<-- Google Tag Manager -->
×
×

Search in Mata Mata Musik

Inisiatif Pemerintah Korea yang Sukses Besarkan K-Pop

Posted on: 10/15/19 at 8:33 pm

Kasarnya, jika krisis finansial di Asia tahun 1998 tidak terjadi, kita mungkin tidak akan dibuat ‘segila’ ini dengan genre asal Korea Selatan tersebut.

Baca juga: Ini Dia Peringkat Idol K-Pop Individual Per September 2019!

K-pop, salah satu genre paling berpengaruh di dunia saat ini, mencuri perhatian dunia lewat irama dan liriknya yang catchy, gayanya yang nyentrik serta koreografi yang memikat. 

Tidak sedikit yang mengira, kesuksesan K-pop di kancah global merupakan buah dari kerja keras para idolnya. Meskipun asumsi itu tidak sepenuhnya salah, alasan utama yang menjadikan K-pop bisa sebesar sekarang sebenarnya adalah keberhasilan pemerintah Korea Selatan dalam menerapkan teori pertumbuhan makroekonomi.

Teori tersebut berfokus pada pengembangan tiga elemen kunci—modal fisik, modal manusia dan teknologi—untuk memperoleh pertumbuhan yang maksimal dalam industri musiknya.

Pemerintah menggunakan musik untuk memperbaiki citra dan membangun pengaruh budayanya pasca krisis finansial yang melanda di tahun 1998. Jutaan dolar pun digelontorkan untuk mendirikan Kementerian Budaya dengan departemen khusus yang menangani K-pop.

Baca juga: Royalti K-Pop di Luar Korea Alami Pertumbuhan Signifikan!

Melalui departemen tersebut, dibangunlah distrik Chang-dong yang berfungsi sebagai pusat untuk K-pop. Di sana terdapat gedung konser, studio rekaman dan toko retail untuk mendukung pertumbuhan K-pop. Konstruksi Seoul Arena, arena K-pop pertama di Korea berkapasitas 18.000 pengunjung, dijadwalkan rampung pada akhir tahun 2023. 

Dari segi pengembangan sumber daya manusianya—dalam hal ini para idol—pemerintah mengerahkan label-label rekaman terbesarnya untuk mengolah bakat artis melalui serangkaian program training yang intens selama beberapa tahun sebelum mereka resmi diluncurkan ke publik. 

Perkembangan teknologi juga gencar dilakukan, dengan disediakannya Wi-Fi gratis di setiap sudut kota Seoul untuk memudahkan warga mengakses lagu-lagu dan video K-pop. 

Hasilnya, K-pop mampu berjaya tidak hanya di Korea, tetapi juga di belahan dunia lainnya seperti Eropa dan Amerika. Citra branding Korea Selatan pun ikut maju sehingga memberikan dampak yang besar bagi industri lain di negara tersebut, khususnya pariwisata dan manufaktur.

Baca juga: “Lalalay” Milik Sunmi Rajai Tangga Lagu K-Pop di iTunes Global!

Melihat hasil yang mengesankan ini, pemerintah Indonesia harusnya belajar dari Korea Selatan dalam mengeksplorasi strategi untuk mengembangkan industri musiknya dan menjadikannya fenomena global seperti K-pop.

Kalau tingkat global tampak ketinggian, mungkin kita bisa jajal Asia Tenggara dulu. 

Tags:

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

BLACKPINK

Comeback BLACKPINK Ditunda, BLINK Tidak Terima

Kehadiran musik baru BLACKPINK yang sangat dinanti-nantikan harus ditunda hingga tahun 2020 dan para BLINK yang kecewa menuntut jawaban dari label rekaman girl

on Nov 14, 2019
GOT7

GOT7 Hampir Sejajar dengan BTS Berkat EP Call My Name

GOT7 kembali memasuki chart dengan pencapaian baru. Call My Name, mini album terbaru dari boyband K-pop ini, debut di No. 5 pada chart World Albums Bi

on Nov 14, 2019
EXO

Chanyeol EXO Berhadapan dengan Kembarannya di Teaser Obsession

Sebentar lagi EXO akan melakukan comeback mereka dengan album keenam bertajuk Obsession pada 27 November mendatang. Untuk menyambut lanjutan dari album Love Sh

on Nov 13, 2019
BLACKPINK

BLACKPINK Kantongi 1 Miliar Views untuk Video “Ddu-Du Ddu-Du”

BLACKPINK baru saja memecahkan rekor baru dengan “Ddu-Du Ddu-Du” yang resmi menjadi video musik pertama dari grup K-pop yang mendapat 1 miliar views di Yo

on Nov 12, 2019