×
×

Search in Mata Mata Musik

Industri Musik AS Unjuk Solidaritas Terhadap Komunitas Kulit Hitam

Posted on: 05/31/20 at 7:00 am

Capitol Records.
Capitol Records, raksasa perusahaan rekaman. (Foto: Paul Buck/EPA/REX/Shutterstock).

Kemarahan dari hampir seluruh warga dunia khususnya masyarakat Amerika Serikat (AS) pasca kematian George Floyd yang mati dicekik oleh seorang petugas polisi Minnesota yang berlutut pada lehernya saat menangkapnya di Minneapolis, AS telah mendorong industri musik untuk mengambil sikap solidaritas terhadap komunitas kulit hitam pada hari Selasa, 2 Juni (Tuesday Blackout).

Baca Juga: Protokol Baru Industri Musik: Moshing Dilarang Dalam Konser! Randy Blythe: Katro!

Sebuah pesan beredar luas di Instagram dan platform media sosial lainnya pada Jum’at malam (29 Mei) yang menyerukan gerakan “satu hari untuk mengambil jeda dari pekerjaan dan berhubungan kembali dengan komunitas” dan “langkah tindakan mendesak untuk memicu akuntabilitas dan perubahan”.

Di bawah tagar #THESHOWMUSTBEPAUSED, kepekaan yang ditegakkan oleh postingan itu, mengambil tanggung jawab sebagai “penjaga gerbang (garis depan) budaya,” adalah salah satu dari selusin gerakan solidaritas lainnya yang ditanggapi secara sangat serius oleh berbagai perusahaan dalam beberapa jam setelah aksi protes yang rusuh meletus di wilayah Minneapolis dan kota-kota besar lain di seluruh AS.

Columbia Records adalah yang pertama yang secara terbuka mengkritik ketidakadilan terhadap populasi masyarakat yang kurang terlayani, dengan pemimpin perusahaan Ron Perry memposting pada Kamis malam (28 Mei): “Kami berdiri bersama dengan komunitas kulit hitam dalam melawan semua bentuk rasisme, kefanatikan, dan kekerasan. Sekarang, lebih dari sebelumnya kita harus menggunakan suara kita untuk berbicara dan menantang ketidakadilan di sekitar kita”.

Kemudian Sony Music, yang menjadi rumah bagi berbagai artis besar seperti Beyonce, Lil Nas X, Tyler the Creator dan Polo G, di antara banyak lainnya, yang juga merupakan salah satu perusahaan musik tertua di AS (didirikan pada tahun 1889), juga akan ikut serta dalam aksi solidaritas ini. Perusahaan musik lainnya seperti Capitol Records, UMPG, Interscope Records, Motown, Caroline, Kobalt, Electric Feel Management, LVRN, Pulse Music Publishing dan banyak lagi juga akan memperkuat aksi protes tersebut. Lihat pernyataan mereka di bawah ini.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Mary Wilson

    Mary Wilson, Anggota Terlama Dan Pendiri The Supremes Tutup Usia

    Mary Wilson (The Supremes). Mary Wilson, anggota dan pendiri grup penyanyi wanita keluaran Motown yang sukses, The Supremes, telah meninggal pada usia 76 ta

    on Feb 9, 2021
    Kanye West

    Berseteru Dengan Universal Music dan Sony/ATV, Kanye West Kencingi Pia...

    Kanye West (Foto: Brad Barket/Getty Images for Fast Company) / Piala Grammy dikencingi. (Foto: Twitter Ye). Dengan terhitung hanya 47 hari dari hari pelaksa

    on Sep 17, 2020
    The 1975

    Industri Musik Inggris dan 700 Artis Lebih Bersatu Untuk Perangi Keben...

    The 1975. (Foto: Jordan Hughes). Lebih dari 700 anggota komunitas musik Inggris, termasuk artis, manajer, eksekutif di perusahaan rekaman, agensi, industri

    on Aug 3, 2020
    Maroon 5

    Maroon 5 Serukan Dekriminalisasi Ganja Dalam MV ‘Nobody’s Love’,...

    Adam Levine dalam MV 'Nobody's Love'-nya Maroon 5. Band pop-rock pencipta puluhan lagu hit, Maroon 5 telah merilis single baru berjudul ‘Nobody’s Love

    on Jul 25, 2020