×
×

Search in Mata Mata Musik

INLANDER Kembali Menggugah Kesadaran Lewat ‘The Real Weapon’

Posted on: 05/12/20 at 10:30 am

Inlander - the real weapon
Inlander, ki-ka: Firman (dram), Radhit (gitar), Bani (vokal), Tomi (bass).

Pertama kali melihat cover album terakhir Inlander yang berjudul Ultimatum cukup memancing otak saya bekerja untuk bertanya kenapa gambarnya logo PBB yang tengahnya bom molotov. Karena album pertamanya, Para Bellum, sudah punya CD-nya, langsung saja saya “sikat” dari toko Demajors CD Ultimatum yang masih menggeber hardcore yang memiliki elemen pengaruh dari Discharge, Exploited dan Motorhead.

Inlander - ultimatum

Dan Inlander kembali lagi sekarang dalam relevansinya dengan situasi berat yang sedang melanda dunia saat ini. Inlander memutuskan untuk merilis single baru yang berjudul ‘The Real Weapon’.

Dan kali ini masih berkaitan dengan United Nations alias PBB (Perserikatan Bang..t-Bang..t), artwork ‘The Real Weapon’ menampilkan logo WHO (World Health Organization) dengan lingkaran berbentuk virus Corona.

Inlander - the real weapon

Single yang berlirik dalam bahasa Inggris ini mempunyai tema mengenai ilmu pengetahuan yang menjadi senjata sebenarnya dalam menghadapi pergolakan yang terjadi di dunia. Pergolakan yang menjadi penjajahan satu pihak terhadap pihak lainnya. Dan hanya ilmu pengetahuan yang bisa melawannya.

Pembuatan single yang keseluruhan rekamannya dikerjakan di Darktones studio, Cijantung, Jakarta Timur ini dilakukan sejak sekitar awal tahun ini, dengan Adria sebagai sound engineer dan final mixing dan mastering oleh Radhit, gitaris Inlander. Setelah melalui proses editing dan mixing yang cukup banyak mendapat hambatan, akhirnya single ‘The Real Weapon’ ini bisa diselesaikan beberapa waktu lalu.

Style bermusik dan sound akhir yang dihasilkan masih belum banyak berubah dari karya sebelumnya, di mana salah satu karakternya berupa ketukan dram yang menjadi ciri khas tetap jelas dimainkan. Begitupun dengan departemen yang berhubungan dengan senar dan efek, masih mencermikan khas karya yang selama ini sudah dihasilkan. Adapun di departemen vokal, gaya bernyanyi semi pidato masih dipertahankan.

Langsung saja dengarkan single ‘The Real Weapon’ di bawah ini.

Sekilas Inlander

Nama “Inlander” diambil dari bahasa Belanda sebagai julukan untuk kaum pribumi yang bermukim dan mendiami wilayah jajahan imperialis di Bumi Nusantara, karena semua anggotanya berasal dari rakyat pribumi jelata.

Kata yang berkonotasi negatif dan cenderung diskriminatif ini menjadi motivasi sosial dan politis untuk menyuarakan slogan-slogan kesadaran dari suara-suara kaum yang tertindas oleh warisan sistem kolonial yang nyatanya masih bercokol di wilayah Nusantara hingga saat ini dalam bentuk perbudakan mental yang di belakang layar mengendalikan seluruh aspek kehidupan rakyat jelata di seluruh pelosok wilayah Nusantara dengan sadar atau di bawah alam sadar kita.

Filosofi Pergerakan dan Nasionalisme sangat terasa dalam karakter musik yang diciptakan oleh band pengusung hardcore ini.

Pada tahun 2011, Inlander merilis album Para Bellum. Judul tersebut diambil dari salah satu lagu,’Si Vis Pacem Para Bellum’, sebuah filosofi pertahanan dalam bahasa Latin yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia yang berarti “Jika kau menginginkan perdamaian maka bersiaplah untuk berperang”. Lagu tersebut juga didukung oleh Toto Tewel (Elpamas, Swami, Kantata Takwa, Sirkus Barock) pada Lead Guitar dan Irfan Ramone (Gigantor) pada vokal latar.

Untuk menjaga konsistensi pergerakan, Inlander aktif berkampanye dalam pergerakan musik underground lokal dan regional, menjaga “Amunisi Garis Depan” agar aman dan terkendali untuk menghadapi perubahan zaman dan menghadapinya dengan berani.

Menjejak bumi dan membumikan perdamaian, beranjak dari kegelapan, berjalan mengembalikan semangat yang menerangi pembebasan nasional negeri ini, semangat menuju masyarakat tanpa penindasan. Album keduanya, Ultimatum, sejatinya banyak mendapat respon dan kritik positif dari para kritikus musik lokal.

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Band yang Diboikot Disney

    15 Band Cadas Yang Diboikot Oleh Walt Disney Karena Alasan Yang Ironis

    Bagaikan molekul kimiawi yang berbeda, raksasa korporat Disney dan musik cadas bisa dibilang nggak diciptakan untuk saling bertemu dan bersatu, karena selama i

    on Mar 13, 2021
    Industri Hiburan

    Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi Tentang Lumpuhnya Industri Hiburan

    JogjaROCKarta Festival, salah satu ikon industri hiburan kota Yogyakarta. (Foto: dok. Rajawali Indonesia). Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Setahun

    on Mar 3, 2021
    Heaven In

    Dari Bogor, Heaven In Muncul Dengan Single Eksplosif 'Kelam' Penghancu...

    Heaven In. (Foto: Agung Laluyan). Heaven In, band chaotic-hardcore asal Bogor, baru saja merilis single terbaru milik mereka yang diberi judul 'Kelam' pada

    on Feb 13, 2021
    Album Rock & Metal Paling Diantisipasi 2021

    30 Album Hard Rock & Heavy Metal Paling Diantisipasi Di Tahun 2021

    Tahun 2020 enggak cuma meluluh-lantakkan industri musik, melainkan semua lini kehidupan di dunia. Sementara ini kita memang masih berada di masa pandemi Co

    on Jan 31, 2021