×
×

Search in Mata Mata Musik

Ian Brown (The Stone Roses): “Plandemic” Ingin Menjadikan Kita “Budak Digital”

Posted on: 09/24/20 at 10:00 am

Ian Brown (The Stone Roses): "Plandemic" Ingin Menjadikan Kita "Budak Digital"
Ian Brown. (Foto: via Great Britain News).

Belum lama ini seorang tokoh besar di blantika musik dunia melontarkan komentar yang dinilai kontroversial karena berbeda dengan opini mayoritas. Doi adalah Noel Gallagher, gitaris Oasis, yang menuai kritikan dan protes dari netizen dan media, walau nggak sedikit pula yang mendukungnya. Noel sangat menyakini bahwa pandemi virus Corona adalah omong kosong belaka. Pendapat yang juga diamini oleh sesama tokoh besar musik Britpop, Ian Brown, yang lebih dahulu terkenal bersama band lawasnya, The Stone Roses.

Ian Brown memposting beberapa pendapatnya tentang pandemi ini sebagai “plandemic” di Twitter sejak kemarin. Mantan vokalis The Stone Roses ini menegaskan bahwa pandemi yang sedang berlangsung sebenarnya adalah “plandemic” dengan tujuan yang jahat menjadikan kita semua “budak digital”. Untuk mendukung pandangannya, rocker kelahiran Manchester, Inggris tersebut membagikan lagu barunya, ‘Little Seed Big Tree’ yang mengekspresikan kegalauannya terhadap kehancuran ekonomi dan lainnya di dunia akibat kopad kopid ora jelas.

Dalam satu tweet yang pakai huruf kapital semua, Ian Brown menyimpulkan pandangannya dengan “NO LOCKDOWN NO TESTS NO TRACKS NO MASKS NO VAX”. Alasannya, jelasnya, adalah karena doi yakin pandemi virus Corona adalah bagian dari konspirasi besar, suatu “plandemic”, untuk mengendalikan populasi dunia. Doi menulis, “RESET BESAR plandemic yang direncanakan, dirancang dan dilaksanakan untuk menjadikan kita budak digital”. Doi juga menyertakan tagar #factchecker dan #researchanddestroy.

Baca juga: Ian Brown Isyaratkan Akan Kembali

Lagu barunya, ‘Little Seed Big Tree’ menggunakan ide yang sama dan membuatnya berima. Pada satu titik, Ian Brown menjelaskan, “Geoengineering, membuat lebih dari sekadar pola di langit/radiasi 5G, yang dipancarkan ke Bumi dari luar angkasa oleh satelit/Ilmuwan dan mediatrist/Mencoba memberi tahu gue 2 dan 2 adalah 5”. Kemudian doi mengeluh, “Vaksin palsu, seperti mimpi buruk,” dan melanjutkan dengan menulis:

“Mereka akan menanam microchip, setiap wanita, anak-anak, dan pria.
Suatu rencana untuk menghancurkan kita semua, untuk memiliki kendali penuh.
Tanah, langit, jiwamu”.

Ian Brown berada di beberapa perusahaan yang dulunya terpuji: Van Morrison menyebut konser yang berjarak secara sosial sebagai “sains semu” dan baru-baru ini mengumumkan serial lagu anti-lockdown. Sementara itu, Noel Gallagher menyebut mengenakan masker merupakan “omong kosong”. Di saat-saat krisis seperti ini, menjadi mudah bagi kita untuk menunjukkan kepada dunia siapa kita sebenarnya, dan ternyata, banyak dari kita yang waras menurut yang nggak percaya kopad kopid, sedangkan bagi yang percaya kopad kopid pasti menganggap Noel dan Ian atau Jerinx (Superman Is Dead), Patrick Mameli (Pestilence) dan jutaan orang lainnya di dunia sebagai orang gila atau “halu”.

Tahun lalu, The Stone Roses mengonfirmasi bahwa band ini sekali lagi bubar, dan Ian Brown merilis album solonya, Ripples. Dan sekarang, doi merilis single solo barunya, selamat mendengarkan, bray.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Eric Clapton

    Eric Clapton Ogah Tampil Konser Jika Penonton Diwajibkan Paspor Vaksin

    Eric Clapton mengumumkan pada hari Rabu, 21 Juli lalu bahwa doi enggak akan tampil konser di semua venue yang memerlukan bukti vaksinasi Covid-19 supaya pe

    on Jul 22, 2021
    Lollapalooza

    Lollapalooza Festival Sediakan 1.200 Tiket Gratis Bagi Yang Mau Divaks...

    Crowdsurfing di Lollapalooza 2019 (Foto: Erika Goldring/FilmMagic). Lollapalooza, salah satu festival musik dan seni terbesar di Amerika Serikat (AS) sedang

    on Jun 12, 2021
    Konser Punk

    Konser Punk Di AS Jual Tiket $18 Buat Tervaksinasi, $1000 Yang Belum

    Crowd di sebuah Punk Rock Show (Foto: Melinda Oswandel). Konser punk yang satu ini termasuk hal yang baru. Seorang promotor konser di Florida, Amerika Serik

    on May 30, 2021
    Eric Clapton

    Eric Clapton Tangannya Mati Rasa 2 Minggu Pasca Divaksin AstraZeneca

    Eric Clapton (Foto: via Facebook). Eric Clapton belum lama ini dikabarkan gusar dengan vaksin Covid-19. Gitaris legendaris ini merinci pengalaman saat keseh

    on May 16, 2021