×
×

Search in Mata Mata Musik

Ikon Musik Folk Country John Prine Meninggal Dunia Setelah Positif Corona

Posted on: 04/8/20 at 5:00 am

John Prine, musisi folk country legendaris meninggal dunia. (Foto: Mark Humphrey/AP).

John Prine, seorang ikon musik folk & country, telah meninggal dunia pada usia 73 tahun. Penyanyi dan penulis lagu legendaris itu meninggal karena komplikasi penyakit yang diperburuk oleh virus Corona, menurut laporan dari keluarga Prine kepada Rolling Stone. John Prine meninggal pada hari Selasa, 7 April, di Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Amerika Serikat (AS).

Pada tanggal 20 Maret lalu, pencipta lagu ‘Angel from Montgomery’ itu telah dikarantina sendiri setelah istri dan manajernya, Fiona Prine, dinyatakan positif terkena virus Corona. Pada saat itu, John Prine sendiri telah dites, tetapi hasilnya “tidak pasti”. Namun, pada hari Kamis di minggu yang sama, John Prine telah dirawat di rumah sakit, dan pada hari Sabtu, ia harus diintubasi. Keluarga John Prine mengumumkan bahwa dia dalam “kondisi kritis” pada hari Minggu, 29 Maret. Pada 3 April, terungkap bahwa dia sedang berjuang melawan penyakit pneumonia di kedua paru-parunya.

Dilahirkan di Maywood, Illinois pada 10 Oktober 1946, John Prine dikenal karena kemampuannya dalam menulis tentang cinta, masyarakat, politik, dan kehidupannya sendiri dengan kesetaraan dan humor yang sama. Dia mengasah keahliannya saat bekerja sebagai pembawa surat di Chicago pada akhir tahun 1960-an. John Prine memiliki peran yang besar dalam kebangkitan musik Folk selama era ketika artis-artis besar sering menghadirkan penulis lagu yang sedang naik daun kepada audiens yang lebih besar. Dalam kasus John Prine, Kris Kristofferson yang menemukan musisi pemula.

John Prine akhirnya menandatangani kontrak dengan label Atlantic Records dan merilis album debut self-titled-nya pada tahun 1971. Album debut itu telah menjadi suatu karya klasik, dan menampilkan lagu-lagu seperti ‘Sam Stone’, ‘Paradise’, dan lagu paling khasnya, ‘Angel from Montgomery’. Setelah merilis tiga album lagi di Atlantic dan tiga lainnya untuk Asylum Records, John Prine mendirikan Oh Boy Records pada tahun 1984. Sebagian besar rilisannya sejak saat itu berada di bawah label Oh Boy.

Secara total, John Prine merilis 17 album studio LP, yang terakhir adalah The Tree of Forgiveness pada tahun 2018. Album itu menjadi proyek rilisan terlarisnya yang pernah ada, berada di peringkat 5 di chart Billboard 200; No. 1 pada chart Folk; dan No. 2 secara masing-masing di chart US Country, US Indie, dan US Rock.

Baca juga: John Prine Dilaporkan Telah Masuk Rumah Sakit Dengan Gejala Covid-19

Selama kariernya, John Prine memenangkan dua penghargaan Grammy: album The Missing Years (1991) (dengan bassis Heartbreakers, Howie Epstein) dan Fair & Square (2005) keduanya memenangkan kategori Best Contemporary Folk Album. Sebagai seorang anggota dari Songwriters Hall of Fame dan Nashville Songwriters Hall of Fame, John Prine dilantik ke Grammy Hall of Fame pada tahun 2015, dan diberi penghargaan Lifetime Achievement Award awal tahun ini. Dia juga dinobatkan sebagai Artist of the Year oleh AMA pada tahun 2015. Pada tahun yang sama, John Prine menjadi penyanyi-penulis lagu pertama yang tampil di Library of Congress atas permintaan penyair asal AS Laureate Ted Koosher.

John Prine sebelumnya telah sembuh dari penyakit kanker dua kali. Dia pertama kali didiagnosis menderita kanker sel skuamosa di sisi kanan lehernya pada tahun 1998. Setelah menjalani operasi besar dan enam minggu radioterapi, ia menderita saraf yang sangat rusak di bagian lidah dan kelenjar air liurnya. Setelah satu tahun rehabilitasi dan terapi berbicara, ia kembali tampil dengan suara yang lebih serak.

John Prine kemudian didiagnosis menderita kanker paru-paru pada tahun 2013. Dia menjalani operasi di bagian paru-paru kirinya, dan dapat kembali melakukan tur hanya dalam waktu enam bulan berkat beberapa terapi fisik yang unik. Itu termasuk berlari naik dan turun tangga di rumahnya sampai dia kehabisan napas, meraih gitarnya, dan menyanyikan dua lagu.

Sebagai salah satu artis paling berpengaruh pada masanya, John Prine adalah musisi terbaru yang meninggal akibat virus Corona. Salah satu penemu band Fountains of Wayne, Adam Schlesinger, ikon musik country Joe Diffie, penulis lagu ‘I Love Rock ‘n Roll’ Alan Merrill, dan saksofonis afro-jazz Manu Dibango, semua telah meninggal akibat virus laknat ini.

Dan banyak juga artis lainnya, seperti vokalis Testament, Chuck Billy, produser musik Andrew Watt, rocker musik Folk, Jackson Browne, dan Scarface dari Geto Boys, semuanya telah dites positif terkena virus, tetapi untungnya berhasil sembuh.

Di bawah ini, kenang kembali beberapa lagu John Prine yang paling berkesan.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Lollapalooza

    Lollapalooza Festival Sediakan 1.200 Tiket Gratis Bagi Yang Mau Divaks...

    Crowdsurfing di Lollapalooza 2019 (Foto: Erika Goldring/FilmMagic). Lollapalooza, salah satu festival musik dan seni terbesar di Amerika Serikat (AS) sedang

    on Jun 12, 2021
    Konser Punk

    Konser Punk Di AS Jual Tiket $18 Buat Tervaksinasi, $1000 Yang Belum

    Crowd di sebuah Punk Rock Show (Foto: Melinda Oswandel). Konser punk yang satu ini termasuk hal yang baru. Seorang promotor konser di Florida, Amerika Serik

    on May 30, 2021
    Eric Clapton

    Eric Clapton Tangannya Mati Rasa 2 Minggu Pasca Divaksin AstraZeneca

    Eric Clapton (Foto: via Facebook). Eric Clapton belum lama ini dikabarkan gusar dengan vaksin Covid-19. Gitaris legendaris ini merinci pengalaman saat keseh

    on May 16, 2021
    James Hetfield

    Pentolan Metallica Skeptis Soal Vaksin, Dari Kecil Tidak Pernah Divaks...

    James Hetfield (Foto: Tim Mosenfelder/Getty Images). Ketika industri konser mulai terbuka lagi, pentolan Metallica, James Hetfield mengakui doi "sedikit ske

    on May 8, 2021