memberitahu seseorang bahwa kamu mencintai mereka. Jalan-jalan, membuka jendela mobilmu dan meneriakkan sesuatu seperti, ‘HIDUPKU SANGAT BURUK SAAT INI!’ Atau, ‘APA YANG KAMU TAHU? SAYA SEBENARNYA BAIK-BAIK SAJA HARI INI!’ Ini hanya beberapa hal untuk dicoba jika menangis dan menari tidak berhasil.”

 

Sumber: https://www.billboard.com/articles/columns/rock/8458549/hayley-williams-paper-magazine-essay-mental-health              

Posted on May 30, 2018

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Loudness

Eksklusif: Mata Mata Musik Ngobrol Bareng dengan Loudness

Band heavy metal legendaris asal Jepang, Loudness, baru saja mampir ke Jakarta untuk menggelar konser di Hard Rock Café Jakarta pada hari Selasa kemarin (12/1

on Nov 14, 2019

Vokalis Lamb Of God Bahas Kondisi Musik di 2019

Menurut vokalis Lamb of God, Randy Blythe, “Kalau kamu duduk di belakang komputer untuk mencela dan menghakimi orang lain, itu bertentangan dengan segala ses

on Oct 21, 2019
Zico

Zico Mengaku Pernah Alami Rambut Rontok Karena Stres

Zico buka-bukaan tentang musik dan kekhawatirannya saat menjadi tamu di acara Kim Shin Young‘s Hope Song At Noon pada 8 Oktober kemarin. Baca juga: Crush

on Oct 10, 2019
Kygo Avicii

Kygo: Avicii Adalah Alasan Mengapa Saya Mulai Membuat Musik

Di dalam wawancara yang dilangsungkan baru-baru ini di Las Vegas, Kygo membahas tentang perjalanan karier musik miliknya sampai inspirasi yang ia dapatkan dari

on Oct 7, 2019