×
×

Search in Mata Mata Musik

Hutan Hujan Ungkapkan Carut Marut Linimasa Via Single ‘Pancaroba Peradaban’

Posted on: 10/14/20 at 11:45 am

Hutan Hujan Ungkapkan Carut Marut Linimasa Via Single 'Pancaroba Peradaban'
Hutan Hujan.

Apa yang pertama terlintas kala mendengar grup musik bernama Hutan Hujan? Unit folk dengan lagu “adem”? Mendayu-dayu? Lirik surealis? Ben inda-indie kopi senja, endeskay endebray bray bray…

Kali ini, ada baiknya kita lupakan itu semua. Sejenak.

Lewat single terbaru mereka yang bertajuk ‘Pancaroba Peradaban’, Hutan Hujan sekilas menyampaikan suatu amarah. Suatu ekspresi keluh kesah, tentu bukan hal yang biasanya dibikin oleh kuintet asal Malang ini. Coba simak single sebelumnya yang bertajuk ‘Jatuh Rindu’ serta album pertama mereka Hutan Hujan (2018), terasa berbeda, bukan?

Diakui oleh Sigit Prasetyo, si penulis lirik, bahwasannya ‘Pancaroba Peradaban’ terinspirasi dari kekacauan hari-hari ini. “Liriknya adalah keluh kesah perubahan perilaku manusia di era digital sekarang ini. Manusia lebih berani berekspresi dan berucap kata tanpa mempedulikan lawan bicaranya,” tutur pria yang sering terlibat di belakang layar beberapa band Malang tersebut.

“Hal di atas bisa jadi belati bermata dua, di satu sisi mengungkapkan kejujuran. Tapi di lain sisi satu kata dapat membunuh perasaan orang lain dengan atau tanpa disadari. Nggak heran jika belakangan timeline social media kita penuh dengan umpatan dan caci maki dari sesama warganet,” tambahnya.

Keresahan tersebut kemudian disambut antusias oleh Edy Priono, gitaris Hutan Hujan, sekaligus karib Sigit selama 13 tahun ini. Syahdan, penulisan lirik, melodi, hingga aransemen dari lagu inipun nggak memerlukan waktu lama untuk dimanifestasikan menjadi karya utuh. “Mungkin karena kami juga sudah satu frekuensi,” tutur Edy.

Artwork cover single 'Pancaroba Peradaban' oleh Hutan Hujan.
Artwork cover single ‘Pancaroba Peradaban’ oleh Hutan Hujan.

Sedikit lebih dalam tentang sisi aransemen dan musik, “Pancaroba Peradaban” lebih kaya dengan perubahan nada, tempo dan birama. Lompatan-lompatan ketukan dari 6/8 menjadi 4/4 dengan balutan nada-nada timur tengah khas Ottoman membuat progresi dan groove lagu ini berbeda dengan kebanyakan musik yang sedang beredar di pasaran hari ini.

Video musik ‘Pancaroba Peradaban’ dapat dinikmati di kanal YouTube Hutan Hujan sejak 30 September 2020. Bersamaan dengan itu, dirilis secara berurutan di toko digital hingga radio-radio di Indonesia. Sebelum dirilis resmi, Hutan Hujan juga telah mengunggah proses di balik layar dan produksi lagu ini, sehingga para pendengar dapat melihat bagaimana penciptaan karya itu terjadi.

Simpul kata, semoga kita segera menyesuaikan diri dengan perubahan dunia yang sedang terjadi. Kadang, peradaban berjalan pelan kejam, merubah pengertian menjadi saling tikam.

Selamat datang di ‘Pancaroba Peradaban’, dan selamat mendengarkan.

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Harlan Boer

Harlan Boer Rilis Album Baru, “Bersambung” Yang Rekamannya Cuma Pa...

Harlan Boer. Penyanyi dan penulis lagu indie folk/indie-pop/anti-folk Jakarta, Harlan Boer merilis album dengan peralatan seadanya, direkam live memakai han

on Oct 17, 2020
Bon Iver Justin Vernon.

Bon Iver Rilis Single ‘PDLIF’ Yang 100% Hasil Profitnya Untuk Petu...

Justin Vernon, pentolan Bon Iver. (Foto: Sean Logan/The Republic). Band indie folk Bon Iver telah merilis single baru, ‘PDLIF’, sebagai lagu amal untuk

on Apr 20, 2020
Stars and Rabbit -St.Ann video thumbnail

STARS AND RABBIT - St. Ann (Live at M Bloc Live House)

https://youtu.be/WP9SlkUi2nU Frontwoman Elda Suryani memimpin Stars and Rabbit membawakan lagu 'St. Ann' dari album terbarunya Rainbow Aisle secara apa ad

on Mar 12, 2020
Stars and Rabbit

STARS AND RABBIT - Perjalanan Pop Eksotik Melalui Rainbow Aisle

Duo alternative pop berbahaya, Stars and Rabbit: Elda Suryani dan Didit Saad. Sejak akhir tahun 2019 lalu ditinggal gitaris terdahulunya, Adi Widodo yang me

on Mar 12, 2020