×
×

Search in Mata Mata Musik

Iron Voltage, Darah Segar Regenerasi Thrash Metal Yang Patut Lo Waspadai

Posted on: 12/30/20 at 12:00 pm

Iron Voltage, Darah Segar Regenerasi Thrash Metal Yang Patut Lo Waspadai
Iron Voltage. (Foto: dok. Iron Voltage).

Era kejayaan thrash metal selama dekade 1980-an memang belum bisa terulang hingga kini. Salah satu faktor pendorongnya adalah karena terlalu banyaknya opsi dari evolusi thrash metal itu sendiri sebagai “roots of all evil” extreme metal yang membuat fokus penghuni jagat heavy metal terpecah konsentrasinya melalui beragam subgenre, dari death metal, black metal, grindcore hingga metalcore.

Baca juga: Murder in the Front Row: The San Francisco Bay Area Thrash Metal Story Siap Tayang!

Selain itu, meski regenerasi thrash metal tumbuh subur di bawah radar mainstream, sayangnya mayoritas pengusungnya nggak lebih dari proyek musikal “tambal-sulam” atau bahkan “cloning” dari para pionir dan raksasa thrash metal yang tergabung dalam “Big Four” atau pun gerombolan dedengkot “Bay Area Thrash” dan “Teutonic Thrash”.

Bagaimana pun kita harus berterima kasih dan terus mendukung gerakan “thrash revival” dari para pelestari thrash metal dengan estetika “old school” seperti Municipal Waste, Evile, Warbringer, Havok, Power Trip, dan masih banyak lagi. Mereka bukan “top of the game”, namun karena mereka dan kalian lah, api thrash metal kontinyu berkobar dan membara.

Di scene metal Tanah Air, kita masih memiliki sekumpulan darah muda yang beracun dan berpotensi menginfeksi metalhead dan membawa thrash metal ke level berikutnya. Setelah Fakecivil dengan album Resistensi Musik Bejat, kini muncul pendatang baru yang nggak kalah berbahaya, mari kita jembut…eh…sambut… Iron Voltage.

Iron Voltage terbentuk pada September 2020 di Bandung mengusung old school thrash metal dengan deskripsi musik era Exodus Bonded by Blood, dengan sound distorsi kasar namun tone jelas, dan vokal parau berefek reverb. Pengaruh musikal mereka mulai dari hardcore hingga death metal. Dari Cro-Mags, Leeway, Voivod hingga Entombed, Dismember, Obituary. Bisa terdengar dari gaya riff dan ketukan dram yang kental elemen heavy metal dan punk.

“Kemungkinan dari mereka lah yang sangat berefek besar dan sangat memengaruhi musik Iron Voltage sendiri. Dan riff-riff yang kami mainkan pun tidak luput dari pengaruh sang akar thrash metal “Metallica” di era Kill ’em All yang ngebut dari campuran heavy metal dan punk,” ujar band yang formasinya terdiri dari Edy (vokal), Yowdi (gitar), Reyga (gitar), Eka (bass), dan Amy (dram).

Baca juga: Fakecivil “Resistensi Musik Bejat”: Thrash Sebagai Amplifier Kemarahan

Pada 11 Desember 2020 lalu, Iron Voltage baru saja merilis demo debutnya yang berjudul DEMO 2020. Berisi 3 lagu, DEMO 2020 tersedia dalam format digital (di Spotify, Bandcamp, YouTube, Deezer, Apple Music) dan fisik berupa CD. Dan mereka juga sudah mulai masuk tahap penggarapan materi untuk album full length di tahun 2021.

Artwork sampul DEMO 2020 oleh Iron Voltage.
Artwork sampul DEMO 2020 oleh Iron Voltage.

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Album Hard Rock & Heavy Metal Terbaik

MataMata Musik: Top 20 Album Hard Rock & Heavy Metal Terbaik Tahun 202...

Meski 2020 merupakan tahun paling bangsat bagi 99% populasi manusia di Bumi (1% lagi yang nggak kena dampak kehancuran, yang berpesta di atas penderitaan j

on Dec 31, 2020
Exodus - bonded by blood

Metalhead Kini Bisa Memiliki Buku Tablatur Gitar Album Exodus "Bonded ...

Foto promosi Exodus, 1985. (Foto: Stanley Greene). Setelah 35 tahun dirilisnya album seminal Bonded By Blood milik Exodus, buku tablatur gitar album debut l

on Dec 14, 2020
Extreme Moshpit Awards

Daftar Pemenang Penghargaan Spesial Musik Cadas: Extreme Moshpit Award...

Extreme Moshpit adalah media musik cadas Indonesia yang bergerak sejak 2007. Selain mewujudkan gerakan baru tradisi fanzine dan media di ranah musik ekstri

on Dec 3, 2020
Nick Menza

Film Dokumenter Resmi Nick Menza, Alm. Mantan Dramer Megadeth Siap Dil...

Nick Menza. (Foto: Facebook/Megadeth). Screaming Butterfly Entertainment yang berbasis di West Virginia, Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan sebuah film

on Dec 1, 2020