×
×

Search in Mata Mata Musik

Hayley Williams Curhat tentang Kesehatan Mentalnya dalam Esai Pribadi

Posted on: 08/25/18 at 7:22 am

Hayley Williams lebih terbuka dan bercerita banyak tentang kesehatan mentalnya dan menuangkan isu tersebut ke dalam lagu di album terbarunya, After Laughter.

Oleh Samantha Maine (NME)

Penyanyi ini mengaku “lama tidak tertawa.”

Vokalis Paramore, Hayley Williams, curhat tentang kesehatan mentalnya dalam esai pribadinya yang baru.

Album yang baru dirilis tahun 2017 lalu After Laughter membahas hal-hal seperti kecemasan sosial (social anxiety) dan tekanan untuk menyesuaikan diri. Dalam sebuah wawancara dengan Zayn Lowe sebelum peluncuran album, Hayley mengatakan bandnya hampir bubar karena berbagai tekanan yang ada.

Sekarang, di esai pribadinya yang baru, Hayley dengan detail menceritakan tekanan-tekanan tersebut, dan mengatakan “banyak hal yang terjadi dalam waktu yang sangat singkat.”

“Di musim panas tahun 2015, saya adalah wanita berusia 26 tahun yang bertunangan dan berambut kuning. Ada [piala] Grammy di meja dapur saya dan banyak kardus di mana-mana dari waktu saya pindah kembali ke Nashville setelah menghabiskan beberapa tahun yang aneh di LA. Tadinya saya akan menikah di bulan September tahun itu, memperlambat waktu, berkebun, punya anak, dan membuat album Paramore lainnya. Segalanya pada akhirnya akan menjadi sempurna dan saya akan hidup bahagia selamanya— Oh. Wow… Hanya muntah sedikit,” mulainya.

Dia lanjut membahas kepergian bassist Jeremy Davis, “Saya terbangun dari musibah itu dengan perginya satu teman band saya… pertengkaran lain tentang uang dan siapa yang menulis lagu apa,” tulisnya.

Hayley kemudian menambahkan detail tentang kandasnya hubungan dengan mantan suaminya, Chad Gilbert, personel New Found Glory. “Saya memakai cincin kawin meskipun pertunangan saya kandas hanya beberapa bulan sebelumnya.

“Lalu saya tidak makan, saya tidak tidur, saya tidak tertawa… untuk waktu yang lama. Saya masih ragu menyebut [sikap ini] depresi. Sebagian besar karena takut orang-orang akan menuliskannya di judul berita, seolah-olah depresi adalah sesuatu yang unik dan menarik dan layak mendapat perhatian. Psikologi itu menarik. Depresi adalah siksaan,” dia menambahkan.

Anda dapat membaca tulisan lengkapnya di sini.

Berbicara tentang lagu terbarunya, ‘Rose-Colored Boy’, Paramore mengatakan lagu tersebut ditulis sebagai panggilan bagi orang untuk lebih terbuka tentang kesehatan mentalnya.

“‘Rose-Colored Boy’ adalah lagu tentang merasa tertekan untuk melihat dunia dengan optimisme buta ketika Anda benar-benar merasa sangat putus asa tentang dunia dan bagian Anda di dalamnya,” tulis mereka. “Ada sangat banyak tekanan sosial untuk menjadi (atau kelihatan) “bahagia” sehingga kita dapat benar-benar merasa malu ketika kita tidak berbahagia.

“Menambahkan rasa malu pada kesedihan adalah seperti minuman yang beracun. Sudah cukup berat berhadapan dengan kesedihan, depresi, atau jenis kecemasan apa pun tanpa tambahan ekspektasi sosial. Sangat penting DAN lebih menyembuhkan bertemu orang ketika mereka – BEREMPATI – ketimbang berusaha dan melukis segalanya menjadi bahagia.”

 

Posted on May 31, 2018 8:37 am

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Loudness

Eksklusif: Mata Mata Musik Ngobrol Bareng dengan Loudness

Band heavy metal legendaris asal Jepang, Loudness, baru saja mampir ke Jakarta untuk menggelar konser di Hard Rock Café Jakarta pada hari Selasa kemarin (12/1

on Nov 14, 2019

Vokalis Lamb Of God Bahas Kondisi Musik di 2019

Menurut vokalis Lamb of God, Randy Blythe, “Kalau kamu duduk di belakang komputer untuk mencela dan menghakimi orang lain, itu bertentangan dengan segala ses

on Oct 21, 2019
Zico

Zico Mengaku Pernah Alami Rambut Rontok Karena Stres

Zico buka-bukaan tentang musik dan kekhawatirannya saat menjadi tamu di acara Kim Shin Young‘s Hope Song At Noon pada 8 Oktober kemarin. Baca juga: Crush

on Oct 10, 2019
Kygo Avicii

Kygo: Avicii Adalah Alasan Mengapa Saya Mulai Membuat Musik

Di dalam wawancara yang dilangsungkan baru-baru ini di Las Vegas, Kygo membahas tentang perjalanan karier musik miliknya sampai inspirasi yang ia dapatkan dari

on Oct 7, 2019