×
×

Search in Mata Mata Musik

Industri Musik AS Tuduh Amazon Jual Jutaan CD Palsu

Posted on: 08/21/19 at 11:00 am

“Pemalsuan adalah masalah lama,” kata Amazon, “tapi masalah yang akan terus kami lawan untuk melindungi konsumen, merek, dan penjual.”

Recording Industry Association of America (RIAA) mengecam Amazon (serta eBay dan AliExpress) minggu lalu setelah melakukan studi pemalsuan tahunannya yang mengeklaim 25 persen dari CD di layanan ‘Fulfilled by Amazon’ adalah tiruan. Laporan itu juga mengeklaim, “16 persen dari CD yang dibeli dari eBay” dan 11 persen dari CD “yang dibeli dari Amazon” adalah CD palsu, dan setiap boxset CD yang dipesan para peneliti dari eBay dan AliExpress juga tidak orisinal.

Laporan itu dirancang untuk menjadi berita utama. Ada masalah kepalsuan, dan meskipun jika itu tidak mencapai level berita utama, laporan itu jelas penting. Masalah rantai pasokan adalah faktor yang harus dihadapi semua peretail online, di samping jenis penipuan lainnya yang memanfaatkan kepercayaan dan skala yang diberikan merek-merek besar. Semakin besar merek, semakin besar masalahnya. Dan tidak ada yang lebih besar dari Amazon. Tapi kenyataannya, penelitian RIAA ini hanya berfokus pada AS dan, yang lebih penting, hanya mengambil sampel dari sejumlah kecil pembelian, mengingat skala Amazon secara keseluruhane. Menyamaratakan hasil untuk menjadi berita utama adalah poin yang kuat, tapi itu tidak bisa ditelan mentah-mentah.

Yang menjadi perhatian, jika akurat, adalah RIAA mengeklaim masalah ini semakin parah—setidaknya menurut metodologinya. Selama studi pemalsuan sebelumnya di 2016, tim mereka melaporkan tingkat pemalsuan sebesar 23 persen di Amazon, yang mana setelahnya Amazon menerapkan beberapa perubahan—kemudian, selama studi pemalsuan kedua kami pada Januari 2017, tingkat pemalsuan untuk pembelian percobaan turun menjadi 2 persen.

Yang sekarang diklaim adalah kemunduran yang signifikan. “Sayangnya,” kata RIAA, “Amazon [telah] kembali mengubah praktik dan tingkat pemalsuan untuk pembelian percobaan dalam survei terbaru kami telah naik secara signifikan.”

Menanggapi temuan baru ini, Amazon mengatakan mereka melarang keras penjualan produk palsu dan kami berinvestasi besar pada dana dan energi perusahaan untuk memastikan kebijakan kami dipatuhi—kami menyelidiki setiap klaim pemalsuan secara menyeluruh, termasuk menghapus barang, menghapus pelanggar secara permanen, melakukan tindakan hukum atau bekerja sama dengan penegak hukum sebagaimana mestinya.

RIAA telah melakukan dua studi tahun ini untuk mengidentifikasi penawaran CD musik palsu pada platform online populer, termasuk studi tentang prevalensi boxset palsu berkualitas tinggi. Peneliti studi itu melakukan “pembelian percobaan” dari sampel luas album yang hit saat ini dan sepanjang masa dari label rekaman besar di AS. Studi itu juga mengingatkan, CD ‘best of‘ atau ‘greatest hits‘ adalah masalah besar, bahkan di mana label atau artis tidak pernah merilis album seperti itu.

Tapi, sekali lagi, beberapa penjualan album mungkin mengindikasikan suatu masalah tetapi tidak bisa dijadikan ukuran tingkat sebenarnya dari masalah itu.

“Untuk mendeteksi pelanggar dan produk yang berpotensi palsu,” tegas Amazon, “kami melakukan investasi yang signifikan pada pembelajaran mesin dan sistem otomatis. Kami mempekerjakan tim software engineers, ilmuwan terapan, manajer program, dan penyelidik yang berdedikasi untuk mengoperasikan dan terus menyempurnakan program anti-pemalsuan kami.”

RIAA mempertahankan pasar retail untuk rekaman suara AS yang bernilai $9,8 miliar tahun lalu—dengan penjualan produk musik fisik yang menghasilkan pendapatan lebih dari $1,1 miliar. Dan RIAA sekarang menuntut agar lebih banyak tindakan diambil, termasuk penerapan tindakan sukarela serta tindakan pemerintah, untuk mencegah dan mengurangi kegiatan tersebut.

Keterangan Foto Utama: Amazon dituduh jualan CD palsu. (Foto: Getty Images)

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Nominasi Grammy 2021

    Yuk Intip Daftar Nominasi Grammy 2021: Taylor Swift, Beyonce, Fiona Ap...

    Grammy 2021 nominator: Phoebe Bridgers, Beyoncé, Fiona Apple, and Taylor Swift. Daftar nominasi Grammy Awards 2021 telah diumumkan. Sekarang di tahun ke-63

    on Nov 25, 2020
    Vinyl Revival

    Vinyl Revival: Akhirnya Mengalahkan Penjualan CD Sejak 34 Tahun Silam ...

    Foto: Andrey Danilovich/Getty Images/iStockphoto. Setelah vinyl sempat lama punah digantikan oleh CD dan kemudian semua album rekaman fisik tersebut tergeru

    on Sep 11, 2020
    Amazon

    Amazon Hentikan Pesanan CD dan Vinyl di Tengah Wabah Virus Corona

    Salah toko fisik Amazon (Foto: Istimewa). Amazon telah menghentikan pesanan grosir CD, vinyl (piringan hitam), dan merchandise musik dalam upaya untuk memen

    on Mar 20, 2020
    Rihanna

    Dokumenter Rihanna Dibeli Amazon Senilai Hampir Rp 350 Miliar

    Amazon dilaporkan telah mengantongi hak cipta atas film dokumenter Rihanna yang digarap oleh Peter Berg. Baca juga: Lagu Eminem yang Memihak Chris Brown dal

    on Dec 14, 2019