×
×

Search in Mata Mata Musik

Herd Immunity Fest Digelar Tanpa Paksaan Protokol New Normal Ke Penonton

Posted on: 07/24/20 at 10:30 am

Herd Immunity Fest Digelar Tanpa Paksaan Protokol New Normal Ke Penonton

Festival musik bertajuk Herd Immunity Fest yang (katanya) kontroversial di Ringle, Wisconsin, Amerika Serikat (AS), yang kemudian mengubah namanya menjadi July Mini Fest, telah berlangsung selama akhir pekan 17-19 Juli lalu, menampilkan aksi panggung dari Static-X, Dope, Saving Abel, band cover AC/DC bernama Thunderstruck dan banyak lagi. Meskipun sempat mendesak langkah-langkah social distancing di area outdoor yang kerumunan penontonnya tidak terlalu ramai, hampir tidak ada penonton yang pakai masker saat mereka berdiri bahu-membahu dan tanpa jaga jarak.

Baca juga: Pemerintah Inggris Resmi Izinkan Konser Musik “Indoor” Mulai Agustus 2020

Saat ini, hanya segelintir wilayah di Wisconsin yang memiliki kewajiban pakai masker dan Ringle bukan salah satunya. CDC (Center for Disease Control) telah meminta semua orang Amerika untuk memakai masker wajah demi membantu mengurangi penyebaran virus Corona, yang kasusnya (yang katanya) telah melonjak pesat di AS dalam beberapa pekan terakhir karena negara itu telah mencatat rekor jumlah kasus terbanyak yang dilaporkan dalam sehari selama tujuh hari terakhir.

Sebelumnya disebut-sebut bahwa lapangan outdoor berkapasitas 10.000 itu hanya terbatas untuk 2.000 penonton dalam upaya untuk secara alami mempromosikan social distancing serta mengurangi risiko penyebaran virus Corona. “Kami hanya menjual 20% dari itu sehingga siapa pun memiliki pilihan dan kemampuan untuk menjaga jarak,” ujar perwakilan dari Q & Z Expo, venue di mana festival itu diadakan, melalui Facebook bulan lalu. Mereka tetap tidak berkomitmen pada gagasan yang memaksakan social distancing, dan menyerahkan nasib kesehatan setiap penonton pada diri mereka sendiri.

Seperti yang terlihat dalam postingan di bawah ini dari Mini Fest, lapangan outdoor itu memang cukup sepi untuk menjaga jarak, bahkan acara akhir pekan yang jarang dihadiri itu memperlihatkan penonton mereka mengabaikan langkah-langkah keselamatan yang telah diberitakan di seluruh dunia selama lebih dari empat bulan, dengan keharusan untuk menjaga jarak fisik sejauh enam kaki atau kurang lebih 2 meter dan, secara umum, mereka disarankan memakai masker ketika jaraknya tidak bisa dijaga. Dalam beberapa minggu terakhir, mengenakan masker menjadi lebih wajib daripada hanya mengenakannya saat menjaga jarak 2 meter sudah tidak mungkin dilakukan.

Baca juga: Co-Founder Lollapalooza Prediksikan Konser Tidak Akan Kembali Hingga 2022

Dalam klip video di bawah ini, Adelitas Way tampil untuk sekelompok penggemar mereka yang padat.

Di sini, peserta berdiri bahu-membahu tanpa mengenakan masker saat Thunderstruck menyanyikan sejumlah lagu klasik AC/DC.

Band alternative rock Sponge termasuk di antara band utama festival itu dan sang vokalis Vinnie Dombroski mengatakan bahwa, setidaknya saat set band-nya (yang diperkirakan ditonton oleh sekitar 750 -1.000 orang), beberapa praktik social distancing sempat dipatuhi.

“Sepertinya social distancing sudah menjadi norma,” ujar Vinnie Dombroski kepada Oakland Press. “Jika itu sebuah keluarga, mereka berdiri bersama, tetapi orang-orang berbaris dan sepertinya mereka sudah mulai terprogram – ‘Oke, aku akan berdiri sejauh 2 meter dari orang lain’. Aku terkejut saat melihat itu dilakukan dengan sangat alami oleh orang-orang. Tidak ada yang membentuk moshpit atau mencoba untuk mendekati band”.

Namun, dia tidak dapat berbicara dengan sisa kejadian selama festival, dan menyatakan bahwa, “Aku tidak tahu apa yang terjadi di hari-hari lainnya, tetapi dari apa yang aku lihat kemarin (orang-orang) mengikuti aturan dengan baik. Aku sedikit terkejut, tapi pengalamanku berjalan positif, walaupun terdengar penuh risiko”.

Vokalis itu juga menyatakan bahwa tindakan pencegahan anti-virus dari penyelenggara acara “sedikit tidak jelas”.

The Oakland Press juga melaporkan bahwa panitia membatasi kapasitas pada 2.500 peserta, tidak sesuai dengan angka 2.000 yang awalnya dijelaskan oleh festival itu.

Di bawah ini, kerumunan hadirin di Mini Fest bersatu untuk foto kelompok dan, di latar belakang, ada puluhan orang yang tidak mengikuti langkah-langkah social distancing.

Serangkaian foto dan video di bawah ini lagi-lagi menunjukkan bahwa penggemar mengabaikan protokol kesehatan.

Mini Fest awalnya dikenal sebagai Herd Immunity Fest, mengangguk pada konsep herd immunity alias kekebalan kelompok, yang merupakan kemampuan populasi untuk melawan penyebaran atau penularan virus, biasanya dicapai melalui penumpukan alami antibodi atau penggunaan vaksin. Skenario itu tercapai ketika persentase tertentu dari populasi telah membangun kekebalan terhadap penularan yang sedang beredar, sehingga risiko penyebaran komunitasnya hampir nol.

Gubernur negara bagian Mississippi Tate Reeves menguraikan beberapa matematika dasar yang menggarisbawahi pemikiran bermasalah dari konsep herd immunity dalam kaitannya dengan virus Corona melalui serangkaian tweet, tiga di antaranya dapat lo baca di bawah ini.

Kalau setelah Mini Fest ini, semua penonton nggak ada yang kena Corona ya berarti terbukti kekebalan kelompok memang benar. Nanti yang kena flu biasa dibilang Corona, haha. Seharusnya dari awal tetap menggunakan nama Herd Immunity Fest.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Re:Imagine

PK Entertainment Perkenalkan Re:IMAGNE, Festival Digital Barunya

PK Entertainment, promotor musik yang berbasis di Jakarta, hari Kamis, 24 September mengumumkan acara terbarunya yaitu ​Re:IMAGINE​. Re:IMAGINE adalah

on Sep 25, 2020
Sangkara

Sangkara Lampiaskan Kegeramannya Lewat 'Oh Corona', Single Teranyarnya

Gerry Anake dan Alvin Silalahi. Duo pop Sangkara kembali merilis single terbarunya yang berjudul 'Oh, Corona' pada tanggal 11 September 2020, hanya berjarak

on Sep 25, 2020
Ian Brown

Ian Brown (The Stone Roses): "Plandemic" Ingin Menjadikan Kita "Budak ...

Ian Brown. (Foto: via Great Britain News). Belum lama ini seorang tokoh besar di blantika musik dunia melontarkan komentar yang dinilai kontroversial karena

on Sep 24, 2020
Noel Gallagher dan Corey Taylor

Anti-Masker, Noel Gallagher: Gue Nggak Peduli! Pro-Masker, Corey Taylo...

Noel Gallagher (Foto: Mitch Ikeda) / Corey Taylor (Foto: Scott Dudelson, Getty Images). Noel Gallagher memang terkenal blak-blakan dalam menyampaikan pendap

on Sep 16, 2020