×
×

Search in Mata Mata Musik

Industri Musik Inggris Kantongi $1,1 Miliar Berkat Streaming

Posted on: 03/28/19 at 11:45 am

Dua Lipa, George Ezra, Paloma Faith, The 1975, Stormzy, Dave dan Calvin Harris mungkin menjadi hal besar berikutnya dalam musik, berdasarkan laporan terbaru.

Oleh: Mark Beech. (Forbes)

Di saat artis-artis asal Inggris merajai tangga lagu, industri rekaman terus menaksir pendapatan dan menunjukkan artis baru mana yang patut diperhatikan. Sebelumnya, artis-artis Inggris seperti The Beatles, The Rolling Stones dan Amy Winehouse mendulang sukses AS, hampir selalu memecah rekor setelah sukses di negara asal mereka terlebih dulu.

Jadi sekarang, artis-artis seperti Dua Lipa, George Ezra, Paloma Faith, The 1975, Stormzy, Dave dan Calvin Harris mungkin menjadi hal besar berikutnya dalam musik, berdasarkan laporan terbaru. Semua artis tersebut sukses di Inggris, menurut asosiasi label rekaman BPI, seiring musik Queen yang kembali populer berkat film Bohemian Rhapsody.

Bohemian Rhapsody Penyumbang Uang Industri Musik Inggris
Joseph Mazzello, Rami Malek, Gwilym Lee, dan Ben Hardy di Bohemian Rhapsody

Pengamat industri musik di seluruh dunia memandang Inggris sebagai pasar utama. Total pendapatan perusahaan rekaman Inggris kini mencapat $1,1 miliar per tahun (865,5 juta pound dalam mata uang Inggris), menurut BPI—atau meningkat sebesar 3,1% per tahun, atau 20% selama tiga tahun. Sementara pertumbuhan tiga tahun ini adalah kemenangan beruntun terpanjang sejak tahun ’90-an, angka penjualan totalnya hanyalah 70% dari 1,2 miliar pound di 2001.

Baca Juga: 26 Maret Resmi Dinyatakan Sebagai ‘Diana Ross Day’ di LA

“Prospek untuk masa depan tetap positif, tetapi industri masih perlu menempuh jalan yang panjang untuk kembali ke masa kejayaan,” kata Geoff Taylor, Chief Executive BPI, dalam sebuah pernyataan. Dia bersikeras, “Industri rekaman musik di Inggris menunjukan pertumbuhan yang konsisten.”

Analis musik menunggu untuk melihat bagaimana rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) mempengaruhi kepercayaan konsumen dan penjualan. Penghasilan dari format fisik menurun sebanyak 22,5% di tahun lalu, menurut BPI, mencerminkan “kondisi perdagangan sulit yang dialami oleh HMV dan retailer lainnya.” Selain itu, BPI menambahkan, perbandingan finansial secara year-on-year menjadi lebih menantang karena kesuksesan global di tahun 2017 yang dipicu oleh penjualan album Ed Sheeran dan Rag’n’Bone Man.

Penghasilan label didorong oleh program berlangganan layanan streaming, seperti Spotify, Apple Music, Amazon dan Deezer, yang naik sebesar 34,9% dalam setahun yang mengisi 60% dari total pendapatan, lebih dari dua kali lipat pendapatan dari CD (20%) dan vinyl (6%).

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Keterangan Foto Utama: The 1975 (kredit foto: @the1975 Instagram account)

The 1975 Akan Kembali Menyapa Penggemar di Indonesia

Akan menggelar konser pada 29 September 2019 di Helipad Parking Ground GBK Senayan, Jakarta Band asal Manchester, Inggris, The 1975 resmi akan menggelar

on Aug 16, 2019
The Chainsmokers Menjadi DJ dengan Bayaran Tertinggi 2019-1

Setahun Terakhir, The Chainsmokers Kantongi Bayaran Tertinggi, Geser C...

The Chainsmokers menurunkan posisi Calvin Harris dengan pendapatan sebesar $46 juta. Di bawah bola disko koil Tesla yang menggetarkan, Marshmello naik ke at

on Aug 14, 2019
The Beatles Kembali ke Abbey Road Untuk Edisi Ulang Tahun ke-50

The Beatles Kembali ke Abbey Road Untuk Edisi Ulang Tahun ke-50

Album ini baru saja di-mix oleh produser Giles Martin dan mix engineer Sam Okell, disertai dengan 23 rekaman dan demo, yang sebagian besar belum pernah dirilis

on Aug 12, 2019
Persaingan Spotify & Apple Music di Ranah Podcast!

Persaingan Spotify & Apple Music di Ranah Podcast!

Dua raksasa streaming musik ini berlomba menguasai pasar podcast dengan investasi dan akuisisi, tetapi ini masih bisa dimenangkan siapa saja. Entah kalian m

on Aug 7, 2019